BBC navigation

Chimps show tantrums like humans for bad decisions

Terbaru  30 Mei 2013 - 18:32 WIB

Belajar Bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang penyebab kemarahan simpanse dan pembahasan robot pembunuh oleh PBB.

Chimps show tantrums like humans for bad decisions

two chimpanzees in rehabilitation centre in South Africa, AP

Chimpanzees feel emotional when they make wrong decision, like humans.

Scientists in the United States have found that chimpanzees and bonobos become emotional when their decisions don't pay off, just like humans.

A study by the Duke University says the apes throw angry tantrums -scratching themselves or calling out- when their risk taking strategies fail.

The scientists designed two decision-making games for apes living in African sanctuaries, one to test patience, the another assessing risk-taking.

They say the study suggests that feelings of frustration and regret, so fundamental to our own decisions, are not uniquely human.

Simpanse marah karena keputusan yang salah

Ilmuwan di Amerika Serikat menemukan bahwa simpanse dan bonobo menjadi emosional saat keputusan mereka tidak menunjukkan hasil, seperti halnya manusia.

Penelitian yang dilakukan Universitas Duke mengatakan bahwa primata menunjukkan kemarahan, dengan cara menggaruk dirinya atau memanggil-manggil, saat mereka gagal dalam menyusun strategi yang berisiko.

Para peneliti merancang dua permainan pengambilan keputusan untuk primata yang hidup di suaka alam Afrika, satu untuk menguji kesabaran dan lainnya untuk uji mengambil risiko.

Mereka mengatakan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa perasaan frustrasi dan penyesalan, yang sangat fundamental dalam pengambilan keputusan, tidak hanya dialami oleh manusia.

UN will discuss ethics of 'killer robots'

Killer robot campaign in London, Getty images

Human rights groups say killer robots raise serious moral questions.

The United Nations human right council will hear a report later today (Thursday) on new weapons known as lethal autonomous robots, or killer robots.

The UN report will call for a moratorium on the machines, which are pre-programmed to kill people or destroy targets.

But unlike drones, the robots are not controlled by humans once on the battlefield.

Supporters say the machines could save lives by reducing the number of soldiers in a conflict.

But human rights groups say they raise serious moral questions, for example about who would be held responsible if the robots caused serious civilian casualties.

PBB akan diskusikan kode etik 'robot pembunuh'

Dewan HAM PBB akan membahas laporan mengenai jenis senjata baru yang dikenal sebagai robot mandiri yang mematikan atau robot pembunuh, hari ini (Kamis).

Laporan PBB akan meminta moratorium yang mengatur tentang mesin ini, yang telah diprogram untuk membunuh manusia atau menghancurkan sasaran.

Tetapi tidak seperti pesawat tanpa awak, robot ini tidak dikendalikan oleh manusia saat sudah berada di medan perang.

Kelompok pendukung mengatakan bahwa mesin ini dapat menyelamatkan nyawa manusia dengan cara mengurangi jumlah tentara yang dikerahkan di wilayah konflik.

Tetapi sebaliknya, kelompok pendukung hak asasi manusia menyerukan pertanyaan serius tentang moral, misalnya tentang siapa yang akan bertanggung jawab jika robot pembunuh menimbulkan korban serius di kalangan warga sipil.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.