Terbaru  23 November 2010 - 15:34 GMT

Status Gunung Bromo menjadi Awas

Gunung Bromo

Gunung Bromo terakhir meletus tahun 2004 menewaskan dua orang

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan status Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur, berubah dari Siaga menjadi Awas sejak hari Selasa (23/11) pukul 16.30 WIB.

Dalam situs internetnya, PVMBG menyatakan perubahan status ini disebabkan oleh meningkatnya gempa vulkanik dalam dan gempa vulkanik dangkal di gunung yang tingginya 2329 meter dari permukaan laut.

Kepala Sub Bidang Pengamatan Gunung Api Agus Budianto menjelaskan, "Sejak awal November gempa vulkanik meningkat. Tangal 20 November mencatat erupsi freatik setelah itu getaran tremornya dekat kawah, amplitudonya dari 2-3 milimeter naik menjadi 30 milimeter. Potensi terjadinya kemungkinan erupsi adalah besar."

Menurut Agus, dengan status awas Gunung Bromo ini, "Artinya dalam dalam kawasan tertentu tidak boleh ada aktivitas masyarakat karena dikhawatirkan potensi ancaman dari letusan itu sendiri."

"Sekarang untuk status awas, potensi erupsi lebih besar dibandingkan tanggal 20 November semakin tinggi, dan dikhawatirkan jika ada aktivitas masyarakat di radius 2,5 sampai 3 kilometer, berpotensi terkena ancaman jika terjadi erupsi," kata Agus Budianto.

Menurut PVMBG, status kegiatan Gunung Bromo akan dinaikkan atau diturunkan jika terjadi peningkatan atau penurunan aktivitas yang dipantau dari Pos Pengamatan Gunung Bromo.

Diharap tenang

PVMBG menyatakan "masyarakat di sekitar Gunung Bromo diharap tetap tenang, tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Bromo."

Selanjutnya dikatakan, "guna mengurangi resiko bencana erupsi Gunung Bromo, masyarakat dan pengujung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan mendekati dalam radius 3 km dari kawah aktif".

Masyarakat di sekitar Gunung Bromo diharap tetap tenang, tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Bromo

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

"Area kaldera lautan pasir dalam radius 2,5 km dari kawah aktif harus steril dan tertutup dari aktivitas masyarakat dan wisata," demikian PVMBG.

Mengenai potensi bahaya dari Gunung Bromo, PVMBG menyebutkan aktivitas letusan Gunung Bromo tahun 2004 berlangsung singkat dengan karakter letusan freatik dan ciri-ciri awal yang kurang jelas.

Disebutkan pula, "hembusan asap berwarna putih tipis tekanan lemah, tinggi 100-150 meter di atas bibir kawah, condong ke arah utara."

Dalam letusan tahun 2004, dua orang tewas, satu diantaranya adalah wisatawan asing dan lima lainnya menderita luka-luka.

Gunung Bromo merupakan tujuan wisata populer di Jawa Timur. Sebagian wisatawan bermalam di daerah puncak kawasan Bromo.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.