Arsip untuk ژوئیه 2012

Menyambut 'momen besar' di Inggris

Endang Nurdin | 2012-07-27, 15:13

Komentar (0)

Matahari bersinar terik dan suhu udara mencapai lebih dari 30C pada Rabu, 25 Juli lalu. Ratusan orang mulai berjajar di pinggir jalan Friern Barnet Lane, London Utara, lewat tengah hari, untuk menanti arak-arakan obor Olimpiade. Rute obor serta jam-jamnya telah diumumkan beberapa minggu sebelumnya dan melewati seluruh borough (semacam kecamatan) yang berjumlah 32 di London dan sekitarnya. Saya bersama para tetangga ikut menanti pawai obor di jalan itu. Suasana mirip piknik, ada yang membawa tikar dan kursi untuk bersiap menanti obor selama berjam-jam. Bahkan ada yang datang dengan keluarga besar, mulai kakek, nenek sampai cucu yang masih bayi. Kapan lagi saya bisa menyaksikan obor Olimpiade, saya sudah tua, celoteh satu nenek, yang kami lewati saat mencari tempat untuk duduk di pinggir jalan. Setelah menanti lebih dari satu jam, arak-arakan rombongan obor mulai terlihat dengan sejumlah polisi bermotor, bus yang mengangkut para petugas dan truk-truk sponsor, lengkap dengan sejumlah orang yang menyanyi dengan kostum berwarna bendera Inggris, Union Jack. Pembawa obor baru muncul sekitar lima menit kemudian dan disambut dengan sorak sorai dan lambaian bendera kecil Inggris.

Kirab obor ini hanya lewat beberapa menit namun membuat senyum banyak orang. Rasanya sangat patriotik, kata Sophie Stout, anak remaja yang ikut menanti obor bersama kami. Sementara remaja lain, Louis Dean, mengatakan senang dapat menyaksikan arak-arakan obor yang dikatakannya merupakan 'pengalaman seumur hidup'.

Ratusan orang di Friern Barnet Lane Rabu lalu itu hanyalah sebagian dari jutaan orang yang telah menyaksikan arak-arakan obor Olimpiade di ibukota Inggris ini.

Momen besar
Mereka yang menanti di jalan-jalan, semakin membludak keesokan harinya, satu hari menjelang pembukaan Jumat, 27 Juli, saat obor diarak keliling kota London. Suasana pesta terasa di sejumlah tempat dengan rangkaian acara musik.

Ribuan karyawan kantor di kawasan City -yang sebagian besar pegawai bank dan pasar saham- juga keluar kantor untuk menyaksikan obor.

Obor dibawa keliling ke tempat-tempat historis di London termasuk Gereja St Paul, museum Tate Modern sampai Istana Buckhingham, dan disaksikan oleh Pangeran Harry, Pangeran William dan istrinya Kate.

Pangeran William mengatakan Olimpiade sebagai 'momen besar untuk bangsa kita', semenara Perdana Menteri David Cameron mengatakan Inggris siap untuk menyambut pertunjukan terbesar di dunia.

Penantian tujuh tahun
Cameron juga mengatakan upaya penantian selama tujuh tahun untuk perencanaan dan pembangunan dan mimpi menyelenggarakan Olimpiade hampir mencapai puncaknya.


Arak-arakan obor Kamis, 26 Juli, ditutup dengan acara musik di taman besar di tengah kota London, Hyde Park.

Setengah dari penduduk London yang mencapai sekitar delapan juta diperkirakan telah menyaksikan kirab obor Olimpiade yang dibawa berkeliling ibukota Inggris ini dalam satu minggu terakhir menjelang pembukaan. Perkiraannya, sekitar setengah juta orang setiap hari berjajar di jalan-jalan untuk melihat obor dibawa keliling.

Selama 70 hari, obor telah melintas seluruh Inggris dengan jarak sekitar 13.000 kilometer dan dibawa oleh 8.000 orang, termasuk atlet dan artis, namun sebagian besar adalah mereka yang telah berjasa untuk masyarakat.

Saat blog ini saya buat, obor masih dibawa menuju ke stadion Olimpiade, di Stratford, London Timur untuk dinyalakan pada upacara pembukaan- yang akan digarap oleh Danny Boyle, sutradara film Slumdog Millionaire.

Sekitar 52.000 orang yang menyaksikan gladi bersih pembukaan Olimpiade ini menyebut acara yang dimeriahkan oleh 10.000 artis akan sangat 'menakjubkan'.

Mimpi menyelenggarakan Olimpiade dengan penantian selama tujuh tahun, seperti kata PM David Cameron, sudah diambang pintu.

Dan bagi jutaan orang yang telah menyaksikan arak-arakan obor, pengalaman sekali seumur hidup ini, juga tidak akan terlupakan.

Menyambut 'momen besar' di Inggris

Endang Nurdin | 2012-07-27, 15:13

Komentar (3)

Matahari bersinar terik dan suhu udara mencapai lebih dari 30C pada Rabu, 25 Juli lalu. Ratusan orang mulai berjajar di pinggir jalan Friern Barnet Lane, London Utara, lewat tengah hari, untuk menanti arak-arakan obor Olimpiade. Rute obor serta jam-jamnya telah diumumkan beberapa minggu sebelumnya dan melewati seluruh borough (semacam kecamatan) yang berjumlah 32 di London dan sekitarnya.

Saya bersama para tetangga ikut menanti pawai obor di jalan itu. Suasana mirip piknik, ada yang membawa tikar dan kursi untuk bersiap menanti obor selama berjam-jam. Bahkan ada yang datang dengan keluarga besar, mulai kakek, nenek sampai cucu yang masih bayi. Kapan lagi saya bisa menyaksikan obor Olimpiade, saya sudah tua, celoteh satu nenek, yang kami lewati saat mencari tempat untuk duduk di pinggir jalan.

Setelah menanti lebih dari satu jam, arak-arakan rombongan obor mulai terlihat dengan sejumlah polisi bermotor, bus yang mengangkut para petugas dan truk-truk sponsor, lengkap dengan sejumlah orang yang menyanyi dengan kostum berwarna bendera Inggris, Union Jack.

Pembawa obor baru muncul sekitar lima menit kemudian dan disambut dengan sorak sorai dan lambaian bendera kecil Inggris.

Kirab obor ini hanya lewat beberapa menit namun membuat senyum banyak orang. Rasanya sangat patriotik, kata Sophie Stout, anak remaja yang ikut menanti obor bersama kami. Sementara remaja lain, Louis Dean, mengatakan senang dapat menyaksikan arak-arakan obor yang dikatakannya merupakan 'pengalaman seumur hidup'.

Ratusan orang di Friern Barnet Lane Rabu lalu itu hanyalah sebagian dari jutaan orang yang telah menyaksikan arak-arakan obor Olimpiade di ibukota Inggris ini.

Momen besar
Mereka yang menanti di jalan-jalan, semakin membludak keesokan harinya, satu hari menjelang pembukaan Jumat, 27 Juli, saat obor diarak keliling kota London. Suasana pesta terasa di sejumlah tempat dengan rangkaian acara musik.

Ribuan karyawan kantor di kawasan City -yang sebagian besar pegawai bank dan pasar saham- juga keluar kantor untuk menyaksikan obor.

Obor dibawa keliling ke tempat-tempat historis di London termasuk Gereja St Paul, museum Tate Modern sampai Istana Buckhingham, dan disaksikan oleh Pangeran Harry, Pangeran William dan istrinya Kate.

Pangeran William mengatakan Olimpiade sebagai 'momen besar untuk bangsa kita', semenara Perdana Menteri David Cameron mengatakan Inggris siap untuk menyambut pertunjukan terbesar di dunia.

Penantian tujuh tahun
Cameron juga mengatakan upaya penantian selama tujuh tahun untuk perencanaan dan pembangunan dan mimpi menyelenggarakan Olimpiade hampir mencapai puncaknya.

Arak-arakan obor Kamis, 26 Juli, ditutup dengan acara musik di taman besar di tengah kota London, Hyde Park.

Setengah dari penduduk London yang mencapai sekitar delapan juta diperkirakan telah menyaksikan kirab obor Olimpiade yang dibawa berkeliling ibukota Inggris ini dalam satu minggu terakhir menjelang pembukaan. Perkiraannya, sekitar setengah juta orang setiap hari berjajar di jalan-jalan untuk melihat obor dibawa keliling.

Selama 70 hari, obor telah melintas seluruh Inggris dengan jarak sekitar 13.000 kilometer dan dibawa oleh 8.000 orang, termasuk atlet dan artis, namun sebagian besar adalah mereka yang telah berjasa untuk masyarakat.

Saat blog ini saya buat, obor masih dibawa menuju ke stadion Olimpiade, di Stratford, London Timur untuk dinyalakan pada upacara pembukaan- yang akan digarap oleh Danny Boyle, sutradara film Slumdog Millionaire.

Sekitar 52.000 orang yang menyaksikan gladi bersih pembukaan Olimpiade ini menyebut acara yang dimeriahkan oleh 10.000 artis akan sangat 'menakjubkan'.

Mimpi menyelenggarakan Olimpiade dengan penantian selama tujuh tahun, seperti kata PM David Cameron, sudah diambang pintu.

Dan bagi jutaan orang yang telah menyaksikan arak-arakan obor, pengalaman sekali seumur hidup ini, juga tidak akan terlupakan.

Umbul-umbul dan Olimpiade

Rohmatin Bonasir | 2012-07-20, 17:02

Komentar (3)

Para atlet Olimpiade dari Selandia Baru tiba di Bandar Udara Heathrow.

Para atlet dunia akan berusaha mencetak rekor-rekor baru berbagai cabang olahraga dalam Olimpiade di London mulai satu minggu lagi, tetapi satu minggu sebelum pembukaan pesta olahraga dunia itu saya telah mencetak rekor saya sendiri.

Kamis 19 Juli saya berhasil melewati meja pemeriksaan imigrasi di Bandara Udara Heathrow, London, dalam waktu empat menit. Inilah rekor tercepat yang pernah saya alami selama lebih dari 10 tahun keluar masuk bandara terbesar di Inggris ini. Biasanya penumpang harus menunggu setidaknya 30 menit hingga berjam-jam untuk bisa melewati meja pemeriksaan imigrasi. Bisa dibayangkan bagaimana ekspresi para penumpang setelah melewati penerbangan jauh ditambah harus menunggu lama di bagian imigrasi.

Pagi itu penumpang di Terminal 3, yang antara lain melayani penerbangan jarak jauh seperti dari kawasan Asia Pasifik, Afrika dan Amerika, penuh sesak dengan penumpang yang baru saja mendarat. Dua jalur pemeriksaan sudah tersedia bagi warga negara Inggris/Uni Eropa dan satu lagi bagi warga negara non-Inggris/Uni Eropa.

Tentu saya bisa keluar dari pemeriksaan imigrasi dalam waktu empat menit bukan karena saya menerobos antrean panjang tetapi karena antrean panjang bergerak dengan cepat. Pasalnya 40 dari 42 meja imigrasi buka. Ini berbeda sekali dengan hari-hari biasa. Yang dimaksud hari-hari biasa adalah periode di luar Olimpiade London 2012. Sambil tersenyum saya mengatakan kepada petugas imigrasi yang memeriksa paspor bahwa pagi itu luar biasa karena saya tidak harus mengantre terlalu lama. Petugas menuturkan mulai beberapa hari terakhir memang petugas imigrasi ditambah untuk mengantipasi lonjakan penumpang terutama dari kalangan atlet, ofisial dan penonton. Namun dengan tersenyum pula, petugas buru-buru menambahkan "kita tidak tahu bagaimana situasi ketika Olimpiade berakhir".

Kenaikan penumpang

Ketika Olimpiade berakhir, bisa diprediksi petugas imigrasi yang ditempatkan di bandar-bandar udara dan pelabuhan akan jauh berkurang karena selama ini jumlah pegawai imigrasi sudah dikurangi dalam rangka pengurangan anggaran pemerintah. Jadi sebagian dari mereka yang bertugas pada masa Olimpiade adalah pekerja sementara.

Pemerintah Inggris telah menjamin pemeriksaan imigrasi di bandara-bandara besar seperti Heathrow dan Gatwick menjelang pelaksanaan pesta akbar Olimpiade London akan lancar dan cepat. Salah satu jalan pemecahannya adalah mempekerjakan petugas sementara untuk membantu melayani kenaikan penumpang dari 190.000 orang per hari menjadi sekitar 250.000 penumpang per hari di Bandara Heathrow.

Janji ini tentu sempat diragukan sebagian pihak termasuk anggota parlemen sebab pelayanan imigrasi di Bandara Heathrow baru-baru ini pernah mengalami gangguan besar karena petugas imigrasi melakukan mogok kerja guna memprotes pemotongan karyawan dan pembekuan gaji. Tetapi kelancaran dan kecepatan yang terjadi selama beberapa hari terakhir bukan berarti ada jaminan bisa berlangsung sampai Olimpiade London berakhir.

Ribuan anggota serikat pekerja Public and Commercial Services -yang anggotanya antara lain terdiri dari pegawai imigrasi dan departemen dalam negeri- baru saja memutuskan untuk mengadakan mogok kerja selama 24 jam pada Kamis 26 Juli atau satu hari menjelang pembukaan Olimpiade London. Mogok kerja diadakan untuk memprotes pemutusan hubungan kerja dan pembekuan gaji terkait pengetatan anggaran pemerintah Inggris. Kalau mogok terjadi maka layanan imigrasi kemungkinan besar akan terganggu dan antrean panjang akan terjadi.

Perdana Menteri David Cameron berharap mogok kerja tidak akan menjadi kenyataan sebab suara yang mendukung hanya selisih tipis. Walikota London juga memperkirakan mogok kerja tidak sampai mengganggu layanan publik sebab voting mogok kerja itu hanya didukung 57% dari jumlah anggota yang memilih. Lagi pula, kata Johnson, publik tidak akan mendukung aksi mereka. Intinya pemerintah tidak ingin antrean mengular terjadi di Bandara Heathrow pada mata dunia tertuju pada Inggris.

Meskipun menjadi pintu gerbang utama ke Inggris, tidak terlihat gegap gempita Olimpiade di Bandara Heathrow. Tidak ada spanduk, papan iklan besar, poster besar terkait pesta olahraga terbesar dunia. Yang ada adakah papan sebesar kertas ketik dengan tulisan "Selamat Datang Keluarga Besar Olimpiade" dan tanda panah berwarna pink (warna logo Olimpiade London) di samping tanda panah yang selama ini ada untuk mengarahkan penumpang ke bagian pemeriksaan imigrasi. Satu lagi yang bersifat praktis, tersedia meja-meja dengan petugas di satu sudut terminal yang siap mengeluarkan akreditasi bagi atlet maupun ofisial mancanegara.

Umbul-umbul

Meskipun skalanya berbeda, saya tergoda membandingkan kesederhanaan ini dengan gegap gempita dan kemeriahan di pintu gerbang sebuah kabupaten yang saya lewati pekan lalu. Kabupaten itu -yang tidak usalah sebutkan namanya- dikunjungi oleh seorang sekjen salah satu partai di Indonesia. Setiap sekitar 20 meter sepanjang satu kilometer terdapat satu umbul-umbul atau penjor warna merah putih dan warna partai di satu sisi jalan. Kalau dihitung, kira-kira terdapat 50 penjor di satu sisi jalan sepanjang satu kilometer atau 100 penjor di kedua sisi jalan.

Bendera dan umbul-umbul dipasang untuk menyambut kedatangan petinggi partai.

Bisa dibayangkan berapa pohon bambu yang harus dipotong sebelum waktunya dan berapa meter kain yang digunakan untuk kepentingan penyambutan. Bayangkan kalau pohon-pohon tersebut dibiarkan hidup agar bisa membantu menyerap air atau setidaknya sampai mempunyai nilai ekonomi lebih besar. Bayangkan apa yang akan terjadi dengan kain-kain di penjor itu setelah kunjungan selesai. Tetapi pelaksanaan hajatan di Indonesia memang tidak seperti di Inggris.

Umbul-umbul dan Olimpiade

Rohmatin Bonasir | 2012-07-20, 17:02

Komentar (0)

Para atlet Olimpiade dari Selandia Baru tiba di Bandar Udara Heathrow.

Para atlet dunia akan berusaha mencetak rekor-rekor baru berbagai cabang olahraga dalam Olimpiade di London mulai satu minggu lagi, tetapi satu minggu sebelum pembukaan pesta olahraga dunia itu saya telah mencetak rekor saya sendiri.

Kamis 19 Juli saya berhasil melewati meja pemeriksaan imigrasi di Bandara Udara Heathrow, London, dalam waktu empat menit. Inilah rekor tercepat yang pernah saya alami selama lebih dari 10 tahun keluar masuk bandara terbesar di Inggris ini. Biasanya penumpang harus menunggu setidaknya 30 menit hingga berjam-jam untuk bisa melewati meja pemeriksaan imigrasi. Bisa dibayangkan bagaimana ekspresi para penumpang setelah melewati penerbangan jauh ditambah harus menunggu lama di bagian imigrasi.

Pagi itu penumpang di Terminal 3, yang antara lain melayani penerbangan jarak jauh seperti dari kawasan Asia Pasifik, Afrika dan Amerika, penuh sesak dengan penumpang yang baru saja mendarat. Dua jalur pemeriksaan sudah tersedia bagi warga negara Inggris/Uni Eropa dan satu lagi bagi warga negara non-Inggris/Uni Eropa.

Tentu saya bisa keluar dari pemeriksaan imigrasi dalam waktu empat menit bukan karena saya menerobos antrean panjang tetapi karena antrean panjang bergerak dengan cepat. Pasalnya 40 dari 42 meja imigrasi buka. Ini berbeda sekali dengan hari-hari biasa. Yang dimaksud hari-hari biasa adalah periode di luar Olimpiade London 2012. Sambil tersenyum saya mengatakan kepada petugas imigrasi yang memeriksa paspor bahwa pagi itu luar biasa karena saya tidak harus mengantre terlalu lama. Petugas menuturkan mulai beberapa hari terakhir memang petugas imigrasi ditambah untuk mengantipasi lonjakan penumpang terutama dari kalangan atlet, ofisial dan penonton. Namun dengan tersenyum pula, petugas buru-buru menambahkan "kita tidak tahu bagaimana situasi ketika Olimpiade berakhir".

Kenaikan penumpang

Ketika Olimpiade berakhir, bisa diprediksi petugas imigrasi yang ditempatkan di bandar-bandar udara dan pelabuhan akan jauh berkurang karena selama ini jumlah pegawai imigrasi sudah dikurangi dalam rangka pengurangan anggaran pemerintah. Jadi sebagian dari mereka yang bertugas pada masa Olimpiade adalah pekerja sementara.

Pemerintah Inggris telah menjamin pemeriksaan imigrasi di bandara-bandara besar seperti Heathrow dan Gatwick menjelang pelaksanaan pesta akbar Olimpiade London akan lancar dan cepat. Salah satu jalan pemecahannya adalah mempekerjakan petugas sementara untuk membantu melayani kenaikan penumpang dari 190.000 orang per hari menjadi sekitar 250.000 penumpang per hari di Bandara Heathrow.

Janji ini tentu sempat diragukan sebagian pihak termasuk anggota parlemen sebab pelayanan imigrasi di Bandara Heathrow baru-baru ini pernah mengalami gangguan besar karena petugas imigrasi melakukan mogok kerja guna memprotes pemotongan karyawan dan pembekuan gaji. Tetapi kelancaran dan kecepatan yang terjadi selama beberapa hari terakhir bukan berarti ada jaminan bisa berlangsung sampai Olimpiade London berakhir.

Ribuan anggota serikat pekerja Public and Commercial Services -yang anggotanya antara lain terdiri dari pegawai imigrasi dan departemen dalam negeri- baru saja memutuskan untuk mengadakan mogok kerja selama 24 jam pada Kamis 26 Juli atau satu hari menjelang pembukaan Olimpiade London. Mogok kerja diadakan untuk memprotes pemutusan hubungan kerja dan pembekuan gaji terkait pengetatan anggaran pemerintah Inggris. Kalau mogok terjadi maka layanan imigrasi kemungkinan besar akan terganggu dan antrean panjang akan terjadi.

Perdana Menteri David Cameron berharap mogok kerja tidak akan menjadi kenyataan sebab suara yang mendukung hanya selisih tipis. Walikota London juga memperkirakan mogok kerja tidak sampai mengganggu layanan publik sebab voting mogok kerja itu hanya didukung 57% dari jumlah anggota yang memilih. Lagi pula, kata Johnson, publik tidak akan mendukung aksi mereka. Intinya pemerintah tidak ingin antrean mengular terjadi di Bandara Heathrow pada mata dunia tertuju pada Inggris.

Meskipun menjadi pintu gerbang utama ke Inggris, tidak terlihat gegap gempita Olimpiade di Bandara Heathrow. Tidak ada spanduk, papan iklan besar, poster besar terkait pesta olahraga terbesar dunia. Yang ada adakah papan sebesar kertas ketik dengan tulisan "Selamat Datang Keluarga Besar Olimpiade" dan tanda panah berwarna pink (warna logo Olimpiade London) di samping tanda panah yang selama ini ada untuk mengarahkan penumpang ke bagian pemeriksaan imigrasi. Satu lagi yang bersifat praktis, tersedia meja-meja dengan petugas di satu sudut terminal yang siap mengeluarkan akreditasi bagi atlet maupun ofisial mancanegara.

Umbul-umbul

Meskipun skalanya berbeda, saya tergoda membandingkan kesederhanaan ini dengan gegap gempita dan kemeriahan di pintu gerbang sebuah kabupaten yang saya lewati pekan lalu. Kabupaten itu -yang tidak usalah sebutkan namanya- dikunjungi oleh seorang sekjen salah satu partai di Indonesia. Setiap sekitar 20 meter sepanjang satu kilometer terdapat satu umbul-umbul atau penjor warna merah putih dan warna partai di satu sisi jalan. Kalau dihitung, kira-kira terdapat 50 penjor di satu sisi jalan sepanjang satu kilometer atau 100 penjor di kedua sisi jalan.

Bisa dibayangkan berapa pohon bambu yang harus dipotong sebelum waktunya dan berapa meter kain yang digunakan untuk kepentingan penyambutan. Bayangkan kalau pohon-pohon tersebut dibiarkan hidup agar bisa membantu menyerap air atau setidaknya sampai mempunyai nilai ekonomi lebih besar. Bayangkan apa yang akan terjadi dengan kain-kain di penjor itu setelah kunjungan selesai. Tetapi pelaksanaan hajatan di Indonesia memang tidak seperti di Inggris.

Umbul-umbul dan Olimpiade

Rohmatin Bonasir | 2012-07-20, 17:02

Komentar (0)

Para atlet Olimpiade dari Selandia Baru tiba di Bandar Udara Heathrow.

Para atlet dunia akan berusaha mencetak rekor-rekor baru berbagai cabang olahraga dalam Olimpiade di London mulai satu minggu lagi, tetapi satu minggu sebelum pembukaan pesta olahraga dunia itu saya telah mencetak rekor saya sendiri.

Kamis 19 Juli saya berhasil melewati meja pemeriksaan imigrasi di Bandara Udara Heathrow, London, dalam waktu empat menit. Inilah rekor tercepat yang pernah saya alami selama lebih dari 10 tahun keluar masuk bandara terbesar di Inggris ini. Biasanya penumpang harus menunggu setidaknya 30 menit hingga berjam-jam untuk bisa melewati meja pemeriksaan imigrasi. Bisa dibayangkan bagaimana ekspresi para penumpang setelah melewati penerbangan jauh ditambah harus menunggu lama di bagian imigrasi.

Pagi itu penumpang di Terminal 3, yang antara lain melayani penerbangan jarak jauh seperti dari kawasan Asia Pasifik, Afrika dan Amerika, penuh sesak dengan penumpang yang baru saja mendarat. Dua jalur pemeriksaan sudah tersedia bagi warga negara Inggris/Uni Eropa dan satu lagi bagi warga negara non-Inggris/Uni Eropa.

Tentu saya bisa keluar dari pemeriksaan imigrasi dalam waktu empat menit bukan karena saya menerobos antrean panjang tetapi karena antrean panjang bergerak dengan cepat. Pasalnya 40 dari 42 meja imigrasi buka. Ini berbeda sekali dengan hari-hari biasa. Yang dimaksud hari-hari biasa adalah periode di luar Olimpiade London 2012. Sambil tersenyum saya mengatakan kepada petugas imigrasi yang memeriksa paspor bahwa pagi itu luar biasa karena saya tidak harus mengantre terlalu lama. Petugas menuturkan mulai beberapa hari terakhir memang petugas imigrasi ditambah untuk mengantipasi lonjakan penumpang terutama dari kalangan atlet, ofisial dan penonton. Namun dengan tersenyum pula, petugas buru-buru menambahkan "kita tidak tahu bagaimana situasi ketika Olimpiade berakhir".

Kenaikan penumpang

Ketika Olimpiade berakhir, bisa diprediksi petugas imigrasi yang ditempatkan di bandar-bandar udara dan pelabuhan akan jauh berkurang karena selama ini jumlah pegawai imigrasi sudah dikurangi dalam rangka pengurangan anggaran pemerintah. Jadi sebagian dari mereka yang bertugas pada masa Olimpiade adalah pekerja sementara.

Pemerintah Inggris telah menjamin pemeriksaan imigrasi di bandara-bandara besar seperti Heathrow dan Gatwick menjelang pelaksanaan pesta akbar Olimpiade London akan lancar dan cepat. Salah satu jalan pemecahannya adalah mempekerjakan petugas sementara untuk membantu melayani kenaikan penumpang dari 190.000 orang per hari menjadi sekitar 250.000 penumpang per hari di Bandara Heathrow.

Janji ini tentu sempat diragukan sebagian pihak termasuk anggota parlemen sebab pelayanan imigrasi di Bandara Heathrow baru-baru ini pernah mengalami gangguan besar karena petugas imigrasi melakukan mogok kerja guna memprotes pemotongan karyawan dan pembekuan gaji. Tetapi kelancaran dan kecepatan yang terjadi selama beberapa hari terakhir bukan berarti ada jaminan bisa berlangsung sampai Olimpiade London berakhir.

Ribuan anggota serikat pekerja Public and Commercial Services -yang anggotanya antara lain terdiri dari pegawai imigrasi dan departemen dalam negeri- baru saja memutuskan untuk mengadakan mogok kerja selama 24 jam pada Kamis 26 Juli atau satu hari menjelang pembukaan Olimpiade London. Mogok kerja diadakan untuk memprotes pemutusan hubungan kerja dan pembekuan gaji terkait pengetatan anggaran pemerintah Inggris. Kalau mogok terjadi maka layanan imigrasi kemungkinan besar akan terganggu dan antrean panjang akan terjadi.

Perdana Menteri David Cameron berharap mogok kerja tidak akan menjadi kenyataan sebab suara yang mendukung hanya selisih tipis. Walikota London juga memperkirakan mogok kerja tidak sampai mengganggu layanan publik sebab voting mogok kerja itu hanya didukung 57% dari jumlah anggota yang memilih. Lagi pula, kata Johnson, publik tidak akan mendukung aksi mereka. Intinya pemerintah tidak ingin antrean mengular terjadi di Bandara Heathrow pada mata dunia tertuju pada Inggris.

Meskipun menjadi pintu gerbang utama ke Inggris, tidak terlihat gegap gempita Olimpiade di Bandara Heathrow. Tidak ada spanduk, papan iklan besar, poster besar terkait pesta olahraga terbesar dunia. Yang ada adakah papan sebesar kertas ketik dengan tulisan "Selamat Datang Keluarga Besar Olimpiade" dan tanda panah berwarna pink (warna logo Olimpiade London) di samping tanda panah yang selama ini ada untuk mengarahkan penumpang ke bagian pemeriksaan imigrasi. Satu lagi yang bersifat praktis, tersedia meja-meja dengan petugas di satu sudut terminal yang siap mengeluarkan akreditasi bagi atlet maupun ofisial mancanegara.

Umbul-umbul

Meskipun skalanya berbeda, saya tergoda membandingkan kesederhanaan ini dengan gegap gempita dan kemeriahan di pintu gerbang sebuah kabupaten yang saya lewati pekan lalu. Kabupaten itu -yang tidak usalah sebutkan namanya- dikunjungi oleh seorang sekjen salah satu partai di Indonesia. Setiap sekitar 20 meter sepanjang satu kilometer terdapat satu umbul-umbul atau penjor warna merah putih dan warna partai di satu sisi jalan. Kalau dihitung, kira-kira terdapat 50 penjor di satu sisi jalan sepanjang satu kilometer atau 100 penjor di kedua sisi jalan.

Bisa dibayangkan berapa pohon bambu yang harus dipotong sebelum waktunya dan berapa meter kain yang digunakan untuk kepentingan penyambutan. Bayangkan kalau pohon-pohon tersebut dibiarkan hidup agar bisa membantu menyerap air atau setidaknya sampai mempunyai nilai ekonomi lebih besar. Bayangkan apa yang akan terjadi dengan kain-kain di penjor itu setelah kunjungan selesai. Tetapi pelaksanaan hajatan di Indonesia memang tidak seperti di Inggris.

Politik 'tinggal' atau 'masih'

Liston P Siregar Liston P Siregar | 2012-07-13, 12:15

Komentar (0)

london, tentara

Kamis 12 Juli lalu, parlemen Inggris agak heboh. Hari itu, pemerintah mengukuhkan tambahan 3.500 pasukan akan dikerahkan untuk keamanan olimpiade.

Sebelumnya sekitar 13.500 tentara yang sudah disiapkan untuk membantu polisi, sukarelawan, dan petugas dari perusahaan keamanan G4S, yang ditunjuk sebagai kontraktor untuk mengamankan lokasi-lokasi olimpiade.

Namun rupanya G4S kewalahan dan mengaku tidak mampu untuk menyediakan personil yang terlatih, dan pemerintah mengaku baru mendapat informasi itu sehari sebelumnya.

Hari itu, 'tinggal' 15 hari lagi menjelang olimpiade namun juga bisa disebut 'masih' 15 hari lagi. Tergantung dari cara melihatnya.

Kubu oposisi
Kubu oposisi Inggris, Partai Buruh, bisa dikatakan menggunakan kata 'tinggal' untuk masa 15 hari.

Ibaratnya, Kementerian Dalam Negeri macam apa yang baru mengetahui kalau aparat keamanan kurang untuk perayaan terbesar bangsa yang sudah direncanakan beberapa tahun sebelumnya.


london, parlemen

Olimpiade London merupakan sebuah peristiwa nasional Inggris yang diharapkan menjadi forum untuk mengangkat kembali Inggris ke panggung dunia. Puluhan ribu orang -baik atlet, para pejabat olahraga, maupun turis- dari seluruh dunia akan datang ke London, yang pernah dihantam serangan bom teroris.

Buat juru bicara pihak oposisi Partai Buruh untuk masalah dalam negeri, Yvette Cooper, waktu 15 hari jelas bisa jadi peluru untuk menghantam pemerintah walaupun dia mendukung penambahan pasukan

"Namun saya harus mengatakan kepadanya bahwa ini benar-benar memperlihatkan kembali kekacauan besar di Kementerian Dalam Negeri," tuturnya.

Ada juga anggota Partai Buruh mempertanyakan pengerahan mendesak tambahan 3.500 pasukan itu akan menjamin keamanan sepanjang olimpiade.

Sementara di kalangan masyarakat umum muncul pandangan sinis karena penambahan pasukan ini dilakukan hanya beberapa hari setelah pemerintah mengumumkan pemotongan anggaran milier, yang akan mengurangi sekitar 20.000 personil.

Bersikap positif
Di mata pemerintah tidak ada masalah. Tentara Inggris, seperti kata Menteri Dalam Negeri, Theresa May, amat terampil dan amat terlatih. Dan mereka siap untuk mengerjakan tugas apa pun yang merupakan panggilan bangsa.


Theresa May

Juga, pengerahan pasukan itu menunjukkan tidak akan ada kompromi dalam keamanan olimpiade.

"Dan mari saya ulangi kembali, jangan diragukan bahwa tidak ada kompromi dalam keamanan olimpiade," katanya di hadapan anggota parlemen.

Pemerintah juga menegaskan bahwa tidak ada ancaman keamanan yang spesifik terhadap olimpiade sehingga tingkat ancaman tetap sama saja.

Dalam sidang di parlemen tersebut, Theresa May, juga menyatakan sebanyak 10.000 tiket olimpiade dan paralimpiade akan dibagikan kepada militer. Ini mungkim bisa dilihat sebagai semacam 'hadiah hiburan' bagi tentara yang sudah bekerja ekstra sambil menanti-nanti apapakah kelak nanti terkena PHK atau tidak.

Sulit untuk memastikan versi 'tinggal' atau 'masih' yang lebih tepat untuk masalah keamanan olimpiade.

Politik di mana-mana sama saja, namun jika ada waktu luang saya suka mendengar siaran langsung debat di parlemen Inggris. Kadang perdebatan memang diramaikan dengan sorak-sorai, tapi umumnya dengan gaya bahasa menarik yang antara lain diwarnai sarkasme, eufimisme, sinisme, dan juga lelucon, namun tetap tajam.

Jelas pada akhrinya subtansi bukan di debat parlemen. Demi keamanan ollimpiade, saya yakin sehari sebelum pun jika diperlukan tambahan pasukan, tentu tidak masalah. Tapi memang hampir semua hal bisa dipolitisir.

Jaring pengaman sosial ala Inggris

Mohamad Susilo | 2012-07-02, 17:29

Komentar (3)

Hari masih pagi dan jalan-jalan di pusat kota London masih sepi. Di sebuah gang, di samping toko pakaian kelas atas, tak jauh dari Stasiun Charing Cross, sekitar 20 tunawisma menunggu pembagian makanan dari organisasi sosial.

Mereka berbaris rapi, sementara beberapa relawan yang berada di ujung barisan membagikan kopi hangat dan roti.

Tidak lama kemudian para tunawisma ini pergi, meninggalkan bau kopi hangat.

Biasanya mereka akan datang lagi pada sore hari.

Dalam bayangan saya, organisasi sosial ini menjadi penyambung hidup para tunawisma ini. Bila organisasi ini tidak ada, para tunawisma ini mungkin harus mengais-ngais sisa-sisa makanan dari tempat sampah supermarket atau restoran.

Organisasi sosial semacam ini ternyata tidak hanya membantu para tunawisma.

Koran The Guardian beberapa hari lalu memberitakan bantuan makanan tidak hanya dibutuhkan oleh tunawisma di London.

FareShare, organisasi sosial yang bergerak di bidang penyaluran bantuan makanan untuk keluarga miskin di Inggris mengatakan mereka yang membutuhkan bantuan makanan naik tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Selama tahun 2011-2012 saja, FareShare membagikan 8,6 juta makanan yang diterima sekitar 36.500 keluarga per hari melalui 720 organisasi.

Jatuh miskin

Sementara itu data dari Trussell Trust, organisasi sosial yang mengkoordinasikan pendirian bank-bank makanan untuk kaum tidak mampu, menyebutkan selama setahun belakangan mereka membagikan bantuan makanan kepada 128.000 orang, dengan jumlah makanan mencapai 1.225 ton yang disumbangkan oleh publik, sekolah, dan perusahaan.

Trussell Trust memperkirakan pada 2016, 500.000 memerlukan bantuan makanan per tahun.

Mereka yang memerlukan bantuan makanan naik tajam karena banyak keluarga yang jatuh miskin, baik dipicu oleh turunnya gaji maupun pemangkasan tunjangan sosial oleh pemerintah.

Krisis ekonomi yang dimulai pada 2008 membuat perekonomian melambat, yang pada akhirnya membuat uang pemerintah jauh berkurang. Situasi ini membuat pemerintah memangkas pos-pos yang dinilai bisa dikurangi, di antaranya tunjangan-tunjangan sosial.

Di sisi lain, harga kebutuhan pokok terus merangkak naik. Investigasi The Guardian menunujukkan 3,6 juta keluarga berisiko jatuh ke kategori miskin.

"Setiap hari kami mendengar orang tua yang terpaksa tidak makan, karena jatah mereka diberikan untuk anak-anak mereka. Bahkan ada yang berpikir untuk mencuri makanan agar anak-anak mereka tidak kelaparan," kata Chris Mould dari Trussell Trust.

"Ini jelas sangat mengejutkan di abad ke-21, Inggris memerlukan bank makanan untuk membantu orang-orang yang tidak mampu membeli makanan untuk keluarga mereka," kata Mould.

Bank-bank makanan menerima sumbangan makanan baik dari pribadi maupun perusahaan, untuk kemudian dibagikan secara cuma-cuma kepada mereka yang memerlukan.

Peringatan dini

Yang mengejutkan, bank makanan tidak hanya populer di daerah-daerah miskin.

Di Poole, Dorset, salah satu daerah kaya di Inggris, bank makanan membagikan bantuan kepada tak kurang dari 300 orang, terutama dari kalangan keluarga berpenghasilan rendah.

Berbagai pihak mengatakan data dari organisasi-organisasi sosial harus dilihat sebagai peringatan dini bagi pemerintah agar segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini.

"Kita telah mengetahui bagaimana sulitnya keluarga-keluarga miskin memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan. Kita juga tahu situasi bisa makin buruk di masa depan. Ini semua seharusnya menjadi peringatan dini bagi pemerintah," kata juru bicara organisasi Child Poverty Action Group.

Menanggapi laporan ini pemerintah mengatakan mereka memiliki sejumlah program untuk membantu keluarga-keluarga berpenghasilan rendah. Pemerintah juga menyediakan pinjaman khusus.

Seorang politisi oposisi mengatakan ini semua menunjukkan bahwa kebijakan pengetatan pemerintah berdampak besar terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.

Terlepas dari pertentangan antara oposisi dan pihak yang memerintah, bagi saya di balik data dan angka-angka ekonomi, inflasi, angka pengangguran, defisit, ada puluhan ribu orang bahkan berpikir untuk mencuri makanan agar anak-anak mereka tidak kelaparan.

Yang melegakan adalah ada prakarsa dari masyarakat sendiri yang memungkinkan membantu dan meringankan penderitaan sesama.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.