Terbaru  5 April 2010 - 14:54 GMT

Panda hadir di sidang suap DPR

DPR

Dugaan suap anggota DPR sehubungan pemilihan Deputi Gubernur Senior BI

Dua anggota DPR Fraksi PDI-Perjuangan memberikan kesaksian yang saling bertentangan dalam sidang kasus suap proses pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.

Panda Nababan membantah tuduhan membagi-bagikan uang suap, sementara rekannya, Emir Moeis, tidak membantah.

Keduanya juga sempat ditegur oleh majelis hakim dalam sidang perkara kasus suap dengan terdakwa Dudhie Makmun Murod.

Dalam sidang tersebut Panda mengaku bertemu dengan calon Deputi Gubernur Senior saat itu, Miranda Gultom, yang diusulkan oleh sejumlah anggota fraksinya untuk mengenal sosok Miranda.

Namun Panda menolak dituduh mengetahui adanya sejumlah aliran dana kepada sejumlah anggota fraksi PDI-Perjuangan.

"Maka itu terus terang yang mulia bahwa saya kemudian dengar ada perintah dari saya itu, buat saya itu mengagetkan," kata Panda Nababan.

Berbeda keterangan

Dud, kau jangan sebutlah nama abang. Nanti aku bisa bantu kau. Ini buktinya, SMS.

Dudhie Makmun Murod

Tetapi saksi lainnya Emir Moeis, justru menerangkan bahwa Panda mengetahui proses pemberian sejumlah dana kepada politisi dari PDI Perjuangan.

"Saya bilang saya tidak mau terima uang gini-ginian, uang Miranda ini ya..." kata Emir Moeis kepada majelis hakim mengenang pembicaraannya dengan Panda Nababan.

Peran Panda Nababan yang disebut mengetahui terjadinya dugaan suap ini juga dikuatkan oleh keterangan terdakwa Dudhie Makmun Murod.

"Dud, kau jangan sebutlah nama abang. Nanti aku bisa bantu kau. Ini buktinya, SMS," kata Dudhie Makmun Murod.

Sidang seharusnya juga mendengarkan saksi kunci lain yaitu Nunun Nurbaeti, istri mantan Wakapolri Adang Dorodjatun -yang disebut berperan mengalirkan dana tersebut- namun tidak hadir.

Dalam dakwaan jaksa menyebutkan cek suap untuk para politisi di DPR ini merupakan imbalan atas terpilihnya Miranda sebagai Deputi Gubernur Senior BI 2004 lalu.

Miranda sendiri membantah tuduhan itu dalam persidangan pekan lalu.

Perkara ini selain melibatkan beberapa politisi PDI Perjuangan, juga menyeret politisi Golkar, P-3, dan seorang anggota Fraksi TNI/Polri.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.