Terbaru  30 Agustus 2010 - 08:55 GMT

Kapolri: FPI melakukan banyak aksi kekerasan

Kapolri menyoroti aksi kekerasan oleh beberapa ormas

Kapolri menyoroti aksi kekerasan oleh beberapa ormas

Kapolri menyatakan Front Pembela Islam (FPI) termasuk ormas yang melakukan banyak aksi kekerasan tahun 2007-2010.

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menyatakan penilaian itu di depan rapat gabungan komisi DPR RI dan pemerintah mengenai organisasi kemasyarakatan (ormas), hari Senin (30/8).

Kapolri menambahkan, ormas lain yang terlibat dalam aksi kekerasan adalah Forum Betawi Rempug, FBR, dan Barisan Muda Betawi.

Beberapa pihak menilai beberapa ormas berani melakukan tindak kekerasan, karena aparat tidak tegas terhadap mereka.

AKSI KEKERASAN ORMAS

  • 2007: 10 tindak kekerasan oleh FPI
  • 2008: 8 tindak kekerasan oleh FPI dan FBR
  • 2009: 40 tindak kekerasan oleh FPI, FBR dan Barisan Pemuda Betawi
  • 2010: 49 tindak kekerasan oleh FPI

Namun, di depan DPR hari Senin, Jenderal Bambang mengatakan lembaganya akan menindak tegas ormas yang melakukan tindak kekerasan. ''Kalau ada kesan ragu-ragun, sekarang tidak ada lagi,'' kata Bambang seperti dilaporkan wartawan BBC Dewi Safitri.

Beberapa kalangan mendesak aparat penegak hukum membubarkan ormas yang kerap melakukan tindak kekerasan.

Dalam pertemuan dengan DPR, Kaporli mengatakan Kapolri berpandangan, pembekuan ormas perlu dilakukan.

"Kalau ada sanksi seharusnya ada pembekuan bagi ormas yang sudah berulangkali melakukan kekerasan," kata Kapolri.

Namun, sanksi terhadap ormas-ormas ini belum diatur dalam UU Nomor 8 tahun 1985. Oleh karena itu, Kapolri mengusulkan perlunya revisi atas ketentuan UU tersebut.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.