Terbaru  26 November 2010 - 17:15 GMT

TKI kurang mendapat pelatihan

maid

Sumiati menjadi contoh TKI bernasib buruk di Arab Saudi

Tudingan bahwa PJTKI tidak cukup memberi pelatihan dalam pengiriman tenaga kerja ke Timur Tengah diterima oleh ketua Himpunan Pengusaha Jasa Penempatan TKI Yunus Muhammad Yamani.

Semestinya para calon TKI menjalani pelatihan dan uji kompetensi yang kesemuanya memakan waktu 200 jam.

Pelatihan meliputi pengenalan bahasa dan adat istiadat negara tujuan serta jenis pekerjaan yang akan dikerjakan.

Oleh Menakertrans Muhaimin Iskandar kurangnya pelatihan disebut sebagai faktor yang ikut menimbulkan persoalan bagi para pekerja domestik yang ada di Timur Tengah.

Yunus Muhammad Yamani mengatakan banyak PJTKI yag hanya memberi latihan sehari atau dua hari lalu langsung memberangkatkan tenaga kerja itu.

Pelatihan ada, tetapi tidak ada mekanisme kontrol dari pemerintah mengenai seberapa lama seseorang dilatih

Yunus Muhammad Yamani

''Pelatihan ada, tetapi tidak ada mekanisme kontrol dari pemerintah mengenai seberapa lama seseorang dilatih,'' kata Yamani.

''Bagaimana wong lima tahun sesudah diundang-undangkan pemerintah tetap belum mempunyai balai latihan untuk tenaga kerja sehingga PJTKI sendiri yang harus menyediakan dan menjalankan latihan itu? Pemerintah tinggal mengesahkannya.''

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, BNP2TKI, mengakui bahwa memang ada persoalan dalam pengawasan.

Namun, ''Departemen tenaga kerja sudah berusaha mendisplinkan mereka dan setahu saya sudah ada PJTKI yang dicabut ijin operasinya karena persoalan ini,'' kata Deputi Penempatan TKI BNP2TKI Ade Adam Nuh.

Persoalan TKI di Timur Tengah setelah belakangan muncul kasus penyiksaan bahkan ada yang hingga meninggal di Arab Saudi.

Menakertrans Muhaimin Iskandar dijadwalkan akan tiba di Arab Saudi (27/11) untuk menekan pemerintah agar bersedia menyepakati sebuah nota kesepakatan yang akan memberi perlindungan kepada TKI yang bekerja di negara tersebut.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.