Arsip untuk فوریه 2013

Bayi Dera dan Jokowi

Liston P Siregar Liston P Siregar | 2013-02-22, 11:51

Komentar (3)

Dara Nur Anggraini

Meninggalnya bayi Dera Nur Anggraeni cukup menghentak saya, dan juga beberapa teman-teman Indonesia lain. Kami -sama dengan Anda yang juga mungkin ikut terhenyak- tidak punya hubungan keluarga dengan Dera dan tidak sempat mengenalnya.

Bayi yang belum berusia sepekan itu meninggal setelah ditolak oleh delapan rumah sakit. Sedang kembarannya, Dara Nur Anggraini -setelah kasus Dera menjadi isu nasional- kini dirawat dengan baik di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat.

Keluarga Dera dan Komnas Anak -seperti diberitakan berbagai media- mengatakan penolakan atas perawatan Dera karena keluarga tidak bisa menyiapkan uang muka sekitar Rp10 sampai Rp15 juta.

Pihak rumah sakit menyatakan bukan uang yang jadi alasan, tapi tidak adanya ruang khusus merawat bayi, yang disebut NICU, yang tersedia.

Mana yang benar? Tak ada yang tahu dan mungkin tidak akan pernah ada yang tahu.

Akar penyebab tidak jelas

Tapi saya tersentak lagi ketika mendengar Kementrian Kesehatan dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta menggelar konferensi pers yang membantah soal uang muka itu.

Dalam konferensi pers itu sama sekali tidak ada upaya untuk memastikan lebih lanjut apa sebenarnya penolakan dari rumah sakit itu.

Saya yakin jika hal itu terjadi di sebuah negara -yang menghargai nyawa manusia, apalagi manusia generasi masa depan- maka yang pertama diperlukan adalah pembentukan sebuah komisi independen.


rumah sakit

Komisi misalnya akan mencek silang pernyataan dari masing-masing pihak, menelusuri percakapan telepon yang terjadi pada masa itu, dan memanggil para saksi yang bercerita tentang pengalaman mereka selama ini jika ingin dirawat di rumah sakit. Maka akan diketahui penyebab sebenarnya? Bukan sekedar bantahan sepihak.

Mencari pemecahan?

Kenapa penyebab sebenarnya perlu? Dari situlah bisa diketahui jalan keluarnya. Apakah akan menindak rumah sakit yang menolak, misalnya, sehingga memberi efek jera yang berantai dan hal yang sama tidak akan terulang lagi. Atau peralatannya kurang, sehingga bisa ditambah.

Seandainya penyebabnya adalah uang muka, maka mau ditambah sejuta lagi pun peralatan NICU tidak akan memecahkan masalah karena tanpa uang tidak akan diterima. Begitu juga jika ditindak rumah sakitnya tidak akan ada gunanya karena memang peralatan tidak cukup.

Sederhana saja. Itu cara berpikir yang sungguh tidak memerlukan kecerdasan setingkat Albert Einstein. Memang memerlukan tekad dan kesungguhan.

Departemen Kesehatan, selain berjanji akan menambah NICU, juga akan mengembangkan sistem. Maksudnya akan ada sebuah sistem kerja sama sehingga bisa diketahui dengan cepat mana rumah sakit yang memiliki NICU yang tersedia dan mana yang penuh.

Tapi kalau soalnya minta uang muka, maka sistem itu tak akan banyak gunanya.


jokowi, gubernur dki

Akar persoalannya apa? Itu yang menurut saya -dan sungguh amat yakin soal ini- yang perlu dijawab dulu.

Cara Jokowi

Kita semua belum tahu kapan NICU tambahan dan sistem yang dimaksud itu akan benar-benar terwujud.

Dan ditengah-tengah berita itu muncul langkah Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo alias Jokowi, untuk menambah rumah sakit kelas tiga bagi berpenghasilan rendah.

Caranya bukan membangun gedung atau kamar baru. Kalau dengan cara itu maka mungkin sama saja dengan menunggu NICU tambahan dan pembangunan sistem.

Tapi Jokowi memutuskan RSU Daerah di Jakarta agar mengubah sebagian kelas dua menjadi kelas tiga. Di RSUD Tarakan di Jakarta Pusat, misalnya, mengubah 75% kelas menjadi kelas tiga dan itu hanya membutuhkan waktu dua hari kata Jokowi.

Mantan Walikota Solo itu juga menegaskan akan menindak tegas jika ada RUSD di wilayahnya yang menolak pasien miskin yang tak punya uang.

Jauh di negara rantau di Inggris, kami jelas mengikuti berita dari Indonesia dengan seksama, dan kadang saya merasa pemberitaan tentang Jokowi kadang terasa terlalu banyak. Tapi itu urusan masing-masing media lah. Bahkan sudah mulai muncul wacana agar dia dicalonkan presiden.

Politik bukan bidang saya, tapi pendekatan Jokowi dalam pascakematian Dera saya kira boleh dipuji. Satu karena langsung bisa diwujudkan dan juga karena berprinsip memperbanyak layanan bagi kaum miskin.

Dan saya jadi semakin mengerti kenapa sebuah majalah internasional bergengsi terbitan London, The Economist, akhir Januari lalu menulis 'tidak mengherankan kalau Joko Widodo disebut sebut berpeluang menjadi presiden Indonesia masa depan.'

Dalam edisi 26 Januari, majalah itu sempat-sempatnya memberikan perhatian untuk mengulas Jokowi dan menyebutnya sebagai Tukang Membereskan yang berkarakter sederhana dan populis.

Saya bukan pendukung Jokowi -atau belum- dan blog ini jelas bukan forum kampanye politik. Hanya saja, Indonesia -sungguh mati- perlu tukang yang membereskan, yang sederhana, dan yang mengutamakan kepentingan rakyat banyak.

Skandal daging kuda

Rohmatin Bonasir | 2013-02-15, 11:44

Komentar (0)

Inggris dan sejumlah negara lain di Eropa dibikin geger gara-gara daging kuda. Bukan karena daging kuda tidak lazim dikonsumsi di Eropa.

Daging kuda populer di sejumlah negara, di antaranya Prancis. Di negara itu daging kuda diolah untuk hadir di menu restoran sebagai viande de cheveaux atau la viande chevaline. DI Italia, daging kuda dikemas sebagai salami, salame di cavallo.

Yang menjadi persoalan bukan karena daging kuda untuk konsumsi manusia, tapi menyangkut pembohongan konsumen. Awalnya, pihak berwenang menemukan daging kuda di burger yang berlabel daging sapi. Burger dijual oleh sejumlah jaringan supermarket di Inggris. Ternyata tidak hanya burger daging sapi yang terkontaminasi, tetapi juga lasagne dan spaghetti bolognese.

Sudah barang tentu hal itu menyalahi aturan. Badan Standar Makanan Inggris mengharuskan isi makanan dalam bungkus harus sesuai dengan label yang tertera. Jadi bila konsumen membeli burger sapi tetapi ternyata dagingnya daging kuda atau mengandung daging kuda maka konsumen tersebut dibohongi. Itulah persoalannya, pembohongan konsumen.

Uji DNA

Skandal ini sekarang menjadi pembahasan hangat di Uni Eropa sebab produk makanan berlabel daging sapi tetapi mengandung daging kuda juga ditemukan di negara-negara lain di Eropa. Dan sejumlah negara dituding menjadi sumber kontaminasi daging kuda seperti Polandia, Rumania dan Prancis.

Di Prancis satu perusahaan, Spanghero, dituding pemerintah sengaja menjual daging kuda sebagai daging sapi. Tetapi pabrik makanan itu lewat direktur pemasarannya menyanggah sengaja menjual daging kuda sebagai daging sapi. Spanghero sebaliknya menempatkan diri sebagai korban.

Negara-negara terkait sedang membahas cara-cara untuk melakukan uji DNA secara acak pada produk-produk daging sapi.

Tapi mungkin sebenarnya skandal daging kuda ini merupakan bagian kecil dari persoalan menggunung yang terjadi di makanan pabrikan. Baru-baru ditemukan bakso sapi yang mengandung daging babi dijual di supermarket ternama.

Nah setelah mencuat skandal, sekarang ramai-ramai diadakan pengujian secara acak di produk-produk makanan. Hasilnya, ada yang sesuai label dan ada pula yang menyimpang.

Kasus daging kuda memunculkan perdebatan lagi tentang kenapa sebagian masyarakat tabu mengkonsumsinya padahal, menurut pihak-pihak yang mendukung, daging kuda rendah lemah dan kaya protein.

Di Inggris tidak ada larangan penyembelihan dan konsumsi daging kuda, tetapi praktek seperti ini sudah tidak populer lagi sejak tahun 1930-an.

Ketika itu daging kuda umum dikonsumsi karena daging-daging yang lain jarang.

Sebagian besar konsumen di Inggris menganggap tabu mengkonsumsi daging kuda.

Mungkin ini ada kaitannya bahwa kuda adalah hewan piaraan yang dianggap sebagai 'teman' manusia dan juga populer untuk aktivitas olahraga, misalnya pacuan kuda dan polo.

Gerakan memakai angkutan umum

Mohamad Susilo | 2013-02-08, 9:53

Komentar (0)

Nick Clegg, wakil perdana menteri Inggris, pada hari Kamis (07/02) mendapat kejutan. Saat tampil di acara tanya jawab di radio LBC, Clegg ditelepon oleh seseorang yang hanya mengaku bernama Boris.

"Halo Nick. Ini Boris di Islington. Saya ingin bertanya nih. Kapan kira-kira, para menteri, termasuk Anda, tidak lagi memakai sedan mewah dan menggunakan angkutan umum seperti warga London pada umumnya," kata Boris.

"Bagaimana para pejabat tinggi akan mendukung proyek-proyek angkutan umum untuk rakyat bila mereka selalu naik sedan mewah lengkap dengan sopir pribadi?" lanjut Boris.

Clegg tampak terkejut ketika menyimak pertanyaan ini. Meski sang penanya tidak mengungkapkan nama lengkap, Clegg langsung paham bahwa sang penanya adalah Boris Johnson, walikota London, yang juga dikenal sebagai salah satu politisi kunci Partai Konservatif, partai yang saat ini berkuasa di Inggris bermitra dengan Partai Liberal Demokrat yang dipimpin oleh Clegg sendiri.

'Blusukan'

Posisi walikota yang dijabat Johnson bukan sembarang walikota. Ia lebih cocok disebut sebagai gubernur-nya London. Ia memegang banyak kewenangan, termasuk infrastruktur dan transportasi umum di London.

Dari dulu ia lebih mengandalkan sepeda untuk 'blusukan' di London. Dan kebiasaan ini tidak ia tinggalkan meski telah terpilih sebagai orang nomor satu di London.

Salah satu program andalannya sebagai walikota adalah menyediakan persewaan sepeda di pusat kota, yang lebih dikenal dengan sebutan Boris Bike. Dengan skema ini, warga dan turis bisa bersepeda dengan nyaman dengan biaya relatif terjangkau ke berbagai lokasi di pusat kota.

Kembali ke acara tanya jawab yang dipandu Clegg.

Setelah Boris selesai menyampaikan pertanyaan, Clegg tersenyum dan menjawab bahwa anggaran kendaraan untuk para menteri sudah dipangkas 70%. "Sedan-sedan yang kami pakai sekarang adalah warisan pemerintah Partai Buruh terdahulu," kata Clegg.

"Jangan khawatir, kami di pemerintah juga senang memakai angkutan umum. Setelah acara ini selesai saya akan ke kota Sheffield dengan menggunakan kereta," kata Clegg.

Infrastruktur yang memadai dan transportasi umum yang nyaman adalah dambaan warga. Untuk bisa terus 'memadai' dan 'nyaman' tentu memerlukan banyak dana. Itulah sebabnya Walikota Johnson meminta bantuan dan dukungan pemerintah pusat agar ada yang cukup untuk pos ini.

London antara lain dikenal dengan jaringan transportasi umumnya yang nyaman. London Underground - jaringan kereta bawah tanah - telah menjadi ikon dan pada 2013 ini merayakan ulang tahun yang ke-150.

Ini tentu prestasi besar dan London layak berbangga. Ketika banyak kota besar di dunia masih sibuk menimbang-nimbang dan memilih sistem apa yang cocok untuk warga mereka, kereta bawah tanah London atau Tube, sudah berusia satu setengah abad.

Tapi kebanggaan saja tidak cukup.

Harus ada dukungan terus menerus, terutama dari pemerintah. Dan Walikota Johnson berpendapat dukungan ini bisa terus didapat bila para pejabat, yang nota bene adalah penentu kebijakan, juga aktif memakai angkutan umum tersebut.

Gerakan memakai angkutan umum

Mohamad Susilo | 2013-02-08, 9:53

Komentar (0)

Nick Clegg, wakil perdana menteri Inggris, pada hari Kamis (07/02) mendapat kejutan. Saat tampil di acara tanya jawab di radio LBC, Clegg ditelepon oleh seseorang yang hanya mengaku bernama Boris.

"Halo Nick. Ini Boris di Islington. Saya ingin bertanya nih. Kapan kira-kira, para menteri, termasuk Anda, tidak lagi memakai sedan mewah dan menggunakan angkutan umum seperti warga London pada umumnya," kata Boris.

"Bagaimana para pejabat tinggi akan mendukung proyek-proyek angkutan umum untuk rakyat bila mereka selalu naik sedan mewah lengkap dengan sopir pribadi?" lanjut Boris.

Clegg tampak terkejut ketika menyimak pertanyaan ini. Meski sang penanya tidak mengungkapkan nama lengkap, Clegg langsung paham bahwa sang penanya adalah Boris Johnson, walikota London, yang juga dikenal sebagai salah satu politisi kunci Partai Konservatif, partai yang saat ini berkuasa di Inggris bermitra dengan Partai Liberal Demokrat yang dipimpin oleh Clegg sendiri.

'Blusukan'

Posisi walikota yang dijabat Johnson bukan sembarang walikota. Ia lebih cocok disebut sebagai gubernur-nya London. Ia memegang banyak kewenangan, termasuk infrastruktur dan transportasi umum di London.

Dari dulu ia lebih mengandalkan sepeda untuk 'blusukan' di London. Dan kebiasaan ini tidak ia tinggalkan meski telah terpilih sebagai orang nomor satu di London.

Salah satu program andalannya sebagai walikota adalah menyediakan persewaan sepeda di pusat kota, yang lebih dikenal dengan sebutan Boris Bike. Dengan skema ini, warga dan turis bisa bersepeda dengan nyaman dengan biaya relatif terjangkau ke berbagai lokasi di pusat kota.

Kembali ke acara tanya jawab yang dipandu Clegg.

Setelah Boris selesai menyampaikan pertanyaan, Clegg tersenyum dan menjawab bahwa anggaran kendaraan untuk para menteri sudah dipangkas 70%. "Sedan-sedan yang kami pakai sekarang adalah warisan pemerintah Partai Buruh terdahulu," kata Clegg.

"Jangan khawatir, kami di pemerintah juga senang memakai angkutan umum. Setelah acara ini selesai saya akan ke kota Sheffield dengan menggunakan kereta," kata Clegg.

Infrastruktur yang memadai dan transportasi umum yang nyaman adalah dambaan warga. Untuk bisa terus 'memadai' dan 'nyaman' tentu memerlukan banyak dana. Itulah sebabnya Walikota Johnson meminta bantuan dan dukungan pemerintah pusat agar ada yang cukup untuk pos ini.

London antara lain dikenal dengan jaringan transportasi umumnya yang nyaman. London Underground - jaringan kereta bawah tanah - telah menjadi ikon dan pada 2013 ini merayakan ulang tahun yang ke-150.

Ini tentu prestasi besar dan London layak berbangga. Ketika banyak kota besar di dunia masih sibuk menimbang-nimbang dan memilih sistem apa yang cocok untuk warga mereka, kereta bawah tanah London atau Tube, sudah berusia satu setengah abad.

Tapi kebanggaan saja tidak cukup.

Harus ada dukungan terus menerus, terutama dari pemerintah. Dan Walikota Johnson berpendapat dukungan ini bisa terus didapat bila para pejabat, yang nota bene adalah penentu kebijakan, juga aktif memakai angkutan umum tersebut.

Gerakan memakai angkutan umum

Mohamad Susilo | 2013-02-08, 9:53

Komentar (1)

Nick Clegg, wakil perdana menteri Inggris, pada hari Kamis (07/02) mendapat kejutan. Saat tampil di acara tanya jawab di radio LBC, Clegg ditelepon oleh seseorang yang hanya mengaku bernama Boris.

"Halo Nick. Ini Boris di Islington. Saya ingin bertanya nih. Kapan kira-kira, para menteri, termasuk Anda, tidak lagi memakai sedan mewah dan menggunakan angkutan umum seperti warga London pada umumnya," kata Boris.

"Bagaimana para pejabat tinggi akan mendukung proyek-proyek angkutan umum untuk rakyat bila mereka selalu naik sedan mewah lengkap dengan sopir pribadi?" lanjut Boris.

Clegg tampak terkejut ketika menyimak pertanyaan ini. Meski sang penanya tidak mengungkapkan nama lengkap, Clegg langsung paham bahwa sang penanya adalah Boris Johnson, walikota London, yang juga dikenal sebagai salah satu politisi kunci Partai Konservatif, partai yang saat ini berkuasa di Inggris bermitra dengan Partai Liberal Demokrat yang dipimpin oleh Clegg sendiri.

'Blusukan'

Posisi walikota yang dijabat Johnson bukan sembarang walikota. Ia lebih cocok disebut sebagai gubernur-nya London. Ia memegang banyak kewenangan, termasuk infrastruktur dan transportasi umum di London.

Dari dulu ia lebih mengandalkan sepeda untuk 'blusukan' di London. Dan kebiasaan ini tidak ia tinggalkan meski telah terpilih sebagai orang nomor satu di London.

Salah satu program andalannya sebagai walikota adalah menyediakan persewaan sepeda di pusat kota, yang lebih dikenal dengan sebutan Boris Bike. Dengan skema ini, warga dan turis bisa bersepeda dengan nyaman dengan biaya relatif terjangkau ke berbagai lokasi di pusat kota.

Kembali ke acara tanya jawab yang dipandu Clegg.

Setelah Boris selesai menyampaikan pertanyaan, Clegg tersenyum dan menjawab bahwa anggaran kendaraan untuk para menteri sudah dipangkas 70%. "Sedan-sedan yang kami pakai sekarang adalah warisan pemerintah Partai Buruh terdahulu," kata Clegg.

"Jangan khawatir, kami di pemerintah juga senang memakai angkutan umum. Setelah acara ini selesai saya akan ke kota Sheffield dengan menggunakan kereta," kata Clegg.

Infrastruktur yang memadai dan transportasi umum yang nyaman adalah dambaan warga. Untuk bisa terus 'memadai' dan 'nyaman' tentu memerlukan banyak dana. Itulah sebabnya Walikota Johnson meminta bantuan dan dukungan pemerintah pusat agar ada yang cukup untuk pos ini.

London antara lain dikenal dengan jaringan transportasi umumnya yang nyaman. London Underground - jaringan kereta bawah tanah - telah menjadi ikon dan pada 2013 ini merayakan ulang tahun yang ke-150.

Ini tentu prestasi besar dan London layak berbangga. Ketika banyak kota besar di dunia masih sibuk menimbang-nimbang dan memilih sistem apa yang cocok untuk warga mereka, kereta bawah tanah London atau Tube, sudah berusia satu setengah abad.

Tapi kebanggaan saja tidak cukup.

Harus ada dukungan terus menerus, terutama dari pemerintah. Dan Walikota Johnson berpendapat dukungan ini bisa terus didapat bila para pejabat, yang nota bene adalah penentu kebijakan, juga aktif memakai angkutan umum tersebut.

'Mandi darah' di kawasan belanja

Mohamad Susilo | 2013-02-01, 9:09

Komentar (0)

Toko HMV

Pada awal-awal kepindahan saya di London di awal 2000, ketika ada waktu sela, saya sering menghabiskan waktu di HMV. Ini adalah jaringan toko yang antara lain menyediakan video, CD, game, buku, dan barang elektronik.

Koleksi CD-nya luar biasa lengkap. Cabang toko ini di Oxford Street, yang terdiri atas tiga lantai, tidak pernah sepi, terutama di akhir pekan. HMV adalah surga penikmat musik dan kunjungan ke kawasan belanja seakan tak lengkap bila tidak masuk ke jaringan toko ini.

Kesibukan, baik yang terkait dengan rumah maupun kantor, membuat saya makin jarang mengunjungi HMV, terutama dalam beberapa tahun terakhir. Meski makin jarang jalan-jalan ke HMV, rekaman pemandangan bahwa toko ini selalu ramai dikunjungi orang, masih terpatri rapi di otak saya.

Sampai kemudian pada suatu sore, hanya dua pekan lalu, saya membaca berita di koran sore bahwa HMV di ambang kebangkrutan. Saat ini mereka menunjuk administrator untuk menilai kesehatan perusahaan. Besar kemungkinan jaringan toko yang telah berusia 92 tahun ini akan gulung tikar, kecuali ada investor yang mau membelinya.

Nilai gaji

HMV bukan satu-satunya jaringan toko yang bernasib mengenaskan. Sebelumnya jaringan toko penyewaan video Blockbuster, toko kamera Jessops, dan toko elektronik Comet sudah terlebih dulu 'menyerah' alias tidak bisa meneruskan usaha.

Lesunya ekonomi, yang antara lain berimbas pada PHK atau makin kecilnya nilai gaji, disebut-sebut sebagai penyebab matinya toko seperti HMV, Blockbuster, Jessops, dan Comet.

Ketika gaji tidak naik, sementara di luar sana harga barang-barang terus membumbung tinggi, orang cenderung untuk tidak berbelanja kebutuhan sekunder atau tersier karena gaji bulanan habis untuk memenuhi kebutuhan pokok saja.

Kalau pun harus atau terpaksa membeli kebutuhan sekunder, orang sekarang melirik ke toko online yang menyediakan barang sama dengan harga lebih murah, bahkan sering kali jauh lebih murah.

Akhirnya bisa dipahami bahwa HMV dan kawan-kawan harus menyerah.

Para analis bisnis ritel di Inggris mengatakan semestinya HMV, Blockbuster, Jessops, dan Comet tidak harus mati seandainya pengelola bisa beradaptasi dengan zaman.

Melihat penetrasi toko online, mau tak mau HMV dan kawan-kawan harus menyesuaikan harga.

Peluang untuk bertahan sebenarnya besar kareba sebenarnya HMV dan jarinan toko lain yang hadir secara fisik di kawasan belanja punya kelebihan.

Konsumen bagaimanapun masih lebih senang membeli toko dengan bisa melihat barang secara langsung sebelum memutuskan untuk membelinya. Pengalaman seperti ini tidak akan ditemui ketika seseorang membeli barang melalui toko online.

Persoalannya adalah pengusaha kadang terlambat mengantisipasi. Dan kalau ini terjadi, harga yang ditebus bisa mahal sekali.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.