« Sebelumnya | Utama | Berikut »

Lain Lady Diana, lain Kate Middleton

Anton Alifandi Anton Alifandi | 2010-11-19, 18:14

Semua urusan bisa dijadikan taruhan di Inggris. Sekarang rumah-rumah taruhan sibuk mempersilakan orang untuk menebak tanggal pernikahan Pangeran William dan kate Middleton.

Sebagai orang yang tak pandai bertaruh, saya hanya berani bertaruh upacara pernikahan paling meriah di dunia untuk tahun 2011 akan berlangsung di London.

Seperti pada tahun 1981 ketika Pangeran Charles menikah dengan Lady Diana Spencer, tahun depan perhatian dunia akan tertuju ke Inggris pada pernikahan putra Charles dan mendiang Diana, Pangeran William, dengan kekasihnya Kate Middleton.

William dan Kate Selasa lalu mengumumkan pertunangan mereka dan rencana pernikahan mereka di London pada musim semi atau musim panas yang akan datang, atau antara Maret sampai Agustus.


Tanggal pastinya masih dirundingkan kedua calon mempelai, keluarga mereka dan saya kira juga pemerintah Inggris, karena pernikahan Pangeran William, yang berada di urutan kedua sebagai ahli waris tahta kerajaan Inggris, tentu mengandung aspek kenegaraan dan diplomatik yang amat penting.

Berita gembira

Setelah berbulan-bulan didera berita buruk tentang kondisi ekonomi yang lesu, pengetatan anggaran, dan rencana PHK 400 ribu pegawai negeri , akhirnya rakyat Inggris mendapat kabar gembira. Dengan senyum lebar

Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan perkawinan William dan Kate akan menjadi perayaan nasional.

Pak Cameron bercerita bahwa ketika Charles dan Diana menikah 29 tahun yang lalu, dia ikut tidur di lapangan terbuka bersama kawan-kawannya agar bisa mengikuti prosesi pernikahan akbar itu.

Suka cita menyambut berita pernikahan ini benar-benar terasa, walau di sana sini ada juga yang mengatakan, 'jangan bebankan biaya pernikahan pada negara' atau 'tak perlu perayaan besar-besaran, negara sedang dilanda krisis'.

Monarki kuno

Ikatan emosinal rakyat Inggris pada monarki dan keluarga kerajaan masih kuat. Sebuah negara modern yang pernah menguasai separuh dunia, negara yang menjadi pelopor revolusi industri, ternyata masih menjunjung tinggi sebuah institusi kuno yang di banyak negara dipandang sebagai anakronisme, tidak cocok dengan kehidupan abad ke-21.

Sebagai gambaran betapa kunonya sistem monarki Inggris, piagam Magna Carta pada abad ke 13 sudah membatasi kekuasaan raja dengan aturan hukum sehingga raja tidak mempunyai kekuasaan absolut.

Dan sejak abad ke-17 sistem yang berlaku di Inggris adalah monarki konstitusional dan sejak itu pula kekuasaan politik raja atau ratu berangsur-angsur surut, sehingga sekarang ini Ratu Elizabeth hanya berfungsi sebagai kepala negara dengan kekuasaan seremonial.

Walaupun demikian, monarki Inggris adalah institusi yang tak lekang karena panas dan tak lapuk karena hujan, karena kemampuannya untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Bukan bangsawan

Pangeran Charles dan Pangeran William bisa menjadi ilustrasi bagaimana monarki Inggris mengikuti perubahan zaman ini.

Charles menikah dengan Lady Diana Spencer, seorang putri bangsawan. Calon istri William adalah putri seorang bekas pilot dan pramugari yang kemudian sukses menjadi pengusaha mainan.

Latar belakang mereka adalah keluarga profesional dan kelas menengah, malah keluarga Kate Middleton dari pihak ibu berasal dari kalangan pekerja tambang.

Artinya mereka anggota masyarakat biasa, bukan bagian dari kalangan bangsawan Inggris yang sudah ratusan tahun mempunyai gelar turun-temurun.

Perbedaan lainnya Diana dinikahi Charles dalam usia sangat muda, 19 tahun, ketika masih gadis dan tanpa masa pacaran yang lama.

Sementara Kate Middleton dan Pangeran William sekarang sama-sama sudah berusia 28 tahun, sudah lama berpacaran dan sudah sering tinggal bersama, seperti kebiasaan kebanyakan pasangan Inggris zaman sekarang.

Komentar yang sering keluar dari para pengamat adalah Kate Middleton adalah seorang wanita modern yang akan membuat kerajaan Inggris tetap relevan di mata rakyatnya pada sabad ke-21.

Dalam memoirnya, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair menulis bahwa ketika Putri Diana meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di Paris, keluarga kerajaan mula-mula bersikap dingin dan tidak memahami perasaan rakyat yang berduka dengan kematian putri yang dia juluki 'the people's princess'.

Sekarang dengan menikahi seorang wanita modern dari keluarga biasa, Pangeran William akan mendekatkan jarak antara kerajaan dengan rakyatnya.

KomentarBeri komentar

  • 1. Pukul 13:26 tanggal 21 نوامبر 2010, Michail sutiono menulis:

    great leadersip

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.