Terbaru  15 Agustus 2010 - 11:38 GMT

Gereja gelar kebaktian di depan istana

Kebaktian di depan Istana. Foto Heyder Affan

Sebagian besar adalah jemaat Gereja HKBP Bekasi yang dilarang beribadah

Sekitar seratus orang anggota Gereja HKBP Bekasi dan lainnya hari ini menggelar kebaktian di depan Istana Merdeka Jakarta.

Kebaktian ini digelar sebagai bentuk protes terhadap kasus pelarangan beribadah jemaat Gereja HKBP di Bekasi, Jawa Barat, Hari Minggu 8 Agustus lalu.

"Kami tidak bisa berdoa di daerah kami, maka kami akan berdoa di Istana," kata salah-seorang anggota HKBP.

Mereka juga meminta perhatian pemerintah atas maraknya penutupan gereja dan kekerasan atas nama agama.

"Kami bukan warga kelas dua di negara ini," teriak seorang jemaat lainnya, dalam bagian doanya, yang kemudian disambut yel-yel anggota gereja lainnya.

Dipimpin sejumlah pendeta, para jemaat gereja itu berkeruman di depan Istana Merdeka. Sebagian membawa kitab Injil dan bendera merah putih yang kemudian dikibar-kibarkan.

Doa-doa kemudian dibacakan oleh beberapa pendeta, yang kemudian dilanjutkan senandung puji-pujian.

Sejumlah politisi seperti Muchtar Pakpahan, beberapa pengacara serta tokoh masyarakat Kristen terdapat diantara jemaat gereja.

"Seharusnya kebebasan beribadat itu dilindungi. Tapi apa yang terjadi di Bekasi, itu membuktikan sebaliknya," tandas salah-seorang politisi Partai Damai Sejahtera Carol Daniel Kadang kepada wartawan, disela-sela kebaktian itu.

Forum Solidaritas Kebebasan Beragama. Foto Heyder Affan

Mereka menuntut ketegasan presiden terhadap ormas anarkis

Dalam acara ini, para jemaat meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertindak tegas terhadap para pelaku yang melarang kebebasan beribadah itu.

Kebebasan Beragama

Kebaktian ini juga didukung aksi keprihatinan oleh sejumlah tokoh masyarakat, LSM, serta tokoh lintas agama.

Mereka tergabung dalam Forum Solidaritas Kebebasan Beragama, yang juga menyertakan orang-orang yang peduli terhadap kebebasan beragama.

Diantara para pendemo terdapat Ulil Absar Abdalla, aktivis Jaringan Islam Liberal.

Ulil secara tegas menentang cara-cara kelompok massa tertentu yang melakukan penyerangan jemaat gereja HKBP di Bekasi

"Aturan rumah pribadi dilarang dijadikan tempat ibadah itu bertentangan. Harusnya aturan itu direvisi, seharusnya tiap orang beribadah dimana pun adalah haknya," kata Ulil.

Namun aksi keprihatinan ini dihadang oleh aparat kepolisian, sehingga mereka tidak dapat bergabung dengan para jemaat gereja di depan Istana Merdeka.

Mereka kemudian melanjutkan aksinya di depan Tugu Monas dan bergabung dengan ratusan orang lain untuk melakukan orasi yang berakhir secara damai hari Minggu sore.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.