Terbaru  9 Agustus 2010 - 08:29 GMT

Kapal cepat tenggelam di Seram

Ambon

Dalam satu bulan dua kapal tengelam dihantam ombak perairan Ambon dan menimbulkan korban jiwa.

Sebuah kapal cepat yang bermuatan 16 penumpang mengalami kecelakaan dan tenggelam di perairan sekitar Pulau Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, hari Kamis (5/8).

Laporan sementara menyebutkan sebanyak sembilan dari enambelas penumpang speedboat yang tenggelam Kamis malam masih belum ditemukan.

Kapal tersebut tenggelam saat melakukan perjalanan dari Pulau Manipa menuju Ambon.

Pejabat daerah setempat mengatakan kecelakaan seharusnya bisa dihindari jika pengelola kapal mematuhi peringatan yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, BMKG setempat.

"Ini terjadi karena pengelola dan pengguna tidak mau mematuhi peringatan dari BMKG," kata Asisten Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Seram Bagian Barat, Ronal Siloy seperti dikutip dari Antara.

Menurutnya, peringatan dari BMKG tentang buruknya kondisi cuaca di perairan itu telah berkali-kali disampaikan oleh pemerintah setempat.

Cuaca

Dari tujuh korban yang yang berhasil ditemukan sesaat setelah kecelakaan itu terjadi satu di antaranya dilaporkan telah meninggal.

Pencarian terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daera Maluku bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informatika Kabupaten Seram Bagian Barat.

kami berencana untuk meminta bantuan pesawat milik Angkatan Laut jika cuaca masih terus memburuk.

Benny Gasperz

"Kami mengerahkan satu kapal milik SAR dari Ambon dan mengangkut 18 petugas penyelamat," kata Kepala Dinas Perhubungan Maluku, Benny Gaspersz kepada BBCIndonesia.

Dia mengatakan pencarian terhambat akibat cuaca buruk disekitar lokasi kecelakaan.

"Kapal masih melakukan pencarian tapi terhambat oleh ombak yang besar, kami berencana untuk meminta bantuan pesawat dari Angkatan Laut jika cuaca masih terus memburuk besok."

Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu sebelumnya memang sudah memerintahkan anak buahnya untuk melakukan pencarian kapal yang tenggelam tersebut.

Ini merupakan kecelakaan kapal kedua yang terjadi di perairan yang sama dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

"Sebelumnya sebuah kapal ketinting yang bermuatan tujuh orang juga pernah tenggelam di perairan tersebut akibat ombak besar. Ketujuh penumpangnya saat itu dilporkan hilang ," kata Benny.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.