Terbaru  14 November 2010 - 16:46 GMT

Jamaah haji mulai bergerak ke Arafah

Jamaah Haji menggunakan berbagai angkutan untuk mencapai tujuan mereka

Jamaah Haji menggunakan berbagai angkutan untuk mencapai tujuan mereka

Jamaah haji asal Indonesia mulai bergerak menuju Arafah selepas salat dluhur waktu setempat hari Minggu (14/11).

Mereka Indonesia diharapkan telah berada di Arafah menjelang tengah malam waktu Arab Saudi.

Petugas pelayanan haji Indonesia dikerahkan untuk melakukan sweeping ke pondokan-pondokan jamaah untuk memastikan seluruh jemaah telah terangkut ke Arafah, kata Kepala Daerah Kerja Makkah Cepi Supriatna seperti dikutip kantor berita Antara.

Hari Senin, jamaah haji dari seluruh dunia akan melaksanakan wukuf di Arafah sepanjang satu hari penuh, sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad lebih dari 14 abad lalu.

Sebelum bertolak ke padang Arafah, jamaah hari Minggu mulai bergerak menuju ke lembah Mina, sekitar sekitar tiga kilometer di luar Makkah.

Mereka berjalan kaki atau menumpang kendaraan, dan kehadiran mereka membuat ruas jalur Makkah-Mina padat oleh arus lalulintas.

Tahun ini sekitar 2,5 juta jiwa muslim dari seluruh dunia menunaikan ibadah haji.

Mengawasi pelaksanaan

Sementara itu, kelompok Al-Qaida di Jazirah Arab (AQAP) yang berbasis di negara tetangga Saudi, Yaman menyangkal bahwa mereka akan melakukan suatu tindakan yang bertepatan dengan ibadah haji.

''Kami menentang segala kejahatan terhadap ibadah haji...Haji adalah pilar Islam dan kami tidak ingin untuk menumpahkan darah Muslim, di manapun mereka berada," kata AQAP dalam pernyataan yang dipublikasikan dalam laman Internet yang biasa dipakai oleh pendukungnya.

Pernyataan ini tampaknya menanggapi komentar Mendagri Arab Saudi, Pangeran Nayef bin Abdulaziz al-Saud pekan lalu.

Nayef dilaporkan menyatakan pemerintahnya tidak akan mengesampingkan potensi bahaya yang akan merugikan jamaah haji di Tanah Suci, termasuk isu ancaman Al-Qaida yang akan "mengganggu" pelaksanaan haji.

''Kami tidak mengesampikan operasi apa pun, tapi kami siap untuk menggagalkannya,'' kata Pangeran Nayef, yang juga menjabat wakil kedua perdana menteri, seperti dikutip kantor berita Reuters.

Raja Saudi Abdullah menunjuk Pangeran Nayef mengawasi pelaksanaan ibadah haji tahun ini, sehari setelah para dokter meminta sang raja beristirahat setelah mengalami cedera sendi.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.