Terbaru  20 Agustus 2010 - 09:41 GMT

Pemda Surabaya kaji pengelola baru KBS

Hewan mati di KBS

Tiga ratusan hewan mati diduga akibat sengketa pengelolaan KBS

Setelah Departemen Kehutanan mencabut izin pengelolaan Kebun Binatang Surabaya (KBS), pemerintah daerah Jawa Timur kini mencari pengelola baru.

Surat pencabutan ditandatangani Menteri kehutanan Zulkifli Hasan Kamis (19/08) kemarin, disertai penjelasan untuk sementara pengelolaan KBS akan berada dibawah sebuah tim yang ditunjuk Menhut.

Selanjutnya izin pengelolaan yang semula dikantongi Lembaga Konservasi Kebun Binatang Surabaya itu, akan dialihkan pada pengelola baru.

"Saat ini Gubernur sedang membahas dengan cermat dan hati-hati, siapa yang layak diserahi tanggung jawab tersebut," kata wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf.

Saifullah mengaku sudah mendapat telepon dari Menhut Jumat (21/08) pagi, untuk memastikan Kementrian kehutanan memberikan waktu pada Pemda Jawa Timur mencari pengelola KBS yang tepat.

"Selama Gubernur belum menemukan siapa pengelola yang cocok, maka pengelolaan akan tetap dipegang oleh tim yang ditunjuk Menhut," kata Saifullah.

Sementara saat ini Gubernur Soekarwo, tambah Saifullah, tengah mengkaji sejumlah calon yang dianggap laik memimpin pengelolaan KBS.

Pengelola baru menurut Saifullah bisa berasal dari kepengurusan lama maupun baru KBS yang berseteru, namun yang bersangkutan tidak boleh punya kepentingan serta harus mengutamakan keselamatan KBS dibanding keuntungan.

"Satu harus bebas kepentingan, dua, punya uang tapi tidak mengharapkan keuntungan," tegas Saifullah.

KBS didirikan tahun 1932 dan telah menjadi kebanggaan kota Surabaya karena ribuan koleksi faunanya.

Sejak dua tahun terakhir layanan di KBS menurun akibat perebutan hak pengelolaan dan mengakibatkan sekitar 300 hewan koleksinya mati akibat dugaan kelalaian pemeliharaan.

Polisi hari ini melakukan otopsi terhadap sejumlah hewan yang mati dalam sepekan terakhir atas desakan Gubernur yang menduga ada kesengajaan dalam kematian hewan-hewan tersebut.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.