Terbaru  5 Februari 2010 - 12:58 GMT

Pegawai bank jadi tersangka

ATM

Perhimpunan perbankan menyarankan nasabah mengganti PIN secara berkala

Polisi menyatakan satu lagi pegawai sebuah bank swasta sebagai tersangka kasus pembobolan dana nasabah melalui mesin anjungan tunai mandiri, ATM.

Pekan lalu, polisi juga menetapkan seorang pegawai bank terpisah sebagai tersangka.

Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Ito Sumardi mengatakan kedua tersangka masih berstatus karyawan dua bank swasta nasional,saat operasi pembobolan dana nasabah itu dilakukan.

Dia menambahkan kedua tersangka bekerja di bagian kartu kredit dan mempunyai akses informasi seputar rekening nasabah yang menjadi korban.

"Dia sudah pindah bank dan memiliki otoritas. Dia juga mempunyai kode-kode yang seharusnya tidak disampaikan kepada orang umum," kata Ito Sumardi.

Ganti PIN

Polisi menyatakan dua orang ini bertugas memberi informasi nilai rekening nasabah kepada tersangka lain.

Ketua Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional Sigit Pramono mengakui keterlibatan orang dalam kasus ini, yang menurutnya sulit dikendalikan.

Sigit menyarankan agar nasabah mengganti kode nomor identitas kartu secara berkala untuk mencegah pembobolan.

...jangan pernah kembali ke PIN lama kalau sudah diganti

Sigit Pramono

"...begitu anda mengganti PIN, . Saya jamin transaksi aman dan tidak terjadi resiko pembobolan lagi," jelasnya.

Menurut Sigit Pramono, sejauh ini terdapat sekitar lima bank yang dana nasabahnya dibobol melalui mesin ATM.

Salah satu bank yang menjadi sasaran aksi adalah Bank Central Asia dengan kerugian sekitar Rp 4,9 miliaar.

Adapun total kerugian akibat kejahatan dengan menggunakan mesin ATM mencapai Rp 20 miliar.

Polisi sejauh ini masih menyelidiki kemungkinan keterlibatan sindikat asing. Seorang warga Bulgaria yang masuk daftar pencarian orang, disebut terlibat kasus serupa di Bali, akhir Januari lalu.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.