BBC navigation

Hotlin, dokter gigi pelestari hutan

Terbaru  30 Mei 2011 - 19:22 WIB

Kepedulian atas konservasi hutan yang melibatkan warga, membuat Hotlin Ompusunggu meraih penghargaan dari Whitley Award 2011.

Memadukan program kesehatan masyarakat dan perlindungan hutan, Hotlin dan rekan-rekannya dianggap berhasil mengurangi praktek penebangan hutan secara liar di Kalimantan Barat.

Bersama organisasi Alam Sehat Lestari, ASRI, dokter gigi Hotlin Ompusunggu berupaya memberi "solusi kongkrit" yang membuat warga di pinggiran Taman Nasional Gunung Palung, Propinsi Kalimantan Barat, berangsur-angsur tidak lagi menebang hutan secara ilegal.

Solusi itu, menurut Hotlin, yaitu dengan cara memutus "mata rantai" alasan ekonomi kenapa warga itu tergiur untuk menebang hutan.

Rupanya, selama ini, orang-orang yang tinggal di beberapa desa itu terpaksa menebang hutan, karena terdesak kebutuhan ekonomi.

"Penelitian kami menyimpulkan, masyarakat yang terlibat illegal logging (penebangan hutan secara ilegal), karena mereka membutuhkan uang kas untuk berobat," ungkap Hotlin dalam wawancara khusus dengan BBC Indonesia, Hari Rabu
(25/5) lalu.

"Jadi, kami memutus mata rantai itu, yaitu bagaimana mereka tidak harus menebang hutan untuk membayar biaya pengobatan, yang bisa kami sediakan"

Hotlin Ompusunggu

Dari kondisi inilah, dia bersama sejumlah dokter kemudian mendirikan yayasan yang bergerak di bidang layanan kesehatan sekaligus konservasi hutan - bernama LSM Alam Sehat Lestari, ASRI, yang didirikan 7 tahun lalu.

Lokasinya berada tidak jauh dari Taman Nasional Gunung Palung, yaitu di wilayah Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Sedikitnya ada 60 ribu orang yang tinggal di beberapa desa di sekitar wilayah itu.

Keberadaan Taman Nasional Gunung Palung, seluas 90 ribu hektar, dilaporkan kondisinya terus memprihatinkan, akibat praktek penebangan secara liar.

Sejak 1988 sampai 2002, diperkirakan 38 persen lahan hutan itu berkurang. Padahal hutan ini merupakan habitat orang utan dilindungi yang jumlahnya diperkirakan tinggal 2,500 ekor.

Dengan mencari solusi kongkrit itulah, perempuan kelahiran 1974 ini yakin akan berdampak bagi tindak-lanjut konservsi hutan tersebut.

Sebagai dokter gigi, Hotlin sejak awal ingin menolong orang yang membutuhkan.

"Jadi, kami memutus mata rantai itu, yaitu bagaimana mereka tidak harus menebang hutan untuk membayar biaya pengobatan, yang bisa kami sediakan," jelas alumni Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara, Medan, ini.

Yang membedakan program layanan kesehatan milik ASRI dengan tempat lain, menurutnya, pihaknya memungut biaya yang murah bagi pasien yang berobat.

"Bahkan, mereka mendapat diskon, apabila mereka ikut kegiatan reboisasi dan belajar tentang konservasi," paparnya, lebih lanjut.

Penghargaan Kerajaan Inggris

Atas pengabdiannya dalam upaya konservasi itu, Hotlin bulan April lalu memperoleh penghargaan Whitley Award 2001 dari The Royal Princess, Putri Anne, dari Kerajaan Inggris.

Bersama peraih penghargaan lainnya dari berbagai negara, dia kemudian diundang ke Royal Geografis Society, London, untuk secara khusus menerima penghargaan yang digelar tiap tahun itu.

Penghargaan ini termasuk hibah proyek sebesar 30.000 Poundsterling.

"Dana sebesar itu akan kita gunakan untuk memberikan subsisdi kesehatan yang kita targetkan kepada masyarakat yang telah menjaga hutan," ungkapnya, seraya menambahkan, pihak Whitley akan terus memantau secara ketat penggunaan dana tersebut.

The Whitley Fund for Nature, WFN, sebuah badan amal di Inggris, yang didirikan 18 tahun lalu, sejauh ini telah menghibahkan lebih dari 6 miliar Poundsterling untuk mendukung upaya konservasi.

Kambing untuk janda

Bagi anggota masyarakat yang tidak mampu membayar tunai layanan kesehatan, ASRI meminta kepada orang-orang itu 'membayar' melalui kegiatan yang terkait dengan upaya konservasi.

"Ada beberapa cara pembayaran non-tunai," ungkap Hotlin, "misalnya, mereka bisa menggantinya dengan bekerja di kebun organik, atau membayar dengan cangkang telor, kotoran sapi untuk kompos..."

Cara lainnya, menurutnya, "orang itu dapat bekerja di dapur ASRI, atau menggantinya dengan memberikan bibit untuk kami tanam lagi."

Agar tidak tergantung kepada hutan, para janda itu diberi kambing untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Yang menarik, kata Hotlin, mereka juga memiliki program yang disebut 'kambing untuk janda'.

"Ada satu publikasi yang mengatakan kalau masyarakat punya livestock, seperti kambing, sapi, kerbau, atau ternak yang dipelihara, biasanya hidupnya tidak tergantung kepada hutan, karena ada sumber kehidupan yang lain," jelasnya tentang filosofi di balik program ini.

Sejauh ini mereka telah memberikan 67 ekor kambing kepada 35 orang janda yang tinggal di kawasan tidak jauh Taman Nasional Gunung Palung itu

Dan seperti menjadi misi awal organisasi ini yang menekankan pada upaya konservasi, maka para janda itu diwajibkan "membayar kotoran kambing itu untuk kepentingan pertanian organik milik ASRI."

"Kalau masyarakat punya kambing, sapi, kerbau, atau ternak yang dipelihara, biasanya hidupnya tidak tergantung kepada hutan, karena ada sumber kehidupan yang lain."

Hotlin Ompusunggu

Lebih lanjut Hotlin kemudian bercerita tentang program penting lainnya. Menurutnya, supaya warga tidak tergoda melakukan menebang atau membakar hutan, ASRI akan memberikan layanan kesehatan 'ekstra murah' jika sebuah desa masuk kategori 'desa hijau'.

"Diskon biaya berobat murah, klinik keliling, atau layanan ambulan, dan kacamata gratis, akan kita berikan warga desa itu, kalau penduduknya tidak menebang atau membakar hutan," ungkapnya.

Di sini, menurut Hotli, peran kepala desa akan memegang peranan penting.

Sebaliknya, jika penduduk desa itu diketahui masih membiarkan penduduknya menebang hutan, maka mereka dimasukkan daftar 'desa merah'.

"Inilah upaya kita untuk mencoba mencari terus solusi agar mereka lebih disemangati untuk melindungi hutannya," tandas Hotlin.

Mengapa tertarik konservasi

Lantas, apa yang membuat Anda tertarik dunia konservasi, padahal Anda berprofesi sebagai dokter gigi? Tanya BBC Indonesia.

Hotlin sempat tertawa sebelum menjawab. "Awalnya saya tak begitu tertarik konservasi...he-he-he.. "

Upaya pernyadaran masyarakat agar tidak menebang hutan, membutuhkan waktu tidak sedikit.

Namun menurutnya, sejak masa kanak-kanak, dia sudah tertarik menjadi "tenaga sukarelawan untuk menolong orang yang membutuhkan".

"Saya masih ingat, dulu ingin menolong dan menjadi tenaga sukarewanan kayak ke Somalia, seperti saya lihat di TV di mana banyak anak kelaparan," katanya, mulai bercerita.

Keinginan itu rupanya tidak pupus, walaupun Hotlin meneruskan studi di Fakultas Kedokteran Gigi di Universitas Sumatrera Utara, di Kota Medan.

Setelah lulus sarjana, dia akhirnya bersentuhan langsung dengan masyarakat di daerah-daerah terpencil, yang membutuhkan kehadirannya sebagai dokter.

Di sela-sela kesibukannya, perempuan kelahiran 19 Juli 1974 di wilayah Siguri-guri, Sumatera Utara ini sempat mengambil studi di Inggris selama 1 tahun.

"Saya tertarik sekali, begitu mendengar dari teman saya tentang dokter Kinari, yang punya ide tentang bagaimana mengintegrasikan kesehatan dengan lingkungan."

Hotlin Ompusunggu

"Dan setelah pulang, saya merasa ingin melakukan sesuatu, tidak seperti dokter gigi kebanyakan, yaitu mengembangkan masyarakat, " katanya, berterus-terang.

Di tengah keinginan seperti itulah, Hotlin kemudian bertemu sosok dokter yang disebutnya telah memberi inspirasi bagaimana mengintegrasikan antara kesehatan masyarakat dan konservasi hutan.

"Saya tertarik sekali, begitu mendengar dari teman saya tentang dokter Kinari, yang punya ide tentang bagaimana mengintegrasikan kesehatan dengan lingkungan," katanya dengan bersemangat, seraya menyebut identitas dokter asal Amerika Serikat, Kinari Webb.

Sejumlah laporan menyebutkan, dokter Kinari tertarik melakukan konservasi hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Palung, berangkat dari keprihatinannya terhadap kondisi orang hutan di hutan itu.

Penyadaran masyarakat

Semula tertarik program layanan kesehatan di daerah tertinggal, Hotlin kemudian mendalami soal konservasi lingkungan.

"Saya akhirnya bisa memahami bahwa kemiskinan itu juga dipengaruhi juga oleh keadaan lingkungan yang rusak".

Di tahun 2007, Hotlin bersama dokter Kinari dan beberapa dokter lainnya, membuka program yang mengintegrasikan antara pelayanan kesehatan masyarakat dan program konservasi lingkungan.

Dikenalkan kepada dunia konservasi dan program kesehatan masyarakat, Hotlin akhirnya terjun total di dalamnya.

Tetapi, bagaimana tanggapan keluarga ketika Anda memutuskan terjun dalam kegiatan konservasi di pinggir hutan lebat?

"Ya, dulu mereka berkata apakah tidak ada pilihan lain... Ha-ha-ha... Tetapi saya komunikasikan dengan baik, sehingga keluarga saya akhirnya memahami dan mendukung," jelasnya.

Kepada BBC Indonesia, Hotlin mengaku dirinya juga sempat merasa 'apakah program ASRI ini akan terkesan sia-sia di tengah perusakan hutan yang masal sekarang ini'.

"Ada yang bilang 'conservation is only romantic'..., "katanya seraya tertawa.

Namun dia kemudian buru-buru menambahkan, "Tapi saya lihat sendiri, kalau tak lakukan sesuatu, akan terlambat, kalau harus menunggu lagi".

Hotlin mengaku, upaya konservasi ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit. "Namun kalau tak dimulai sekarang untuk menyadarkan masyarakat, ke depan masyarakat yang sadar lingkungan itu tak akan terjadi".

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.