BBC navigation

Irregular work shifts cause subfertility in women

Terbaru  10 Juli 2013 - 19:25 WIB
working woman, spl

The research sees a link between shift work and fertility problems in women.

Belajar Bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang kesuburan wanita dengan jam kerja dan tentang turunnya nilai perdagangan Cina.

Irregular work shifts cause subfertility in women

New research in Britain has found a link between shift work and fertility problems in women.

The study by scientists at Southampton University discovered that those who work irregular hours - alternating between early, evening and night shifts - were eighty percent more likely to suffer from subfertility - a prolonged inability to conceive.

Almost a third of women (29%) who worked only night shifts had an increased risk of miscarriage; while more than a fifth of women (22%) who worked alternating shifts suffered menstrual disruption which can lead to fertility problems.

The research examined the impact of shift work on the reproductive outcomes for one-hundred-and-twenty thousand women.

Jam kerja tidak teratur pengaruhi kesuburan wanita

Sebuah penelitian di Inggris menemukan hubungan antara jam kerja dan masalah kesuburan pada wanita.

Penelitian yang dilakukan beberapa ilmuwan di Universitas Southampton menemukan bahwa para wanita yang memiliki jam kerja tidak teratur -berubah-ubah antara pagi, siang, dan malam- memiliki kemungkinan sekitar 80% lebih besar menjadi kurang subur -ketidakmampuan yang berkepanjangan untuk hamil.

Hampir sepertiga wanita (29%) yang bekerja hanya pada malam hari memiliki risiko lebih besar mengalami keguguran; sementara lebih seperlima wanita (22%) dengan jam kerja tidak teratur mengalami menstruasi tidak teratur dan dapat berkembang menjadi masalah kesuburan.

Penelitian itu menguji pengaruh jam kerja terhadap hasil reproduksi 120.000 wanita.

China reports unexpected trade fall

China's labour, AFP

The unexpected fall in exports shows China's economy weakness.

China has reported an unexpected fall in both its exports and imports in a further sign of weakness in the world's second largest economy.

Exports were down more than three percent in June and a Chinese customs spokesman said the country's foreign trade was facing what he called grave challenges due to prolonged sluggish foreign demand.

Analysts say that a government crackdown on misreporting of the data also explains the drop.

Other factors cited included rising labour costs and a greater number of trade disputes.

Correspondents say attempts by China's central bank to rein in lending has helped reduce imports.

Cina laporkan turunnya perdagangan di luar perkiraan

Cina melaporkan jatuhnya nilai ekspor dan impor di luar perkiraan yang menjadi tanda lemahnya negara dengan perekonomian terbesar kedua dunia.

Ekspor menurun lebih 3% bulan Juni dan juru bicara bea cukai Cina mengatakan bahwa perdagangan asing negara itu menghadapi tantangan berat karena permintaan asing yang lesu dan berkepanjangan.

Para pengamat mengatakan bahwa kesalahan pemerintah dalam melaporkan data juga menjadi penyebab turunnya ekspor dan impor.

Faktor-faktor lain yang juga disebutkan meliputi naiknya upah buruh dan banyaknya sengketa perdagangan.

Sejumlah laporan menyebutkan upaya Bank Sentral Cina mengontrol pinjaman membantu mengurangi impor.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.