Terbaru 6 Januari 2010 - 13:48 GMT

Polisi pantau mafia hukum

Polri

Kapolri memperingatkan anggotanya agar tidak terlibat mafia hukum

Kepolisian Indonesia menyatakan telah mengambil sejumlah langkah untuk mendukung upaya pemberantasan mafia hukum, termasuk juga mendukung Satgas Pemberantasan Mafia Hukum yang dibentuk presiden.

Kepala Polri Jendral (Pol) Bambang Hendarso Danuri memperingatkan kepada para anggotanya agar tidak terlibat dalam jaringan mafia hukum.

"Jajaran yang aneh-aneh, masih mau main-main, risiko ada pada para pimpinan itu sendiri," kata Bambang di Jakarta hari Rabu.

Polisi juga berencana untuk mengendus jaringan mafia hukum yang melibatkan anggotanya.

Kepala Badan Reserse dan Kriminal, Komjen Ito Sumardi menjelaskan, dia akan mengamati penanganan perkara oleh penyidik yang berada di bawahnya.

Jajaran yang aneh-aneh, masih mau main-main, risiko ada pada para pimpinan itu sendiri

Kapolri Jendral (Pol) Bambang Hendarso Danuri

"Yang paling memudahkan adalah melalui gelar perkara. Dari gelar perkara kita bisa melihat adanya satu penyimpangan," kata Ito.

Polisi juga menerapakan langkah pencegahan lainnya, seperti pemasangan video CCTV di ruang penyidikan dan peningkatan kualitas pendidikan anggota polisi.

Masih pesimistis

Namun sejumlah langkah ini dianggap belum cukup untuk memberantas mafia hukum. Pengamat dari lembaga pemantau korupsi ICW, Illian Deta Sari, menilai langkah tadi belum memecahkan masalah secara mendasar dan memulihkan kepercayaan publik.

Menurutnya untuk saat ini kesungguhan polisi dalam memberantas mafia hukum bisa dilihat dari kesungguhan mereka dalam menangani anggotanya yang tersangkut perkara yang melibatkan Anggodo Widjojo.

"Kalau memang mau menunjukkan keseriusan menangani mafia hukum, ditengah titik rendah kepercayaan masyarakat, ya harus dimulai dengan Anggodo. Bagaimana Anggodo bisa berhubungan dengan pejabat kepolisian, atau bahwa ada penyidik yang berkoordinasi dengan Anggodo," kata Illian Deta Sari.

"Dalam kasus-kasus penyimpangan ini seharusnya polisi bisa berbesar hati menangani dan melakukan tindakan serius, bukan lagi mengedepankan esprit de corps atau semangat kekeluargaannya yang begitu besar dan membabi buta," tambah Illian.

Illian menambahkan, kepolisian dan kejaksaan juga harus mengevaluasi pimpinannya karena menurutnya kriminalisasi sebagian pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang diduga melibatkan Anggodo Widjojo berada dibawah jajaran kepemimpinan saat ini.

Nama Anggodo muncul dalam rekaman penyadapan KPK ketika komisi itu berupaya menangkap kakaknya, Anggoro Widjojo, yang menjadi buronan kasus korupsi.

Satgas Pemberantasan Mafia Hukum dan KPK mengakui jaringan mafia hukum ini memang tidak mudah dibongkar karena sulit dibuktikan keberadaannya.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.