Nigerian challenging a ban on protest

  • 3 Juni 2014
Nigeria
'Bring Back Our Girls' campaigners say their daily protests have been peaceful.

Belajar bahasa Inggris dengan menyimak berita BBC tentang warga Nigeria yang menggugat larangan unjuk rasa terkait dengan penculikan 200 siswi perempuan dan kabinet Spanyol membahas pengunduran diri Raja Juan Carlos.

Nigerian challenging a ban on protest

Supporters of more than 200 Nigerian schoolgirls abducted by Islamist militants 50 days ago are challenging in court a ban on protests in the capital Abuja.

Police described as a security risk the demonstrations to put pressure on the government to do more to free the girls.

'Bring Back Our Girls' campaigners say their daily protests have been peaceful.

The Islamist group Boko Haram has said it might be prepared to release the girls in exchange for some of its fighters currently held in prison.

Warga Nigeria menggugat larangan unjuk rasa

Para pendukung lebih dari 200 anak perempuan Nigeria yang diculik Islam militan 50 hari lalu menggugat ke pengadilan larangan protes di ibukota Abuja.

Polisi menyebut tekanan yang diberi pengunjuk rasa kepada pemerintah untuk melakukan lebih banyak guna membebaskan para anak perempuan itu sebagai risiko keamanan.

Pegiat 'Kembalikan Anak Perempuan Kami' mengatakan protes harian mereka berlangsung dengan damai.

King Juang Carlos
Juan Carlos -who's 76 years old- said on Monday it was time for a younger generation to take over.

Kelompok militan Boko Haram mengatakan mungkin siap untuk membebaskan para anak perempuan itu untuk ditukar dengan sejumlah pejuangnya yang saat ini ditahan di penjara.

Formal law for King's abdication

The Spanish cabinet is considering a draft law to enable King Juan Carlos to abdicate in favour of his son, Crown Prince Felipe, a day after the king announced that he was stepping down.

Juan Carlos -who's 76 years old- said on Monday it was time for a younger generation to take over.

The two men have meanwhile appeared together at a military ceremony near Madrid.

Juan Carlos was seen as popular for much of his reign, but recently many Spaniards have lost confidence in him.

Undang-undang resmi untuk turun takhta Raja

Kabinet Spanyol sedang membahas rancangan undang-undang yang membuat Raja Juan Carlos turun takhta untuk mendukung putranya, Putra Mahkota Felipe, sehari setelah raja mengumumkan dia mengundurkan diri.

Juan Carlos -yang berusia 76 tahun- mengatakan pada hari Senin bahwa saatnya bagi generasi yang lebih muda untuk mengambil alih.

Keduanya tampil bersama dalam sebuah upacara militer di dekat Madrid.

Juan Carlos dilihat populer dalam sebagian besar masa kekuasaannya, namun belakangan banyak warga Spanyol yang kehilangan keyakinan atasnya.