BBC navigation

Bekas ketua FPI Bekasi Kota dihukum lima bulan

Terbaru  24 Februari 2011 - 12:43 GMT
Murhali Barda (tengah)

Murhali Barda (tengah) setelah divonis pengadilan akan bebas dalam waktu tiga hari

Mantan petinggi Front Pembela Islam (FPI) Kota Bekasi Murhali Barda divonis 5 bulan 15 hari dalam kasus penyerangan dan penusukan jemaat Gereja HKBP bulan September tahun lalu.

Dalam amar putusannya, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Bekasi Wasdi Permana menyatakan, terdakwa terbukti melakukan perbuatan tidak menyenangkan.

"Karena peristiwa tanggal 12 September 2010 merupakan satu rangkaian aksi demo tanggal 1 dan 10 agustus 2010 dimana hal tersebut terlihat dari kehadiran terdakwa dalam aksi demo sebelumnya," kata Hakim Wasdi Permana.

"Serta SMS yang dikirim sekitar iga hari sebelum tanggal 12 September 2010 kepada saksi Ade Firman yang oleh saksi Ade Firman dan kawan-kaan dipahami sebagai undangan atau ajakan untuk melakukan demo terhadap kegiatan ibadat jemaat HKBP," lanjut hakim.

Vonis hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yaitu 6 bulan penjara.

Murhali akan bebas dalam tiga hari mendatang, karena dia telah menjalani sebagian besar masa hukumannya.

Meskipun demikian, terdakwa belum memutuskan untuk banding atau tidak.

Selain Murhali, 10 orang terdakwa lain dalam kasus ini divonis hukuman 5 sampai 7 bulan penjara.

Sementara dua orang terdakwa dibawah umur divonis bebas.

Prihatin

Kuasa hukum jemaat Gereja HKBP Saor Siagian menilai vonis ini terlalu rendah.

"Yang memprihatinkan adalah putusan ini sangat melukai perasaan keadilan korban dan keluarga," ujar Saor Siagian.

"Bagaimana kalau fakta-fakta persidangan menunjukkan ada orang mau dibunuh untung nyawanya selamat dari gangguan dan sudah terbukti ada yang menusuk yang mengherankan putusannya hanya perbuatan tidak menyenangkan," lanjut Saor Siagian.

Insiden penusukan jemaat Gereja HKBP Pondok Timur bulan September tahun lalu mengakibatkan sedikitnya satu orang jemaat terluka pada bagian perut dan seorang pendeta luka memar.

Kasus penyerangan ini diawali serangkaian unjuk rasa warga setempat yang menolak kegiatan ibadat jemaat gereja HKBP di sebuah lahan kosong di Ciketing Asem.

Warga menilai pendirian gereja itu melanggar SKB Menteri tentang pendirian tempat ibadah.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.