Terbaru  6 Agustus 2010 - 13:22 GMT

Buku komik Ali Imron

Ali Imran

Ali Imron diganjar penjara seumur hidup karena terlibat bom bali I

Pengalaman terpidana teroris serangan bom Bali pertama tahun 2002, Ali Imron, dibukukan dalam bentuk buku komik yang berjudul Ketika Nurani Berbicara.

Buku yang diterbitkan oleh LSM Lazuardi Biru ini dibuat berdasarkan satu penelitian yang dilakukan kelompok ini.

"Ini adalah hasil penelitian selama setahun tentang bagaimana Ali Imron terkait dan terlibat dalam Bom Bali I, kemudian sampai tertangkap dan ada penyesalan ketika dia tertangkap," ujar Dhyah Madya Ruth, ketua Lazuardi Birru, kepada BBC Indonesia.

"Ini sebenarnya satu biografi tetapi karena organisasi kami memiliki misi pendidikan, jadi kami berusaha mengkaitkannya dengan bagaimana mencegah generasi ke depan tidak terkait atau terlibat .

Untuk melihat materi ini, JavaScript harus dinyalakan dan Flash terbaru harus dipasang.

Tukar format AV

"Jadi dalam buku ini ada langkah-langkah bagaimana untuk tidak terlibat atau terkait dalam kegiatan seperti itu," tambahnya.

Buku Ketika Nurani Berbicara dimulai saat Ali Imron ditangkap dan teringat kembali pada perjalanan hidupnya saat bom bali terjadi, kisah dia saat menjadi buronan dan tertangkap. Juga ada rincian situasi di tempat kejadian serangan bom itu berupa pengalaman seorang ibu yang mencari suaminya dan pengalaman Haji Bambang dalam membantu korban.

Buku ini menurut Dhyah Madya Ruth dibuat dengan benar sesuai dengan fakta karena merupakan hasil penelitian.

"Detik per detik peristiwa dan tokoh-tokoh yang ada dalam buku ini tidak ada yang direkayasa. Kemudian kejadiannya itu juga kami gambarkan serinci dan seakurat mungkin," ujar Dhyah Madya Ruth.

Dia mengatakan medium komik dipakai karena kelompoknya memiliki fokus perhatian pada anak muda sehingga dicari medium yang enak dinikmati oleh mereka dengan menggunakan bahasa yang tidak berat tetapi pesan buku itu sampai.

Penyesalan

Ali Imron adalah salah satu anggota tim inti aksi serangan bom Bali tahun 2001 dan dia mengaku bertugas sebagai pihak yang meracik dan mengolah bahan peledak menjadi bom yang kemudian diledakkan di luar bar Sari Club di daerah pantai Kuta.

Tiga orang pelaku serangan ini -Amrozi, Ali Gufron dan Imam Samudra- dijatuhi hukuman mati dan telah dieksekusi.

Pembom bali

Tiga pelaku serangan bom Bali I telah dieksekusi mati

Pengadilan menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Ali Imron, lebih ringan dari tuntutan hukuman mati yang diajukan oleh jaksa penuntut. Keringanan hukuman ini dikaitkan dengan rasa penyesalan atas keterlibatannya dalam serangan bom yang menewaskan lebih dari 200 orang itu.

"Tujuan buku ini sederhana, berbagi pengalaman Ali Imron karena dia menyesal telah melakukan tindakan yang terkait terorisme. Dia tidak ingin ada generasi muda mengikuti atau melakukan apa yang dia lakukan itu," ujar Dhyah Madya Ruth ketua LSM Lazuardi Birru yang menerbitkan buku itu.

Dyah Madya Ruth menambahkan bahwa dalam melakukan penelitian yang kemudian menjadi bahan buku komik ini timnya mengalami kesulitan di awal terkait dengan status Ali Imron sebagai narapidana.

"Komunikasi sulit karena juga belum kenal. Ditambah lagi sistem birokrasi yang agak susah sehingga ada batasan-batasan. Tidak mudah bagi Ali Imrron membuka diri untuk menceritakan semuanya," kata Dyah Madya Ruth yang menambahkan bahwa diperlukan waktu hampir satu tahun sampai Ali Imron benar-benar menceritakan semua pengalamannya.

LSM ini telah mencetak 10.000 eksemplar buku komik yang berjudul Ketika Nurani Berbicara ini dan sebagian besar, sebanyak 8.000, akan dibagikan secara gratis kepada sekolah dan pesantren di Indonesia, sementara 2.000 akan disebar ke perpusatakaan umum dan organisasi-organisasi terkait.

"Kami adalah organisasi non-profit jadi kami tidak akan menjual buku ini untuk kepentingan finansial," ujar Dyah Madya Ruth yang mengatakan baru akan menjual buku komik itu jika terdapat sisa dari 2.000 yang dialokasi untuk perpustakaan umum.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.