Terbaru  2 Agustus 2010 - 09:13 GMT

74 kasus Rabies di Bali

Vaksinasi anjing diharapkan bisa membendung virus rabies

Vaksinasi anjing diharapkan bisa membendung virus rabies

Kasus penyakit rabies akibat gigitan anjing di Bali bertambah sejak akhir 2008 hingga mencapai 74 kasus hingga Juli 2010.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Nyoman Sutedja memastikan 35 orang positif meninggal akibat rabies dari 74 kasus tersebut.

Menurut Nyoman Sutedja, kepastian angka kematian yang mencapai 35 orang tersebut dikonfirmasi melalui proses laboratorium, sedangkan sisanya hanya diduga atau suspect karena belum sempat diuji laboratorium.

Kasus kematian akibat rabies terakhir terjadi pada tanggal 22 Juli pekan lalu dialami oleh seorang wanita berusia 40 tahun.

Nyoman Sutedja mengatakan kasus rabies masih terjadi akibat pergerakan anjing yang sangat luas di Bali

''Karena budaya di Bali memang senang memelihara anjing. Yang berbahaya adalah 74% anjing peliharaan ini sulit dipantau karena dilepas bebas, hanya 26% yang diikat sehingga rabies mudah menyebar dan sulit bagi dinas terkait untuk memvaksinasi''.

''Saat ini kami tengah bekerjasama dengan perangkat desa untuk pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan kultural agar masyarakat mau bekerja sama agar mau memvaksin anjing mereka dan tidak melepas secara bebas''.

Kepercayaan

Selama ini berdasarkan kepercayaan Hindu Bali, anjing dipercaya sebagai pembawa warga ke surga.

Di Bali anjing memang sering terlihat bebas berkeliaran disejumlah sudut kota di Provinsi dengan populasi penduduk

Nyoman menambahkan kalau vaksinasi massal terhadap anjing sudah dilaksanakan sejak Juli 2010.

Meski vaksin rabies mencukupi, Nyoman mengakui kalau ada keterbatasan petugas untuk sosialisasi dan vaksinisasi di lapangan.

Yang berbahaya adalah 74% anjing peliharaan ini sulit dipantau karena dilepas bebas

Nyoman Sutedja

Keterbatasan ini yang membuat proses vaksinasi anjing baru mencapai 20% saja.

Sedangkan, vaksin untuk manusia yang sebelumnya dilaporkan kurang, kini Dinas Kesehatan Bali menyatakan kalau kekurangan itu sudah dipenuhi pada bulan Agustus ini.

Vaksinasi terhadap anjing ini dianggap lebih penting ketimbang membunuh anjing yang sudah terjangkit rabies.

Sebelumnya, Provinsi Bali sempat memusnahkan sekitar 600.000 anjing dan sempat mendapat protes dari lembaga pemerhati binatang.

Data badan kesehatan dunia WHO menyebut setiap tahun ada sekitar 55.000 orang yang terinfeksi rabies, kebanyakan adalah anak-anak dengan hampir 60% kematian akibat digigit anjing terjadi di Asia.

Masa inkubasi rabies setelah digigit anjing bisa berlangsung selama beberapa minggu, bulan atau setahun, dengan gejala awal yang mirip penyakit flu biasa seperti kepala pusing, kelelahan dan demam. Selanjutnya diikuti dengan masalah pernafasan, takut air, kelumpuhan dan koma.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.