BBC navigation

UN official concerned with Bolivia prisons

Terbaru  25 Juni 2013 - 17:52 WIB

Belajar Bahasa Inggris melalui dua berita BBC antara lain tentang masalah di penjara Bolivia dan peretasan situs pemerintah Korea Selatan.

UN official concerned with Bolivia prisons

prison

Prison in Bolivia is one of the most crowded systems in Latin America.

The most senior United Nations human rights official in Bolivia has expressed concern about the large number of children who live in prisons where their parents are incarcerated.

The comments by Denis Racicot come days after it was reported that a twelve-year-old girl had became pregnant in Bolivia's biggest prison in La Paz, after being repeatedly raped by her imprisoned father, uncle and godfather.

Recently released government figures show that more than 2.000 children live with jailed family members.

Bolivia has one of the most crowded prison systems in Latin America.

Pejabat PBB khawatirkan kondisi penjara Bolivia

Pejabat paling senior dari PBB yang menangani masalah hak asasi manusia menyatakan kekhawatiran mengenai banyaknya anak-anak yang tinggal di penjara tempat orangtua mereka ditahan.

Komentar Denis Racicot disampaikan beberapa hari setelah muncul laporan tentang anak perempuan berusia 12 tahun yang hamil di penjara terbesar di Bolivia, La Paz, setelah beberapa kali diperkosa oleh ayah, paman dan ayah walinya yang dipenjara.

Angka yang dikeluarkan oleh pemerintah baru-baru ini menunjukkan bahwa lebih 2000 anak-anak hidup bersama anggota keluarga yang dipenjara.

Bolivia memiliki salah satu sistem penjara yang paling padat di kawasan Amerika Latin.

Hackers attack websites in South Korea

Cyber attack illustration, Reuters

Earlier cyber attack in South Korea happened in March this year.

Computer hackers have attacked government websites in South Korea, taking them out of service.

The websites of the president and prime minister were among those altered, along with a number of media sites.

A message on the hacked web-pages promised further attacks and praised the North Korean leader, Kim Jong-un.

South Korea has blamed the North for repeated cyber attacks including one in March that shut down thousands of computers along with the websites of banks and broadcasters.

The latest attack comes on the anniversary of the start of the Korean War.

Peretas serang situs-situs Korea Selatan

Sejumlah peretas telah menyerang situs-situs milik pemerintah Korea Selatan dan menyebabkan situs-situs itu tidak dapat diakses.

Situs milik presiden dan perdana menteri adalah dua diantara situs-situs yang menjadi sasaran, bersama dengan sejumlah situs media.

Pesan yang muncul di situs yang diretas memperingatkan bahwa akan ada serangan lebih lanjut dan memuji pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

Korea Selatan menuduh Korea Utara telah melancarkan sejumlah serangan melalui internet termasuk yang terjadi pada bulan Maret yang menyebabkan matinya ribuan komputer bersamaan dengan sejumlah situs perbankan dan siaran media.

Serangan paling akhir terjadi saat peringatan awal Perang Korea.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.