Terbaru  1 Desember 2010 - 05:39 GMT

Prevalensi HIV di Indonesia rendah

HIV/AIDS

Di beberapa provinsi di Indonesia prevalensi HIV mencapai 5%

Indonesia termasuk dalam kategori epidemi dengan tingkat prevalensi HIV yang rendah di dunia, yaitu sekitar 0,2.%.

Namun Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) memperingatkan bahwa di beberapa provinsi telah melebihi 5% dan penularan utama terjadi pada kelompok pengguna suntik serta pada kelompok yang melakukan hubungan seksual berisiko.

Hal itu terungkap dalam informasi yang dirilis KPA dalam memperingati Hari AIDS Dunia, 1 Desember.

Estimasi dari Kementerian Kesehatan tahun 2009 menyebutkan terdapat sekitar 6,3 juta orang berisiko tertular HIV di Indonesia.

Lebih dari 80% adalah pelanggan penjaja seks dan pasangan seks tetapnya (istri/pacar), diikuti populasi lelaki suka seks dengan lelaki (11%).

Sedangkan estimasi yang menderita HIV saat ini diperkirakan sebesar 186.000 dan sebanyak 26% diantaranya adalah perempuan.

Sampai dengan 30 Juni 2010 dilaporkan terdapat 68.927 orang yang terinfeksi HIV, yaitu 47.157 masih dalam tahap HIV dan 21.770 pada tahap AIDS, yang membutuhkan pengobatan dan perawatan yang lebih intensif.

Peringatan Hari AIDS Dunia di Indonesia tidak berlangsung secara besar-besaran dan hanya dilakukan di Kementerian Pendidikan Nasional bersama Menteri Pendidikan dan Komisi Penanggulangan AIDS.

Sementara itu sekitar 100 perempuan menggelar unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia untuk menentang cara-cara penanganan HIV/AIDS.

Para muslimah Hizbut Tahrir Indonesia itu menentang pembagian kondom dan jarum suntik karena dianggap bisa mendorong perilaku seksual bebas dan pemakaian obat terlarang.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.