Chen appeals for asylum in US

Terbaru  3 Mei 2012 - 16:34 WIB

Belajar bahasa Inggris sambil membaca berita BBC dalam dua bahasa tentang permintaan suaka aktivis Cina dan tahanan yang meminum air seninya sendiri.

Chen appeals for asylum in US

Chen Guangcheng

Chen Guangcheng sought refuge after escaping from eighteen months of house arrest.

The Chinese dissident, Chen Guangcheng, has appealed for asylum in the United States in a further sign that an apparent deal between China and the US on his fate is unravelling.

Mr Chen told journalists a day after he left sanctuary in the US embassy that he no longer felt safe after hearing that his wife had been beaten after he escaped house arrest late last month.

The visiting US Secretary of State, Hillary Clinton, made no direct reference to Mr Chen at the opening of high level talks in Beijing, but she said governments needed to respect the aspirations of their citizens.

American officials have denied suggestions that they pressured Mr Chen to leave the embassy.

He sought refuge there after escaping from eighteen months of house arrest in his village in Shandong province, where he antagonised local officials with a campaign against forced abortions and sterilisation.

Chen memohon suaka di Amerika Serikat

Pembangkang Cina Chen Guangcheng mengajukan suaka di Amerika Serikat yang menandakan lebih lanjut bahwa kesepakatan nyata antara Cina dan Amerika Serikat mulai terbongkar.

Chen mengatakan kepada para wartawan sehari setelah dia meninggalkan Kedutaan Besar Amerika bahwa dia tidak lagi merasa aman menyusul pemukulan terhadap istrinya setelah Chen melarikan diri dari tahanan rumah bulan lalu.

Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton, yang sedang berkunjung ke Cina, secara langsung tidak merujuk ke masalah Chen dalam pembukaan perundingan tingkat tinggi di Beijing, tetapi dia mengatakan pemerintah perlu menghormati aspirasi rakyatnya.

Para pejabat Amerika membantah tudingan mereka menekan Chen meninggalkan kedutaan.

Chen mencari perlindungan di sana setelah melarikan diri dari tahanan rumah selama 18 bulan di desanya di Provinsi Shandong, tempat dia membuat marah para pejabat setempat melalui kampanyenya menentang aborsi paksa dan sterilisasi.

Jail ordeal of forgotten US student

The authorities in California have apologised to a student who was abandoned in a police cell for four days, after federal agents apparently forget about him.

A lawyer said the student, Daniel Chong, was given no food or water and had to drink his own urine.

Mr Chong was picked up during a drugs raid but never arrested or charged.

The US Drug Enforcement Agency said it was deeply troubled by the incident.

Siksaan mahasiswa Amerika yang terlupakan

Pihak berwenang di Kalifornia meminta maaf kepada seorang mahasiswa yang diabaikan di tahanan polisi selama empat hari, setelah polisi federal tampaknya lupa mengenai siswa itu.

Seorang pengacara mengatakan mahasiswa bernama Daniel Chong itu tidak diberi makanan atau air dan harus meminum air seninya sendiri.

Chong diciduk dalam razia narkoba tetapi tidak pernah ditahan atau dikenai dakwaan.

Badan Pemberantasan Narkoba Amerika mengatakan sangat terganggu atas insiden itu.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.