Terbaru  6 April 2010 - 10:53 GMT

Bank Indonesia pertahankan BI rate

Bank Indonesia

BI pertahankan suku bunga acuan

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 6 April 2010 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate pada tingkat 6,5%.

Dalam pernyataan pers di situsnya BI meniilai BI Rate pada tingkatan tersebut masih konsisten dengan pencapaian sasaran inflasi tahun 2010 dan 2011 sebesar 5%±1%.

Dewan Gubernur juga memandang bahwa BI Rate tersebut diyakini masih kondusif bagi upaya memperkuat proses pemulihan perekonomian, menjaga stabilitas keuangan, serta mendorong intermediasi perbankan.

Bank Indonesia juga berkeyakinan kalau penguatan ekonomi domestik akan terus berlanjut didukung kinerja ekonomi global yang semakin kondusif.

Perkembangan hingga triwulan I-2010 menunjukkan pemulihan ekonomi global, terutama di Amerika Serikat, Cina dan India, berlangsung lebih cepat dan lebih kuat dari perkiraan semula.

Sementara itu, penyelesaian krisis utang Yunani sejauh ini direspon positif oleh pelaku ekonomi dan hanya berdampak terbatas di pasar finansial.

Pemulihan ekonomi global yang disertai dengan perbaikan persepsi risiko telah mendorong optimisme yang semakin kuat di pasar finansial dan pasar komoditas sebagaimana dicerminkan oleh indikator pasar modal, harga komoditas dan volume perdagangan dunia yang meningkat lebih tinggi dari perkiraan semula.

Demikian juga halnya dengan peningkatan arus modal masuk global ke emerging markets, termasuk Indonesia.

Penguatan ekonomi domestik tercermin pada perkembangan sisi eksternal yang membaik, nilai tukar yang menguat, stabilitas harga yang terjaga, dan prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

indonesian curency

Nilai tukar rupiah mengalami penguatan

Bank Indonesia juga mengumunkan cadangan devisa Indonesia sampai dengan akhir triwulan I-2010 mencapai USD71,8 miliar atau setara dengan 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.

Nilai tukar Rupiah dalam tren menguat sejalan dengan fundamental perekonomian yang membaik dan risiko investasi yang menurun. Selama triwulan I-2010, Rupiah secara rata-rata mencatat penguatan sebesar 2,2%.

Sementara terkait Inflasi dalam hitungan BI tekanan inflasi pada triwulan I-2010 cenderung menurun ditandai oleh deflasi pada Maret 2010 sebesar 0,14%(mtm) sehingga secara tahunan inflasi IHK mencapai 3,43% (yoy).

Di sektor keuangan, stabilitas sistem perbankan tetap terjaga, disertai oleh rasio permodalan yang cukup tinggi dan rasio kredit macet pada tingkat yang rendah. Kestabilan sistem perbankan tercermin pada Financial Stability Index (FSI) yang pada akhir Maret 2010 masih cenderung menurun dan terjaga di bawah batas indikatif maksimum yang ditetapkan.

Walaupun fungsi intermediasi perbankan masih belum seperti yang diharapkan, pertumbuhan kredit hingga akhir Maret 2010 tercatat sebesar 11% (yoy) sejalan dengan meningkatnya keyakinan pelaku ekonomi terhadap prospek perekonomian yang semakin membaik.

Di sisi mikro, industri perbankan menunjukkan perkembangan yang tetap stabil sebagaimana tercermin pada tingginya rasio kecukupan modal (CAR/Capital Adequacy Ratio) dan terjaganya rasio kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) gross di bawah 5%.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.