Arsip untuk ژانویه 2012

'Musuh' bersama warga London

Liston P Siregar Liston P Siregar | 2012-01-27, 8:50

Komentar (2)

The Evening Standard, koran sore gratis untuk warga London, memajang foto seorang pengawas parkir berseragam sedang sibuk dengan alat pencatatnya. Persis di sampingnya dipajang foto dia sedang ke luar dari rumah taruhan.


Pengawas parkir di London


Ada berita kecil untuk kedua foto itu, agak nyinyir. Isinya jika diringkaskan adalah di tengah tugas, pengawas semangat pasang taruhan, tapi jelas bosnya akan lebih suka dia mencari pelanggar parkir.

Para pengawas parkir London bisa dibilang merupakan 'musuh' bersama warga dan sering menjadi sasaran The Evening Standard. Sebelumnya ada pengawas parkir yang difoto sedang mojok buang air kecil di pinggir jalan. Keterangan fotonya adalah karena dia disuruh memburu setoran habis-habisan, maka mereka sampai tidak punya waktu untuk istirahat.

Saya yakin sejumlah banyak orang pernah kebelet dan kencing di pinggir jalan, tapi kalau pengawas parkir yang melakukannya, nada pemberitaan jadi lain.

Supaya lebih jelas, tugas para pengawas parkir adalah berkeliling kota, dalam pengertian sebenarnya. Dengan berjalan kaki membawa alat pencatat dan kamera digital, mereka menelusuri pinggiran jalan yang dilarang parkir total maupun yang jamnya dibatasi. Pokoknya menghukum semua mobil yang parkir tidak pada tempatnya atau tidak pada waktunya.

Denda parkir

Dendanya beragam. Di pusat kota London mencapai £130 sekitar Rp1,8 juta tapi kalau dibayar dalam waktu dua minggu pertama maka dapat potongan 50% tapi kalau telat denda akan ditambah. Sedangkan di kawasan dekat tempat tinggal saya, di pinggiran London, sekitar dua atau tiga tahun lalu, dendanya £60 juga dengan potongan setengah.


Alat pencatat parkir di London

Saya tahu karena pernah juga kena denda. Dan masih terkenang jelas kejengkelan menemukan tiket denda di jendela mobil, karena hanya parkir cuma sekejap untuk mengambil barang pesanan dari sebuah toko. Amat kesal, tapi tak berdaya dan £30 melayang begitu saja. Saya sampai merasa seperti dirampok.

Perasaan seperti itu pernah dialami banyak warga London. Banyak para pengemudi mobil barang yang memasok bahan-bahan kebutuhan restoran atau toko-toko yang sering kena denda. Tapi mereka tenang saja menurunkan barangnya tidak memperdulikan si pengawas parkir yang menulis tiket denda. Buat si supir tak ada pilihan kecuali melanggar peraturan parkir dan dia bisa membebankan biaya denda ke ongkos antar barangnya.

Tapi pengemudi perorangan harus merogoh kocek sendiri. Sering terlihat pertengkaran antara pengawas parkir dan pengemudi, cuma biasanya pengemudinya yang marah-marah, sementara pengawas parkir berperilaku seperti tembok tak mendengar selain memencet-mencet alat, mencetak tiket parkir, dan menaruhnya di jendela mobil.

Yang lebih parah lagi, banyak yang menduga para pengawas parkir mendapat tekanan dari dewan kota untuk mengejar setoran setinggi mungkin. Sebagai gambaran, sepanjang 2008 dana yang terkumpul dari denda parkir di London Raya mencapai £328 juta atau sekitar Rp4,5 triliun lebih. Jumlah itu hanya dari denda parkir.


Pengawas parkir di London

Persepsi sebagai korban

Dugaan kejar setoran membuat tak sedikit warga London yang menuduh para pengawas berlebihan dalam memberi sanksi. Misalnya saja, dua garis kuning -pertanda dilarang parkir- yang sudah tidak jelas terlihat menurut sejumlah pengemudi, tiba-tiba menjadi amat jelas terlihat di mata pengawas parkir.

Atau, menurut beberapa orang -termasuk saya- ada juga dewan kota yang mengganti-ganti peraturan untuk menjaring korban. Satu garis kuning, yang biasanya bebas parkir untuk Sabtu dan Minggu, tiba-tiba bisa ditambah keterangan hanya boleh parkir Minggu saja.

Pokoknya banyak pengemudi yang merasa menjadi bulan-bulanan pengawas parkir dan bosnya, walaupun para pengemudi itu sebenarnya jelas-jelas ya melanggar peraturan. Biarpun cuma semenit, tapi parkir di tempat yang dilarang. Memang ada proses banding, tapi repot dan banyak kalahnya.

Jadi mungkin soalnya adalah lebih pada persepsi sebagai korban yang tidak berdaya, padahal ya melanggar peraturan. Pengemudi mungkin berpendapat agar hukum parkir tidak usah dilaksanakan terlalu ketat, tapi dewan kota memutuskan hukum tidak bisa ditawar.

Mau main mata dengan pengawas? Sampai sekarang saya belum pernah membaca atau mendengar berita tentang pengawas parkir yang disuap pengemudi supaya bebas denda parkir.

Saya ingat di Jakarta sekali waktu, seorang teman kehilangan tiket ketika mau keluar dari ruang parkir. Saya tidak tahu berapa besar sanksi untuk tiket hilang, tapi teman mengambil STNK dan menyelipkan lima puluh ribu perak. 'Buru-buru Mas,' katanya. Si petugas memeriksa cuma nomor kendaraan dan jalanlah kami.

Kalau bisa mudah kenapa dibikin susah, kata orang di Indonesia. Tapi ada juga yang memilih, kalau bisa susah kenapa dibuat mudah, karena kalau susah kan harus tawar menawar dulu.

Apalah artinya sebuah nama

Liston P Siregar Liston P Siregar | 2012-01-13, 12:16

Komentar (1)

Apalah artinya sebuah nama, tanya sastrawan Inggris terkenal, Shakespeare. Yang penting kan pada akhirnya barangnya, subtansinya, isinya.


Kantor polisi di Inggris

Itu cuma kata Shakesepeare karena jelas banyak orang yang peduli dengan nama, walau sering juga tidak sesuai. Contohnya saya sendiri, Liston Siregar yang diambil dari nama petinju Amerika Serikat, Sony Liston, juara dunia kelas berat tahun 1960-an. Tapi mungkin bagi Anda yang mengikuti dunia tinju Indonesia, petinju Liston Siregar berhasil meraih medali emas SEA Games 1985. Namanya juga diinspirasi dari Sony Liston.

Jadi dalam kasus dia, nama bisa disebut sesuai sedangkan dalam kasus saya: 100% melenceng.

Ketidaksesuaian nama dan 'isi' sering dilakukan oleh polisi Inggris dalam melancarkan operasi-operasi khusus. Di Indonesia, yang paling sering digelar adalah operasi Zebra. Tujuannya adalah menertibkan pengguna lalu lintas.

Hubungan nama dengan isinya antara ada dan tiada. Mungkin diambil dari zebra cross, tempat penyeberangan di jalan raya yang berwarna hitam dan putih seperti zebra. Tapi jelas tidak ada kalau zebra dilihat sebagai hewan karena tidak ada hewan yang terlibat dalam operasi.

Motorman bukan tentang motor

Jadi kalau mendengar Operasi Motorman, bisalah main tebak cepat dengan menyebutkan ada urusan dengan motor, atau mobil, atau lalu lintas secara umum. Tapi ada dua operasi keamanan di Inggris yang menggunakan nama tersebut, dan keduanya tidak ada hubungan dengan kenderaan bermotor.

Operasi Motorman pertama digunakan di Irlandia Utara, ketika masa pergolakan pada tahun 1970-an. Operasi berlangsung subuh hari pada tanggal 31 Juli 1972, dengan tujuan merebut kendali atas daerah-daerah yang selama ini dikuasai oleh kelompok para militer di beberapa kota.

Tiga puluh satu tahun kemudian, nama itu digunakan oleh polisi untuk membongkar kasus pelanggaran Undang-undang Kerahasiaan Data Pribadi. Seorang detektif swasta yang memiliki data-data pribadi orang yang dicuri dari jaringan data pemerintah dan kepolisian dan sampai ke sejumlah koran kuning, termasuk News of The World. Koran itu sudah ditutup oleh pemiliknya Rupert Murdoch, karena skandal penyadapan telepon yang meluas oleh wartawannya.

Kedua nama operasi yang tidak sesuai dengan isinya tersebut tidak bisa disebut sebagai kasus, tapi bolehlah sebagai kecenderungan. Atau lebih tepat: kepolisian Inggris memang memilih nama untuk operasinya secara serampangan.

Operasi Crypton jelas tidak ada hubungana dengan penipuan di bidang ilmu pengetahuan, kalau Anda mengkaitkan nama itu dengan unsur kimia, Krypton. Polisi Inggris menggunakan nama itu untuk penyelidikan dalam kasus suap di kalangan penunggang balap kuda.

Ada juga yang menggunakan nama salah seorang raja Yunani kuno, Perseus, dengan tujuan mengurangi kriminalitas di kereta api pada tahun 1998.

Banyak nama yang digunakan, seperti Operasi Sumac, yang berasal dari nama tanaman- atau Operasi Swamp, yang artinya rawa, atau Operasi Magician yang tak ada hubungan dengan tukang sulap.


Mobil Marmut Listrik

Nama hewan
Tidak jelas apa yang menjadi pertimbangan dalam memilih nama, tapi saya kira juga memang tidak perlu peraturan untuk memberi sebuah nama.

Kalau untuk urusan komersial, nama memang menjadi amat rumit karena paling sedikitnya harus mengkombinasikan produk dengan nama yang menarik perhatian masyarakat.

Tapi untuk operasi keamanan, mungkin seperti kata Shakespeare, apalah artinya nama. Yang penting tujuannya tercapai. Kalau misalnya ada Operasi Memble oleh kepolisian untuk memberantas korupsi dan berhasil tuntas, jelas orang tidak akan tertawa lagi mendengar nama operasinya. Malah isitilah memble mungkin jadi naik daun.

Atau mungkin Anda lebih suka keteraturan dalam menentukan nama, seperti nama-nama hewan yang diambil untuk mobil buatan Indonesia. Ada mobil Maleo -yang diambil dari nama burung- atau Komodo maupun Marlit, yang disingkat dari Marmut Listrik, dan -yang paling top- Kijang.

Ketika satnav masuk ke meja Pak Menteri

Mohamad Susilo | 2012-01-06, 11:19

Komentar (0)

Secara umum bisa dikatakan pengalaman saya menggunakan piranti navigasi satelit, biasa disebut satnav, tidak ada masalah.

Satnav makin banyak dipakai pemilik mobil di Inggris.

Pernah dua atau tiga kali masuk ke tempat yang salah, meski saya yakin betul telah mengikuti dengan benar panduan yang diberikan satnav. Terakhir kali saya diarahkan ke lokasi antah-berantah, di tepi pantai di Inggris barat daya, padahal saya ingin ke satu lokasi wisata yang cukup terkenal.

Ketika itu saya terus saja mengikuti panduan satnav, namun lama kelamaan jalan yang saya lalui makin sempit, hingga kemudian saya tiba di tepi pantai, jauh dari hiruk pikuk lokasi wisata yang saya bayangkan. Layar di satnav berbunyi, "Anda telah saya di tujuan yang Anda inginkan."

Suasana pantai yang gelap dan sepi membuat saya banting setir dan putar haluan. Saya kembali ke jalan utama dan akhirnya lokasi yang saya tuju bisa ditemukan.

Ternyata saya tidak sendirian. Media beberapa kali memberitakan warga Inggris yang bernasib sial ketika mengikuti panduan satnav.

Ada yang yang menemui jalan buntu, bahkan ada yang masuk ke danau. Terlalu asyik mengikuti panduan di layar satnav ternyata membuat pengemudi tidak sadar mobilnya berada di pinggir danau. Saya membayangkan ia mengendarai mobil malam hari.

Truk besar

Yang sering terjadi adalah sopir truk-truk besar, yang tingginya bisa mencapai tiga atau empat meter dengan panjang 15 atau 20 meter masuk ke jalan-jalan sempit di kompleks yang padat penduduk.


Proses memperbaharui data peta dinilai terlalu lama.

Situasi ini membuat kacau karena lalu lintas tidak bisa bergerak. Bisa dibutuhkan waktu berjam-jam untuk 'membebaskan' truk besar yang terjebak di jalan-jalan sempit.

Kasus-kasus semacam ini membuat pemerintah di sejumlah daerah membuat rambu lalu-lintas khusus. Di tempat-tempat tertentu, mereka menempatkan peringatan yang berbunyi, "Jangan patuhi panduan satnav Anda."

Urusan mencari jalan, yang sebenarnya bisa disebut sebagai hal sepele, menjadi serius karena satnav. Ada aspek keselamatan pemakai dan kenyamanan berlalu-lintas.

Itulah sebabnya Kementerian Transportasi Lokal Inggris akan menggelar konferensi tingkat tinggi membahas persoalan ini bulan Maret mendatang. Pejabat yang memimpin kementerian ini, Norman Baker, mengatakan ia tidak ingin melihat sopir truk-truk besar menyebabkan kemacetan yang luar biasa gara-gara mengikuti petunjuk satnav.

Ketergantungan

Baker mengatakan kasus ini muncul karena prosedur untuk memperbaharui data di satnav tidak semudah yang diharapkan. Pemerintah ingin kerja sama yang lebih erat antara pengelola jalan, penyedia peta, dan perusahaan satnav untuk memastikan piranti satnav memberikan panduan yang akurat.

Pemerintah ingin akurasi panduan satnav ditingkatkan.

Departemen Transportasi Inggris mengatakan dewasa ini diperlukan waktu berbulan-bulan untuk mengirim peta terbaru ke perusahaan satnav. Proses ini, kata pemerintah, perlu dipercepat.

"Panduan yang kadaluwarsa bisa menyebabkan persoalan lalu-lintas yang serius. Makanya, pengelola jalan, perusahaan peta, dan pembuat satnav harus meningkatkan kerja sama," kata Baker.

"Di masa depan, truk besar yang terjebak di jalan kecil atau jembatan sempit tidak boleh terjadi lagi," katanya.

Saya yakin pernyataan pak menteri ini disambut gembira oleh para pengguna jalan dan pemilik satnav di Inggris, di mana ketergantungan terhadap satnav makin lama makin besar.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.