Terbaru  12 Juli 2010 - 09:59 GMT

LSM dan Kapolri bahas kasus rekening

Mata uang rupiah

Polisi akan jelaskan kasus rekening perwira pekan ini

Sejumlah aktivis anti korupsi dan HAM bertemu dengan Kapolri untuk mempertanyakan kelanjutan masalah rekening mencurigakan milik perwira tinggi Polri dan kasus kekerasan terhadap pegiat ICW Tama Satrya Langkun

Dugaan rekening bermasalah diketahui dari laporan hasil analisis (LHA) Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tahun 2005-2010. Total laporan itu mencapai 1.100 rekening.

Dalam pertemuan itu, Kapolri Bambang Hendarso Danuri memastikan akan menjelaskan kasus rekening yang diduga bermasalah pada pekan ini. Seperti disampaikan Danang Widiyoko dari ICW usai pertemuan dengan Kapolri.

"Yang saya tangkap Polisi akan melaporkan kepada PPATK berapa banyak rekening yang sudah diselidiki, dan dibatalkan penyidikannya karena pemilik rekening sudah pensiun, atau bahkan meninggal dunia, " kata Danang.

Dia mengatakan masih menunggu keterangan resmi dari kepolisian berkaitan kasus rekening bermasalah itu.

"Kita masih belum jelas benar, apa yang akan dipakai oleh polri, aturan internal polisi, UU Anti Korupsi atau UU Tindak Pidana Pencucian Uang," kata Danang.

Danang mengatakan dalam kasus itu jika digunakan aturan internal polri, maka sanksi yang berlaku adalah sanksi internal.

Tetapi menurut UU anti korupsi, unsur gratifikasi sudah terpenuhi dalam kasus kepemilikan dana miliaran rupiah di rekening perwira tinggi, karena diduga tidak dilaporkan kepada KPK.

"Harusnya menggunakan UU anti korupsi dan money laundering, tidak cukup dengan aturan internal saja," kata Danang.

ICW sudah melaporkan kasus kepemilikan rekening miliaran rupiah ini kepada Satgas pemberantasan mafia hukum dan Komisi Pemberantasan Korupsi KPK.

Pimpinan KPK Bibit Samad Rianto mengatakan KPK masih menyelidiki laporan yang disampaikan ICW mengenai kepemilikan dana miliaran rupiah dalam rekening perwira tinggi kepolisian.

KPK mengaku sudah membentuk tim untuk kasus rekening perwira tinggi polri ini, dan status perkara sudah pada tahap pra-penyelidikan.

Kekerasan aktivis

Kapolri mengatakan tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap Tama itu dilakukan secara terencana secara matang

Usman Hamid

Dalam pertemuan dengan aktivis HAM dan Anti korupsi Sening siang (12/7) Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menyampaikan hasil penyelidikan polisi terhadap pelaku kekerasan terhadap aktivis ICW Tama Satrya Langkun sudah mengarah pada titik terang.

"Identitas pelaku dan kelompok sudah diketahui, dan polisi masih mengumpulkan bukti untuk segera melakukan penangkapan terhadap pelaku kekerasan terhadap Tama," kata Usman, "Kapolri mengatakan tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap Tama itu dilakukan secara terencana secara matang".

Tama merupakan salah satu pelapor kasus rekening perwira tinggi Polri ke KPK. Seperti diberitakan pegiat akti korupsi Tama Satrya Langkun dianiaya orang tak dikenal di kawasan Duren Tiga, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Kamis (8/7) pagi.

Kasus ini terjadi dua hari setelah pelemparan bom molotov ke kantor redaksi Majalah Tempo oleh orang tak dikenal.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.