BBC navigation

Panda Nababan divonis 17 bulan

Terbaru  22 Juni 2011 - 18:17 WIB

Politikus Panda Nababan divonis 1 tahun lima bulan terkait kasus suap cek pelawat

Politisi Panda Nababan divonis satu tahun lima bulan karena terbukti menyalahgunakan wewenang dan menerima suap saat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGSBI), Miranda Goeltom pada tahun 2004 lalu.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi membacakan vonis Panda bersamaan dengan vonis tiga politisi PDIP lainnya masing-masing Engelina Patiasina, M Iqbal, dan Budiningsih.

"Menyatakan terdakwa satu, Panda Nababan, terdakwa Engelina Patiasina, terdakwa tiga M Iqbal, dan terdakwa empat Budiningsih telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak piadan korupsi secara bersama-sama," kata Ketua Majelis Hakim, Eka Budi Prijatna.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa satu, Panda Nababan, terdakwa Engelina Patiasina, terdakwa tiga M Iqbal, dan terdakwa empat Budiningsih dengan pidana penjara masing-masing 1 tahun 5 bulan."

Selama persidangan hakim menilai Panda ikut menerima aliran suap berupa travel cheque (TC) untuk meloloskan Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia

"Telah terdapat fakta yuridis yang tidak terbantahkan bahwa ada aliran dana TC dari terdakwa Panda Nababan yang masuk ke kas Fraksi PDIP," kata Eka.

Hakim juga menilai Panda ikut berperan mengedarkan cek percalanan itu ke sejumlah anggota Fraksi PDI Perjuangan.

Panda banding

Majelis hakim dalam sidang hari ini juga menjatuhkan denda sebesar Rp50 juta dan subsider 3 bulan kurungan.

Hukuman terrhadap Panda ini jauh lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum yang sebelumnya menuntut hukuman tiga tahun penjara.

"terdapat fakta yuridis yang tidak terbantahkan bahwa ada aliran dana TC dari terdakwa Panda Nababan yang masuk ke kas Fraksi PDIP"

Eka Budi Prijatna

Keputusan untuk Panda Nababan dalam sidang ini diwarnai adanya pendapat berbeda dari dua hakim yang menilai Panda tidak menerima cek tersebut.

Panda Nababan, politisi senior Partai Demokrasi Indonesia - Perjuangan (PDI-P) langsung menyatakan banding atas keputusan hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

"Saya tidak terima, saya harus banding, ada manipulasi fakta," kata Panda seusai sidang tersebut.

Sementara Jaksa Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir atas vonis yang dijatuhkan hakim terhadap keempat terdakwa tersebut.

Dalam kasus cek perjalanan dalam Deputi Gubernur BI, Panda sebelumnya didakwa menerima suap senilai Rp1,45 miliar untuk memenangkan Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior BI.

Kasus dugaan suap cek perjalanan untuk memenangkan Miranda sebagai Deputi Gubernur Senior BI, setidaknya telah menyeret 26 anggota DPR Periode 1999-2004.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.