BBC navigation

Gloaria Arroyo pleaded not guilty

Terbaru  23 Februari 2012 - 17:03 WIB
Gloria Arroyo

The fomer Presiden of the Philippines, Gloria Arroyo denies any wrongdoing.

Berita dalam dua bahasa di BBC Indonesia diperbaharui setiap hari Selasa dan Kamis.

Kali ini, yang Anda bisa ikuti adalah pengadilan atas mantan Presiden Filipina, Gloria Arroyo, dan berlanjutnya unjuk rasa di Afghanistan mengecam pembakaran Quran oleh tentara Amerika Serikat.

Gloria Arroyo has pleaded not guilty

The former President of the Philippines, Gloria Arroyo, has pleaded not guilty to charges of electoral fraud at a Manila court. Mrs Arroyo, who was president for nine years, is accused of conspiring to alter poll results to favour certain candidates in a local election in 2007.

Prosecutors allege Mrs Arroyo, who was arrested in November, helped a notorious warlord rig senatorial elections. Mrs Arroyo denies any wrongdoing and has insisted that her successor Benigno Aquino is waging a personal vendetta against her. She faces life imprisonment if convicted.

Gloria Arroyo mengaku tidak bersalah

Mantan Presiden Filipina, Gloria Arroyo, mengaku tidak bersalah dalam dakwaan kecurangan pemilihan di pengadilan Manila. Arroyo, yang menjadi persiden selama sembilan tahun, dituduh melakukan konspirasi mengubah hasil pemilihan untuk memihak beberapa calon dalam pemilihan daerah pada tahun 2007.

Dua bahasa

  • Mrs Arroyo denies any wrongdoing and has insisted that her successor Benigno Aquino is waging a personal vendetta against her.
  • Arroyo membantah melakukan kesalahan apa pun dan menegaskan bahwa penerusnya Benigno Aquino melancarkan balasa dendam pribadi atasnya.
  • At least two people have died in a third day of anti-American protests in Afghanistan.
  • Sedikitnya dua orang tewas pada hari ketiga unjuk rasa antiAmerika di Afghanistan.

Jaksa menuduh Arroyo, yang ditangkap November, membantu seorang pemimpin kelompok milisi yang tersohor curan dalam pemilihan anggota senat. Arroyo membantah melakukan kesalahan apa pun dan menegaskan bahwa penerusnya Benigno Aquino melancarkan balas dendam pribadi atasnya. Dia menghadapi hukuman seumur hidup jika bersalah.

Two people have died in Afghanistan's protests

At least two people have died in a third day of anti-American protests in Afghanistan. Thousands of people took to the streets, angry about the burning of copies of the Koran at a US base. Demonstrations have been reported in seven provinces across the north-east of the country. Some turned violent as protesters clashed with police.

The Taleban have called for the killing of westerners in retaliation for the burning of the Korans. Correspondents say more protests could be provoked depending on the tone of clerics during Friday prayers. At least seven people died in protests on Wednesday.

Dua orang tewas dalam sejumlah unjuk rasa di Afghanistan

Sedikitnya dua orang tewas pada hari ketiga unjuk rasa antiAmerika di Afghanistan. Ribuan orang turun ke jalan-jalan, marah atas pembakaran sejumlah Quran di sebuah pangkalan Amerika Serikat. Unjuk rasa dilaporkan di tujuh provinsi di Timur laut negara itu. Beberapa unjuk rasa berubah menjadi kekerasan dengan polisi.

Taliban sudah menyerukan pembunuhan warga Barat untuk pembalasan pembakaran Quran. Para wartawan mengatakan unjuk rasa dapat meluas karena terprovokasi, tergantung nada dari para ulama pada saat sembahyang Jumat. Sedikitnya tujuh orang tewas dalam unjuk rasa Rabu.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.