« Sebelumnya | Utama | Berikut »

Mengkhawatirkan pembalasan

Rohmatin Bonasir | 2013-05-24, 13:42

Ucapan duka dan karangan bunga ditempatkan di dekat lokasi pembunuhan Lee Rigby.

Seorang teman yang suaranya telah lama tidak terdengar menelepon untuk menanyakan kabar saya dan suasana di London.

Ia memutuskan memencet telepon ini karena di lingkungan tempat tinggalnya di kota Manchester terasa agak tegang setelah dua orang Muslim menghabisi nyawa seorang tentara di Woolwich dengan cara yang tidak dapat diuraikan dengan kata-kata.

Menurut teman ini, masjid di lingkungan tempat tinggalnya kedatangan beberapa orang dengan penutup kepala. Mereka mengeluarkan caci maki, ancaman dan kemudian pergi begitu saja.

Ketakutan akan tindakan balas dendam tentu saja ada di kalangan penduduk Muslim di Inggris. Bahkan puluhan insiden berbau Islamofobia sudah dilaporkan menyusul pembunuhan di Woolwich, London, yang menimpa tentara Inggris Lee Rigby.

Peningkatan insiden

Nomor telepon khusus yang menerima laporan insiden dan kejahatan berbau Islamofobia di Inggris, Tell Mama, mencatat sekitar 30 insiden pada malam pertama setelah pembunuhan Rigby.

Insiden itu juga meliputi serangan tiga masjid. Laporan insiden-insiden lain bertambah keesokan harinya. Jumlah ini, menurut Tell Mama, jauh lebih tinggi dari data sebelumnya, rata-rata tiga hingga empat insiden per hari.

Atas kekhawatiran tindakan balasan pula, kepolisian mengerahkan personel tambahan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di jalan-jalan.

Mereka juga diturunkan untuk menjaga masjid-masjid di ibukota London, di tengah tindakan reaktif kelompok-kelompok kanan atas tragedi Woolwich.

Pembunuhan tentara Inggris oleh Michael Adebolajo dan Michael Adebowale, yang mengatakan militer negara itu membunuh banyak penduduk Muslim di medan-medan perang terjadi ketika agenda kanan dan sentimen antiimigran semakin populer di kalangan penduduk Inggris.

Agenda tersebut terutama diusung oleh English Defence League yang menyebut diri sebagai gerakan inklusif untuk secara damai memprotes ekstremisme Islam, dan partai BNP.

Pemuka agama

Oleh karena itulah mengapa para pemimpin politik seperti Perdana Menteri David Cameron dan Walikota London Boris Johnson buru-buru menegaskan bahwa pembunuhan prajurit Lee Rigby tidak ada hubungannya dengan Islam.

Sejumlah pemuka Islam di Inggris sontak mengecam perbuatan kejam Adebolajo dan Adebowale dan mereka menegaskan tindakan mualaf tersebut tidak dibenarkan berdasarkan ajaran Islam.

Mungkin penambahan personel keamanan dan kecaman diperlukan untuk jangka pendek. Tantangan yang luar biasa besar adalah bagaimana 'meluruskan' pemahaman yang dinilai keliru, tetapi dipegang teguh oleh sebagian kalangan.

KomentarBeri komentar

  • 1. Pukul 00:30 tanggal 26 مه 2013, AG Paulus menulis:

    Pola pikir "generalisasi" yang tak logis, btw faham pluralistik perlu dikumandangkan sejagad, perbedaan (apapun pada manusia/termasuk agama) itu indah jika hidup dalam harmoni, saling menghargai dan nalar.

  • 2. Pukul 03:06 tanggal 30 مه 2013, megumi mayy menulis:

    Teroris memang menggunakan atas nama Islam padahal Islam megajarkan dengan penuh kekeluargaan tidak dengan pembunuhan yang keji ini dilarang dalam kitap Islam Qur'an.

  • 3. Pukul 13:23 tanggal 31 مه 2013, KHARIS A. ARIEF menulis:

    PEACE.LOVE.RESPECT. Serem kalo sudah mengaitkan agama, kita semua manusia yang punya akal sehat, saya rasa warga London cerdas-cerdas. Semoga tetep aman dan terkendali, amin.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.