Baasyir bantah danai kelompok teroris

Terbaru  24 Februari 2011 - 04:13 GMT

Abu bakar Bassyir didakwa merencanakan dan membiayai aksi terorisme di Indonesia.

Dalam pembacaan pledoinya, Abu Bakar Baasyir membantah semua tudingan jaksa yang dibacakan dalam sidang sebelumnya, Senin (14/2) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Jaksa mendakwa Baasyir bersama Dulmatin menjadi perencana dan penyandang dana bagi pelatiha kelompok bersenjata di Pegunungan Jantho, Aceh tahun lalu.

Selain itu, jaksa juga mendakwa Baasyir memerintahkan untuk melakukan penyerangan terhadap aparat keamanan dan perampokan antara lain perampokan Bank CIMB Niaga Medan yang menewaskan seorang anggota polisi.

Selain membantah terlibat dalam tindakan terorisme, dia kembali menegaskan bahwa dirinya hanyalah korban konspirasi Amerika Serikat dan semua tuduhan yang ditujukan kepadanya adalah tuduhan palsu.

Baasyir terjerat pasal berlapis yangjika terbukti maka Baasyir terancam hukuman penjara seumur hidup bahkan hukuman mati.

Sejumlah dakwaan yang dijatuhkan kepada Baasyir antara lain permufakatan jahat, merencanakan, menggerakkan, hingga memberikan atau meminjamkan dana untuk kegiatan pelatihan militer kelompok terorisme di Aceh Besar.

Sebelumnya Polisi mengatakan memiliki bukti Abu Bakar Baasyir menyumbang baik secara langsung maupun melalui pihak lain kepada kelompok bersenjata di Aceh itu senilai ratusan juta rupiah dan ribuan dollar AS.

Informasi itu diperoleh dari Bendahara Tanzim Alqaeda Serambi Mekah, Lutfi Haidaroh alias Ubaid, yang juga terlibat dalam proses pelatihan di Aceh dan sudah disidang dengan dakwaan ikut mengumpulkan dana dan memiliki senjata api yang digunakan untuk melakukan tindak pidana terorisme.

Ini bukan kali pertama pendiri pondok pesantren Ngruki yang terkenal vokal ini berurusan dengan penegak hukum.

Tahun 2004 dia diganjar hukuman dua tahun enam bulan penjara oleh PN Jaksel karena terbukti bersalah melakukan permufakatan jahat atas keterlibatannya dalam peristiwa bom Bali dan bom Hotel JW Marriott.

Namun Mahkamah Agung belakangan membatalkan vonis Ustad Abu Bakar Baasyir dalam kaitannya dengan bom Bali, dia dibebaskan bulan Juni tahun 2006 setelah sempat dipenjara selama 26 bulan.

Setelah bebas dia kemudian mendirikan Jamaah Asharut Tauhid pada tahun 2008, yang mencita-citakan kepemimpinan Islam.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.