Gilani defends himself in contempt case

Terbaru  19 Januari 2012 - 16:28 WIB

Mari belajar bahasa Inggris dalam dua bahasa dengan menyimak berita-berita BBC.

Berita pertama tentang sidang perdana menteri Pakistan di Mahkamah Agung dan berita kedua mengenai prosedur aborsi yan tidak aman.

Gilani defends himself in contempt case

PM Gilani

Supreme Court has the power to bar him from office.

The prime minister of Pakistan, Yusuf Raza Gilani, has appeared before the Supreme Court to explain why he did not pursue corruption allegations against President Zardari.

Accompanied by his cabinet and legal team, Mr Gilani said he believed the president enjoyed immunity from prosecution while in office.

The Supreme Court began contempt proceedings against Mr Gilani after he failed to ask the Swiss to reopen a corruption case involving the president.

It has the power to bar him from office.

One of the judges said it was a great day for Pakistan when politicians bowed before the law.

Gilani membela diri dalam kasus pelecehan hukum

Perdana Menteri Pakistan Yusuf Raza Gilani hadir di Mahkamah Agung untuk menjelaskan mengapa dia tidak menindak lanjuti tuduhan-tuduhan korupsi yang dihadapi Presiden Zardari.

Dengan didampingi tim kabinet dan kuasa hukum, Gilani mengatakan dia yakin presiden mempunyai kekebalan hukum ketika masih menjabat.

Mahkamah Agung memulai sidang perkara pelecehan hukum atas Gilani setelah dia gagal meminta Swiss membuka kasus korupsi yang melibatkan presiden.

Mahkamah Agung mempunyai hak untuk melarang Gilani menjabat.

Salah seorang hakim mengatakan ini merupakan hari besar bagi Pakistan ketika para politisi tunduk pada hukum.

Half of all abortions performed unsafe

Kampanye antiaborsi di Irlandia

Activists staged an anti-abortion campaign around the world.

New figures from the World Heath Organisation show that nearly half of all abortions performed around the world are unsafe.

The study also found that abortion rates are higher in countries where the procedure is illegal.

Failed abortions are responsible for thirteen per cent of all maternal deaths worldwide, with Africa and South America being the worst affected regions.

Researchers found that the long-term global decline in the number of abortions being performed has now stalled because fewer people are using contraceptives.

Separuh jumlah aborsi tidak aman

Data baru dari Organisasi Kesehatan Dunia menunjukkan bahwa hampir separuh jumlah aborsi di dunia tidak aman.

Penelitian juga menunjukkan tingkat aborsi tercatat lebih tinggi di negara-negara yang melarang aborsi.

Aborsi yang gagal menyebabkan 13% dari total kematian ibu hamil di seluruh dunia.

Afrika dan Amerika Selatan adalah kawasan yang paling parah.

Para peneliti menemukan bahwa penurunan jangka panjang aborsi sekarang berhenti karena jumlah orang yang menggunakan kontrasepsi berkurang.

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.