Ba'asyir bantah terlibat terorisme

Terbaru  25 April 2011 - 19:09 WIB
baasyir

Abu Bakar Baasyir bantah tuduhan keterlibatan dalam kegiatan terorisme

Terdakwa kasus teroris Abu Bakar Ba'asyir membantah kalau dirinya merestui dan mendanai pelatihan militer kelompok teroris Aceh.

Bantahan ini disampaikan Ba'asyir saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pagi tadi (25/4).

Lutfi Haidaroh alias Ubaid, yang sedang menjalani hukuman penjara 10 tahun terkait pelatihan militer di Aceh, adalah orang yang selama ini menyebut kalau Abu Bakar Ba'asyir ikut mendanai dan merestui pelatihan kelompok bersenjata di Pegunungan Jantho, Aceh tahun lalu.

''Dia bukan melaporkan tetapi dia mengajak,'' kata Ba'asyir.

"Saya bilang saya tidak bisa menyalahkan karena ada dalilnya. Tapi karena pakai senjata kami tidak bisa"

Abu Bakar Baasyir

Ba'asyir kemudian menolak ajakan untuk bergabung dari Lutfi Haidaroh tersebut. ''Saya bilang saya tidak bisa menyalahkan karena ada dalilnya. Tapi karena pakai senjata kami tidak bisa,'' tambahnya lagi.

Selain itu Ba'asyir juga menyatakan kalau tuduhan keterlibatan dirinya dalam kegiatan teroris adalah konspirasi Amerika dan menyebut Presiden Indonesia sejak masa Soekarno hingga Yudhoyono sebagai kaum kafir.

Pembelaan Abu Bakar Baasyir

Sigit Purnomo melaporkan tentang bantahan Abu Bakar Basyir bahwa dirinya mendanai pelatihan militer kelompok teroris Aceh.

Untuk melihat materi ini, JavaScript harus dinyalakan dan Flash terbaru harus dipasang.

Putar dengan media player alternatif

Dalam persidangan ini, pendiri pondok pesantren Ngruki ini diancam hukuman seumur hidup atau bahkan hukuman mati jika terbukti bersalah melakukan permufakatan jahat, merencanakan, menggerakkan, hingga memberikan atau meminjamkan dana untuk kegiatan pelatihan militer kelompok terorisme melawan negara.

Tuntutan terhadap Abu Bakar Ba'asyir dijadwalkan akan dibacakan Jaksa pada tanggal 9 Mei mendatang.

Ini bukanlah kasus pertama yang dijalani Ba'asyir, sebelumnya pada tahun 2004 dia pernah dipenjara selama dua tahun atas keterlibatannya dalam peristiwa bom Bali dan bom Hotel JW Marriott.

Pada tahun 2008, lelaki berusia 73 tahun itu mendirikan Jamaah Asharut Tauhid yang secara terbuka mencita-citakan kepemimpinan Islam di Indonesia.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.