Pemerintah mungkin tunda kebijakan BBM bersubsidi

Terbaru  25 Februari 2011 - 10:31 GMT
angkot mikrolet

BBM bersubsidi diperuntukan bagi angkutan umum.

Pemerintah kemungkinan akan menunda pembatasan BBM bersubsidi yang rencananya akan mulai diberlakukan pada bulan April mendatang.

Kenaikan harga minyak dunia yang mencapai US$110 membuat pemerintah merasa perlu melakukan sejumlah kajian lagi sebelum kebijakan itu berlaku.

"Dalam situasi oil price seperti itu dan kita juga harus me-mantain stability harga pangan kita, inflasi dan segala macam lainnya maka kalau menunjukan tanda yang kurang siap maka bisa saja kita tunda," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

"Kalau ditanya sampai kapan ya pokoknya kita bahas dulu seperti apa kajian ini, toh pembahasannya tidak bisa pemerintah sendiri kita sudah putuskan dengan DPR nanti juga bersama DPR."

Selain persoalan harga minyak dunia pemerintah kajian juga akan menyoroti kesiapan teknis uji coba di kawasan Jabodetabek.

"Kita tidak ingin karena harga Pertamax yang tinggi nanti terjadi migrasi pengguna ke premium. Kawan-kawan sedang mengembangkan sistem supaya pelaksnaanya nanti lebih siap," kata Hatta.

Sebelumnya pembatasan bahan bakar bersubsidi direncanakan untuk kendaraan pelat hitam dengan tujuan penghematan subsidi yang mencapai 3,8 triliun rupiah dan menjaga konsumsi bahan bakar tak melebihi 38, 5 juta kiloliter.

Pemerintah sendiri tahun ini menganggarkan subsidi bahan bakar 95,5 triliun rupiah dengan asumsi harga minyak dunia berada di kisaran US$ 80 per barel.

Akibat penundaan ini pemerintah akan menanggung biaya susbsidi antara 3 hingga 6 trilun rupiah selama satu tahun.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.