Burmese opposition leader visits India

Terbaru  13 November 2012 - 15:54 WIB

Belajar bahasa Inggris dengan menyimak berita-berita BBC, pertama tentang kunjungan pemimpin oposisi Burma ke India dan berita kedua tentang komunikasi seorang pasien dalam keadaan vegetative dengan tim medis.

Burmese opposition leader visits India

Aung San Suu Kyi

Aung San Suu Kyi lived in India in 1960's.

The Burmese opposition leader and Nobel Laureate, Aung San Suu Kyi, arrives in India on Tuesday for her first visit in almost 40 years.

On Wednesday, she will deliver a high-profile lecture in Delhi and hold talks with political leaders, including the prime minister, Manmohan Singh.

Aung San Suu Kyi lived in India in the 1960s when her mother was Burma's ambassador there.

Analysts say India is keen to extend its influence in Burma as the country opens up to more foreign investment.

Pemimpin oposisi Burma mengunjungi India

Pemimpin oposisi Burma dan pemenang Hadia Nobel Perdamaian, Aung San Suu Kyi, tiba di India pada Selasa dalam kunjungan pertamanya selama hampir 40 tahun terakhir.

Pada Rabu, dia akan menyampaikan kuliah penting di Delhi dan mengadakan perundingan dengan para pemimpin politik, termasuk Perdana Menteri Manmohan Singh.

Aung San Suu Kyi tinggal di India pada tahun 1960-an ketika ibunya ditempatkan sebagai duta besar di sana.

Para analis mengatakan India ingin sekali memperluas pengaruhnya di Burma ketika negara itu membuka diri bagi investasi asing lebih besar.

Vegetative man 'speaks' through brain scans

A Canadian man believed to have been in a vegetative state for more than a decade has communicated with doctors through the power of thought.

Scott Routley

The work could provide a breakthrough in improving the life of patients with similar conditions.

Neuroscientists at the University of Western Ontario used brain scans to track blood flow.

By training the man, Scott Routley, to imagine performing different activities that produce distinct patterns in healthy volunteers, they were able to distinguish yes/no responses.

Despite showing no clinical sign of consciousness, Mr Routley used the technique to communicate that he felt no pain.

Pria vegetative 'berbicara' melalui pemindaian otak

Seorang pria Kanada yang diyakini berada dalam kondisi vegetative, kondisi tubuh yang sadar terkulai namun tidak responsif, selama lebih dari satu dekade telah berkomunikasi dengan para dokter melalui kekuatan pikiran.

Sejumlah ahli syaraf di Universitas Western Ontario menggunakan pemindaian otak untuk melacak aliran darah.

Dengan melatih pria yang bernama Scott Routley untuk membayangkan melakukan aktivitas berbeda-beda yang menghasilkan pola jelas pada relawan sehat, mereka mampu membedakan tanggapan ya/tidak.

Meskipun tidak menunjukkan tanda-tanda klinis kesadaran, Routley menggunakan teknik untuk berkomunikasi bahwa dia tidak merasakan sakit.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.