« Sebelumnya | Utama | Berikut »

Proyek pembangunan dan suara warga

Mohamad Susilo | 2013-05-10, 11:19

Bandara baru diusulkan dibangun di muara Sungai Thames.

Vox pouli vox Dei, suara rakyat adalah suara Tuhan.

Demikian bunyi salah satu peribahasa lama yang banyak dikutip di berbagai literatur tentang politik, pemerintah, atau kebijakan publik.

Di Inggris, suara rakyat, antara lain bisa menentukan maju tidaknya proyek infrastruktur.

Beberapa tahun lalu pemerintah berencana membangun jembatan baru di London timur, yang menghubungkan kawasan di utara dan selatan Sungai Thames.

Pemerintah beralasan jumlah jembatan dan penyeberangan di London timur perlu ditambah agar warga makin mudah bepergian dan arus distribusi barang dan jasa makin lancar.

Intinya, jembatan baru akan mendatangkan manfaat ekonomi, membuka lapangan kerja, selain tentu saja melancarkan transportasi warga di utara dan selatan Thames.

Seperti halnya proyek-proyek lain di Inggris, pemerintah membuka tahap konsultasi, di mana warga atau organisasi bisa memberikan pendapat atau keberatan.

Untuk proyek jembatan ini, warga dan pihak-pihak yang keberatan menang dan akhirnya proyek ini pun batal.

Mereka beralasan jembatan baru justru akan menambah kemacetan dan polusi.

Yang juga bernasib sama dengan proyek jembatan di London timur adalah pembangun jalur tram di Greenwich dan beberapa proyek transportasi di pusat kota London dan di London barat.

Aspek lingkungan

Bandara Heathrow dianggap tak bisa lagi diperbesar.

Perdebatan serupa kini muncul lagi terkait dengan rencana pembangunan bandar udara baru di muara Sungai Thames yang diusulkan Walikota London Boris Johnson.

Pemkot London mengajukan proyek ini untuk mempertahankan London sebagai salah satu pusat transit penerbangan dunia karena bandara utama di Heathrow dianggap tidak bisa diperbesar.

Memang ada upaya untuk menambah landas pacu dan meningkatkan kapasitas, tapi lagi-lagi ada beberapa organisasi yang menentang proyek ini.

Mereka mengatakan memperbesar Heathrow sama saja dengan membuat sengsara warga di sekitarnya.

"Bayangkan, mereka akan mendengar suara gemuruh jet selama hampir 24 jam setiap hari. Bagaimana mereka akan beristirahat?" demikian salah satu alasan yang dikemukakan.

Kembali ke soal rencana membangun bandar udara di muara Thames.

Proyek ini sudah masuk ke parlemen dan dari tanggapan beberapa anggota parlemen, sepertinya sulit proyek ini akan diwujudkan.

Para anggota parlemen beralasan bandar udara baru mengancam satwa, lingkungan dan juga akan mengganggu transportasi kapal.

Selain itu bandar udara ini bisa mematikan Heathrow.

Begitulah. Di negara demokrasi semua pendapat harus dipertimbangkan dan kadang terjadi benturan kepentingan antara pelaku usaha, pemerintah, warga, dan organisasi atau lembaga terkait.

Bagusnya adalah benturan kepentingan tidak sampai melibatkan aksi sogok-menyogok, sikut-menyikut, atau demo besar-besaran yang anarkhis di jalan.

BBC navigation

Copyright © 2015 BBC. BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.