BBC navigation

Reses berakhir, publikasi hasil 'minim'

Terbaru  9 Mei 2011 - 20:43 WIB
Ruang sidang DPR

Pimpinan DPR berjanji akan memperketat kunjungan ke luar negeri

Hari ini (9/5) DPR kembali memasuki masa sidang setelah reses selama sebulan, tetapi beberapa LSM menduga hanya sedikit dari hasil kunjungan mereka yang dipublikasikan.

Kunjungan kerja dan studi banding DPR di masa reses lalu menjadi sorotan masyarakat karena, menurut beberapa pihak, aktivitas ini hanya menghamburkan anggaran saja.

Koalisi LSM antara lain ICW dan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia, PSHK menyampaikan hasil pemantauan yang menunjukan DPR periode 2004-2009 hanya mempublikasikan hasil kunjungan ke tiga negara dari total 143 kunjungan luar negeri.

Adapun 58 studi banding yang dilakukan sampai Mei 2011 belum pernah dipublikasikan kepada masyarakat. Padahal, kata Ronald Rofiandri dari PSHK, masyarakat berhak mengetahui hasil studi banding yang dilakukan wakilnya.

"Ukuran publikasi yang kami maksud ini adalah satu yang dipublikasikan menggunakan media website, bisa diakses kapan pun," jelasnya.

Ronald juga mengatakan publikasi laporan hasil kunjungan keluar negeri di situs resmi, sebenarnya menguntungkan bagi DPR, yang selama ini sering menuai protes karena disebut tidak bermanfaat dan hanya menghabiskan anggaran saja.

Dalam rapat pertama setelah reses, pimpinan DPR menjanjikan adanya transparansi dan mekanisme yang lebih ketat untuk mengatur kunjungan kerja atau studi banding ke luar negeri oleh anggota DPR.

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan DPR akan melakukan sosialisasi sebelum dan setelah kunjungan kerja atau studi banding keluar negeri.

"Ini adalah sebagai salah satu bentuk apresiasi kami pada masyarakat atas aspirasi yang berkembang terutama dalam kaitan dengan fungsi dewan terkait dengan masalah transparansi dan akuntabilitas publik," kata Taufik Kurniawan.

Sosialisasi, tambahnya, antara lain terkait dengan masalah dana, materi dan tujuan kunjungan.

Hasil kunjungan DPR

Masa reses DPR telah berakhir tetapi hanya sebagian kecil dari hasil kunjungan DPR yang dipublikasikan, lapor Sri Lestari.

Untuk melihat materi ini, JavaScript harus dinyalakan dan Flash terbaru harus dipasang.

Putar dengan media player alternatif

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.