« Sebelumnya | Utama | Berikut »

Memilih banjir atau salju

Liston P Siregar Liston P Siregar | 2013-01-24, 15:39

salju, london

Banjir atau salju? Pertanyaan itu menjadi amat sederhana, diajukan oleh seorang rekan warga Inggris di kantor yang menonton siaran berita tentang gawatnya banjir di Jakarta. Waktu itu banjir sedang di puncaknya dan menggenangi kawasan Bundaran Hotel Indonesia.

Sehari kemudian salju turun di London dan makin menghebat pada hari Minggu. Di kawasan tempat tinggal saya, London tenggara, salju yang menumpuk di halaman belakang sampai sekitar 15cm tebalnya. Bagi orang Batak yang lahir dan tumbuh di negara tropis, salju setebal itu asyik.

Saya malah berjalan-jalan keliling dan ikut membuat bola salju besar bersama anak saya. Juga saling lempar bola salju dengan anak-anak tetangga sambil tertawa-tawa besar. Sedikit lupa daratan karena setelah saya amati, ternyata tak banyak orang dewasa yang ikut menikmati keriangan salju.

Sumber masalah
Bagi sebagian besar warga Inggris dan London, salju berarti sumber masalah.


salju di london

Begitu hari Senin tiba, mulailah muncul masalah. Layanan kereta api dari kampung kami ke pusat kota London, misalnya, terhenti selama beberapa jam. Sementara bus juga berkurang dibanding biasanya.

Mau naik mobil?

Di jalan raya utama memang salju sudah mengering total, tapi di jalan-jalan kecil di tengah-tengah pemukiman salju yang empuk sudah mengeras dan menjadi licin seperti permukaan es. Setidaknya saya membaca berita tentang dua kecelakaan mobil yang terpleset dan salah satunya menyebabkan korban jiwa. Seorang pengemudinya meninggal karena sempat terendam air beku ketika menunggu ambulans datang

Jadi teman saya -yang sekarang sudah tidak suka salju lagi karena masa kecilnya yang penuh dengan salju- bertanya: banjir atau salju?

Saya kira dia menyederhanakan masalah. Jadi saya pun harus menjelaskan bahwa banjir di Jakarta itu nyaris tak ada nikmatnya sama sekali. Memang ada beberapa foto yang memperlihatkan anak kecil bermain pelampung di genangan air yang sudah seperti kolam, namun jelas banjir di Jakarta tergolong bencana.

Dan bencana itu diperkirakan menimbulkan keriugian sampai triliunan rupiah sementara belasan orang meningal dunia. Belum lagi belasan ribu warga yang harus mengungsi.

Teman itu jelas hanya bercanda karena dia tidak sampai menyadari korban jiwa sampai saya memberitahu.


salju di london

Peristiwa rutin
Saya juga memberitahu bahwa banjir itu rutin buat Jakarta dan beberapa wilayah lainnya. Sama seperti salju yang juga rutin di Inggris dan kawasan Eropa lain.

Bedanya, salju itu sulit atau tak bisa dicegah. Jadi orang-orang yang tak suka, harus menerimanya. Yang bisa dilakukan adalah pembersihan salju dengan menebar garam, misalnya. Atau menggunakan rantai di mobil, yang tidak biasa di Inggris tapi sering dilakukan di Eropa daratan dan kawasan Amerika.

Sementara banjir Jakarta mungkin bisa dicegah atau paling tidak diminimalkan dan pemerintah Indonesia sudah menerapkan tanggap darurat yang antara lain bertujuan untuk mencegah atau paling tidak mengurangi tingkat bencana.

Cuma kekhawatiran saya -maafkan jika saya terdengar negatif- begitu banjir surut dan kehidupan berjalan seperti biasa maka tindak lanjut tanggap darurat akan terlupakan pula.

Jadi mari kita tunggu tahun depan, semoga saya salah dan semoga teman saya tidak akan bertanya lagi: banjir atau salju?

KomentarBeri komentar

  • 1. Pukul 05:52 tanggal 28 ژانویه 2013, vodkabilly menulis:

    Satu tahun sekali Jakarta langganan banjir.
    Alhamdulilah Malang nggak pernah ada banjir.
    Dingin tapi nggak mau turun salju.

  • 2. Pukul 07:46 tanggal 28 ژانویه 2013, Megi Tristisan menulis:

    Keduanya itu sama kali ya. Mungkin bagaimana pemerintah setempat saja untuk tanggap terhadap masalah banjir atau salju.

  • 3. Pukul 03:35 tanggal 30 ژانویه 2013, tio perdana menulis:

    Jelas beda,satu banjir satu salju. Dua duanya duingin dan berdampak "penyakit" kalau salju ada istilah frostbite,kalau banjir ada diare,leptospirosis.dsb. Bencana luar biasa, jagat makin tua karena kerakusan manusia mengeksploitasi tak terarah. Mari kita buat sumur resapan di tiap rumah tangga kita saat ini juga.

BBC navigation

Copyright © 2015 BBC. BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.