BBC navigation

Brunei is introducing tough Islamic penalties

Terbaru  22 Oktober 2013 - 22:34 WIB
Sultan Bolkiah

Sultan Bolkiah said the Shariah Penal Code should be regarded as a form of "special guidance".

Belajar bahasa Inggris dengan menyimak berita-berita BBC tentang pemberlakuan UU Syariah di Brunei dan sidang mantan penari balet terkait serangan air keras.

Brunei is introducing tough Islamic penalties

The Sultan of Brunei has announced that his country will begin enforcing a tough Islamic penal code in six months' time.

Possible punishments will include stoning for adultery, amputation for theft and flogging for drinking alcohol.

Brunei is the first southeast Asian country to enforce Sharia law at national level -- it will apply only to Muslims, who make up about two-thirds of the population.

The oil-rich country's Sharia courts have previously handled mainly family-related disputes.

Brunei menerapkan hukuman Islam yang keras

Sultan Brunei mengumumkan bahwa negaranya akan mulai menerapkan undang-undang pidana Islam dalam waktu enam bulan.

Hukuman yang mungkin diterapkan meliputi hukum razam untuk perzinaan, pemotongan tangan untuk pencurian dan hukum cambuk bagi konsumsi alkohol.

Brunei tercatat sebagai negara Asia Tenggara pertama yang menerapkan hukum Syariah di tingkat nasional.

Hukum ini akan berlaku bagi penduduk Muslim yang merupakan sekitar dua pertiga dari total jumlah penduduk.

Pengadilan Syariah di negara kaya minyak tersebut sebelumnya telah menangani sengketa-sengketa keluarga.

Bolshoi dancer tried for acid attack

A former dancer in the Bolshoi Ballet has gone on trial in Moscow, accused of organising an acid attack on the company's artistic director, Sergei Filin.

Pavel Dmitrichenko

Pavel Dmitrichenko was led to a caged dock to face trial in Moscow.

Pavel Dmitrichenko and two alleged accomplices were led into a caged dock in the courtroom, which was packed with journalists.

The three men deny the charges. Each of them faces up to twelve years in prison if they are convicted of intentionally causing grievous bodily harm.

Yuri Zarutsky is accused of throwing the acid and Andrei Lipatov allegedly drove the getaway car.

The acid attack earlier this year nearly blinded Mr Filin. In the past year, the Bolshoi has been rocked by scandals and infighting.

Penari Bolshoi diadili terkait kasus serangan air keras

Mantan penari Bolshoi Ballet diadili di Moskow, dituduh mengatur serangan air keras ke direktur artistik perusahaan, Sergei Filin.

Pavel Dmitrichenko dan dua orang yang diduga sebagai kaki tangan dibawa ke dalam kerangkeng di ruang sidang yang dipenuhi oleh wartawan.

Ketiga orang tersebut membantah dakwaan. Setiap terdakwa menghadapi hukuman penjara sampai 12 tahun bila dinyatakan bersalah secara sengaja menyebabkan luka berat.

Yuri Zarutsky dituduh menyiramkan air keras dan Andrei Lipatov dituduh menyetir mobil untuk melarikan diri.

Serangan air keras awal tahun ini hampir saja membuat buta Filin. Selama satu tahun terakhir, Bolshoi dilanda skandal dan perseteruan di dalam perusahaan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.