« Sebelumnya | Utama | Berikut »

Geger akibat serangan anjing

Endang Nurdin | 2012-11-02, 14:37

Lagi-lagi serangan anjing membuat geger. Kali ini yang menjadi korban seorang wanita berusia 71 tahun, Gloria Knowles. Ia diserang justru saat memberi makan lima anjing peliharaan milik putrinya sendiri.


Masih belum jelas, mengapa ia meninggal, apakah karena gigitan atau karena terkena serangan jantung saat anjing-anjing itu mengejarnya. Lima anjing itu yang jelas telah disita oleh polisi.

Menurut para tetangga nyonya Knowles, anjing-anjing ini termasuk jinak namun bisa membuat orang terkejut bila melompat ke arah orang bersangkutan. Mereka sempat mendengar teriakan dan suara gonggongan anjing namun tidak menyangka kejadian itu berakhir fatal.

Kejadian fatal seperti ini cukup sering terjadi di Inggris dan bahkan insiden orang digigit anjing meningkat dua kali lipat menjadi lebih dari 6.000 kasus antara tahun 1997 sampai 2010.

Akibat kejadian-kejadian fatal seperti itu - dengan korban luka parah atau meninggal- peraturan terkait kepemilikan anjing diperketat tahun ini.

Inggris memiliki peraturan khusus yang diloloskan parlemen 20 tahun lalu setelah serangan anjing terhadap seorang anak berusia enam tahun. Peraturan yang disebut Akta Anjing Berbahaya 1991 ini antara lain berisi larangan untuk memelihara anjing yang dianggap berbahaya, termasuk pitt bull terriers, Japanese Tosa, Dogo Argetino dan Fila Brasileiro.

Namun banyak pihak yang menyatakan walaupun telah lama diterapkan, peraturan ini masih saja belum dapat mengurangi insiden serangan anjing terutama terhadap anak-anak.

Dan yang dianggap harus bertanggung jawab terkait berbagai insiden ini tentunya para pemilik anjing.

Peraturan yang diperketat ini termasuk hukuman penjara terhadap pemilik anjing yang dianggap membiarkan binatang peliharaannya menyerang orang atau binatang lain tanpa berupaya mengendalikan.

Namun pemilik anjing bisa juga terbebas dari dakwaan bila mereka bisa membuktikan telah berupaya mengendalikan binatang peliharaannya.

Badan kesehatan Inggris memperkirakan biaya untuk merawat orang yang luka-luka akibat gigitan atau serangan anjing ini menghabiskan dana sekitar £3 juta per tahun.

Serangan terhadap anjing pemandu
Insiden yang juga cukup sering terjadi adalah serangan terhadap anjing pemandu untuk tunanetra.

Asosiasi Anjing Pemandu juga menuntut tindakan yang lebih keras terhadap pemilik anjing yang tidak bertanggung jawab.

Sementara satu yayasan yang mengurus anjing pemandu juga menuntut agar ada perubahan dalam undang-undang sehingga pemerintah memiliki kewenangan untuk menuntut pemilik anjing yang terlibat.

Dalam dua tahun terakhir, serangan terhadap anjing pemandu tercatat hampir 200 kasus.

Dana untuk melatih anjing pemandu ini cukup mahal, mencapai £50.000 dan tahun lalu tercatat, enam anjing pemandu tidak dapat digunakan lagi karena luka dan juga trauma akibat serangan anjing lain.

Berdasarkan peraturan yang ada saat ini, serangan antar anjing tidak termasuk dalam kategori yang bisa dituntut. Namun dampaknya dianggap sangat fatal karena menyangkut keselamatan para tunanetra.

Karena itu, banyak pihak yang menuntut agar peraturan menyangkut anjing yang berbahaya ini diperluas dan mencakup korban anjing atau binatang lain.

Dari pengamatan sekilas saya, di taman-taman di seputar London, selalu ada sejumlah anjing yang dilengkapi dengan pengikat di moncong yang tampaknya digunakan untuk mencegah anjing menyerang orang atau binatang lain. Mungkin jumlahnya terus meningkat karena berbagai insiden ini.

Bisa dimengerti. Daripada harus mendekam minimal enam bulan atau bahkan 18 bulan di penjara gara-gara anjing peliharaan menyerang orang.

Namun sejauh ini, masih banyak pihak yang prihatin karena peraturan yang berumur 20 tahun lebih ini masih dianggap belum dapat mengurangi insiden serangan anjing.

BBC navigation

Copyright © 2015 BBC. BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.