Terbaru  22 Desember 2010 - 09:27 GMT

UNDP puji pemulihan tsunami Aceh

Aceh pasca tsunami, 27 Desember 2010

UNDP mengatakan, pembangunan kembali pasca tsunami "luar biasa" tetapi kekerasan dalam rumah tangga "kekhawatiran besar".

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam melakukan pemulihan "dengan luar biasa" pasca bencana tsunami tahun 2004 yang sangat menghancurkan, tetapi masih banyak tantangan serius yang dihadapi.

Penilaian itu ditulis oleh satu laporan dari Program Pembangunan PBB, UNDP, yang juga menyimpulkan bahwa proses pembangunan kembali di Aceh mengagumkan.

Gempa bulan Desember tahun 2004 di Samudra Hindia memicu tsunami besar dan menewaskan sekitar 250.000 orang di 13 negara. Hampir 170.00 diantaranya adalah warga Aceh.

Laporan UNDP yang dibuat atas permintaan pemerintah daerah otonomi Aceh itu menyatakan pemulihan pasca tsunami yang dicapai kawasan itu "melampaui segala hal yang terbayangkan enam tahun lalu."

"Rakyat Aceh mencapai kemajuan luar biasa dalam pembangunan kembali secara fisik komunitas mereka, tetapi kemajuan lain pada indikator yang penting bagi pengembangan sumber daya manusia masih tetap sulit," kata laporan itu.

Salah satu termiskin

Laporan ini juga menulis bahwa dalam hal kemiskinan, tingkat harapan hidup dan ukuran kualitas hidup lain Aceh masih tertinggal jauh dari sebagian besar daerah lain di Indonesia.

"Konflik militer dan politik selama bertahun-tahun diikuti dengan kondisi ekonomi yang berubah dan bencana alam yang masih tetap terjadi, membuat Aceh saat ini salah satu provinsi termiskin di Indonesia," demikian menurut laporan itu.

Konflik militer dan politik selama bertahun-tahun, dibarengi dengan kondisi ekonomi yang berubah dan bencana alam yang masih tetap terjadi, membuat Aceh saat ini salah satu provinsi termiskin di Indonesia.

Laporan UNDP

Setahun setelah tsunami kelompok separatis Aceh, GAM, menanda tangani kesepakatan perdamaian dengan Jakarta dan para mantan pejuang GAM sekarang mendominasi pemerintahan daerah.

Laporan itu juga menyebutkan Aceh "mencapai kemajuan besar dalam hal partisipasi di arena politik".

Namun laporan itu mengatakan kaum perempuan "masih tidak cukup terwakili dalam pengambilan keputusan di tingkat komunitas" dan bahwa kekerasan dalam rumah tangga merupakan "keprihatinan besar".

Laporan Pengembangan Sumber Daya Manusia pertama bagi Aceh itu berdasarkan data tahun 2008 yang merupakan data terbaru yang dikumpulkan.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.