Upaya PT mencegah NII di kampus

Terbaru  27 April 2011 - 19:59 WIB
Universitas Gajah Mada

UGM akan mengeluarkan buku saku sebagai langkah pencegahan

Sejumlah Perguruan Tinggi di pulau Jawa melakukan berbagai upaya mencegah mahasiswanya terbujuk ajakan bergabung oleh kelompok yang diduga sebagai Negara Islam Indonesia (NII).

Direktur Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, Haryanto, menyatakan dalam dua tahun terakhir sedikitnya sepuluh orang mahasiswanya menjadi korban perekrutan organisasi yang diduga NII.

UGM melakukan antisipasi terulangnya kasus, antara lain dengan menyebarkan buku saku berisi petunjuk pada mahasiswa tentang bagaimana kelompok ini beroperasi.

"Preventifnya adalah satu, memberikan semacam satu peta kognitif karena kan ada satu modus. Misalnya, dia dari fakultas ini kok ditanyain soal negara. Saya diajak pengajian, kok pesertanya cuma dua orang," jelas Haryanto.

Menyusul sejumlah kampus, Haryanto mengatakan UGM juga menyediakan tim rehabilitasi untuk membantu korban yang diduga sudah dicuci otak, agar kembali dapat beraktivitas di kampus.

"Tidak semua Polsek yang paham soal NII sehingga laporan-laporan itu diperlakukan sebagai kasus hilang biasa saja"

NII Crisis Centre

Model antisipasi lain yang disiapkan adalan sistem asrama bagi seluruh mahasiswa baru yang diduga menjadi sasaran utama bujukan.

Sistem ini dipakai Institut Pertanian Bogor (IPB) sejak beberapa tahun terakhir, kata Sekretaris Eksekutif IPB, Boni Sukarno.

"Bukan hanya karena kasus ini ya. Tetapi banyak sekali masalah yang bisa kami deteksi lebih dini. Kalau di asrama, masalah sosial, ekonomi dan perselisihan mahasiswa, bisa kami deteksi lebih awal dan kami bisa menyelesaikannya lebih awal," tegas Boni Sukarno.

Kampus lain seperti Univeristas Brawijaya (Unibraw), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), serta ITB di Bandung dilaporkan sejumlah media juga menjadi sasaran rekrutmen.

Di Malang UMM dan Unibraw membenarkan sedikitnya 10 mahasiswa mereka mengalami cuci otak dan penipuan tahun ini.

Polisi lamban

Upaya PT mencegah NII di kampus

Ervan Hardoko melaporkan upaya berbagai universitas di pulau Jawa mencegah operasi gerakan Negara Islam Indonesia merekrut mahasiswa.

Untuk melihat materi ini, JavaScript harus dinyalakan dan Flash terbaru harus dipasang.

Putar dengan media player alternatif

Namun menurut NII Crisis Center, sebuah lembaga yang didirikan sebagai respon atas maraknya kasus rekrutmen dan cuci otak, dalam kurun tiga tahun terakhir sekitar 1.000an orang dilaporkan hilang yang diduga kuat terkait operasi semacam ini. Sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa yang baru menginjak kehidupan kampus.

Ketua Tim Rehabilitasi NII Crisis Center, Sukanto, mengatakan kasus terus bertambah dan makin mengkhawatirkan karena kepolisian sangat lamban menyelesaikan kasus.

"Banyak laporan yang sudah jelas pelakuknya adalah anggota NII. Namun tidak semua Polsek yang paham soal NII dan mereka juga tidak melaporkan kepada pimpinannya, sehingga diperlakukan sebagai kasus hilang saja," tambah Sukanto.

Sejumlah pejabat pemerintahan dan kepolisian beberapa kali menyampaikan pernyataan meyakinkan masyarakat bahwa aparat sedang bekerja. Termasuk seperti yang dinyatakan Menkopolhukam Djoko Suyanto pekan lalu.

Menteri Agama mengumumkan pada Jumat akan bertemu dengan rektor dan pimpinan berbagai universitas di Indonesia, untuk membicarakan upaya antisipasi mengatasi maraknya kasus ini.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.