« Sebelumnya | Utama | Berikut »

Di sana banjir, di sini banjir

Liston P Siregar Liston P Siregar | 2012-11-23, 12:03

banjir, inggris

Banjir rupanya sudah menjadi peristiwa rutin, di Indonesia dan juga di Inggris. Setiap tahun beberapa wilayah di Indonesia -termasuk ibukota Jakarta- pasti dilanda banjir.

Demikian juga di Inggris. Bahkan banjir yang melanda beberapa kawasan Inggris sejak Rabu (21 November) bukan yang pertama dalam tahun 2012.

Dan ketika Badan Meteorolgi Klimatologi dan Geofisika di Jakarta mengeluarkan peringatan banjir di lima wilayah Indonesia, pihak berwenang di Inggris juga mengeluarkan peringatan banjir di 77 tempat di Inggris dan kawasan Wales di sebelah Barat Pulau Inggris.

Namun sebenarnya Indonesia lebih maju dari segi prediksi karena peringatan yang dikeluarkan BKMG itu menyebutkan puncak curah hujan akan berlangsung pada Januari tahun depan.

Jadi masih ada waktu sekitar satu bulan lebih untuk bersiap-siap.

Sedangkan di Inggris, peringatan yang dikeluarkan Jumat 23 November untuk kemungkinan banjir pada hari itu juga hingga akhir pekan. Para warga juga diminta melihat secara teratur ke situs Badan Lingkungan Inggris karena peringatan diperbarui setiap 15 menit.

Dengan demikian ada kemungkinan, wilayah yang 15 menit lalu tidak terancam banjir -seperti kawasan rumah saya di London Tenggara, misalnya- tiba-tiba menjadi terancam. Artinya -jika mau disederhanakan- saya dan tetangga-tetangga tak punya waktu berbulan-bulan untuk mempersiapkan diri.

Maka dari segi waktu, betapa tertinggalnya Inggris dalam soal peringatan banjir.

Informasi internet

Dengan sedikit rasa bangga atas kemajuan Indonesia dalam antisipasi banjir itu, saya pun melihat situs BKMG dan Badan Lingkungan Inggris.

Sepintas tak berbeda jauh, namun jika dilihat lebih jauh Badan Lingkungan Inggris memberikan informasi yang cukup rinci. Jika link-linknya diklik maka ada informasi yang lebih rinci dengan permukaan air yang masih tinggi dan ramalan cuaca -hujan atau tidak hujan- pada akhir pekan.

Selain itu disebutkan pula nomor telepon gratis untuk mencari informasi lebih lanjut tentang peringatan banjir.

Di situs BKMG, sebenarnya informasi yang disajiikan lebih rinci lagi untuk berbagai kota. Bahkan dilengkapi dengan angka, seperti suhu, kelembaban, kecepatan angin, sampai arah angin.


banjir, inggris

Saya pun masih tetap bangga juga lah, paling tidak dalam urusan meramal cuaca Indonesia tidak kalah dengan negara maju seperti Inggris.

Dampak banjir

Cuma begitu berbicara soal dampak, baru lah saya terasa agak keder sedikit.

Pada pekan pertama November, sepuluh orang meninggal dunia dalam banjir bandang di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Sejumlah warga lainnya dilaporkan hilang. Awal Agustus, sedikitnya 10 orang tewas akibat banjir di Ambon. Jatuhnya korban jiwa akibat banjir, jelas bukan berita langka di Indonesia.

Di Inggris, hingga Jumat 23 November, satu jiwa yang melayang akibat banjir pekan ini. Pria itu tewas di Somerset, Inggris barat daya, karena mobilnya terperangkap dalam genangan air. Padahal arus airnya -seperti yang terlihat di siaran TV- cukup besar dan kuat sampai menyebabkan longsor batu kecil di Bath, tak jauh dari Somerset.

Dalam banjir besar bulan Juni lalu -yang di beberapa daerah merupakan yang terburuk dalam waktu 25 tahun belakangan, tak satupun korban jiwa yang tercatat.

Mungkin saja masyarakat Indonesia tidak terlalu perduli dengan peringatan dan baru benar-benar tergerak ketika ancaman tiba di depan mata. Mungkin juga pihak berwenang tidak mempersiapkan langkah-langkah lebih lanjut untuk menghadapi banjir.

Saya tidak tahu jawabannya karena perbandingan sederhana dan kilat antara banjir di sana dan di sini yang saya lakukan memang untuk bertanya: kenapa peringatan yang lebih dini tidak membuat korban yang jatuh lebih sedikit.

KomentarBeri komentar

  • 1. Pukul 03:29 tanggal 26 نوامبر 2012, tata sudiyanto menulis:

    Menurut pandangan saya, ini karena akses informasi -terutama melalui media internet- masih belum terjangkau oleh sebagian besar rakyat Indonesia.
    Misalnya, penduduk perkotaan yang bisa mengakses berita cuaca dan peringatan dini (dari internet) biasanya tinggal di tempat-tempat yang jauh dari bencana (seperti banjir), sementara penduduk yang tinggal di pelosok yang rawan bencana keadaannya terbalik sama sekali. Sumber informasi yang cukup mudah diakses seperti televisi jarang ada yang menyediakan informasi cuaca dan peringatan dini secara 'real-time' dan terperinci.

  • 2. Pukul 10:34 tanggal 26 نوامبر 2012, AG Paulus menulis:

    Masalah bencana, NKRI punya Badan setingkat Departemen, BNPB (dengan g cabang-cabangnya di provinsi dan kab/kodya).Khusus banjir, saya usul agar BNPB dan cabang-cabangnya berkolaborasi dg pemda di wilayah kerjanya, untuk mengaplikasikan salah satu hal urgent dari 'disaster cycle WHO' yakni peta geomedik yang membumi, Misal banjir: buat master plan wilayah untuk relokasi pemukiman sepanjang bantaran sungai, pemukiman rawan longsor,sosialisasi di wilayah masing-masing untuk budaya sehat: tidak jadikan sungai sebagai MCK, tidak buang sampah di sungai dan sebagainya.

  • 3. Pukul 05:45 tanggal 27 نوامبر 2012, Megi Tristisan menulis:

    Ternyata banjir bukan hanya di Indonesia, di London juga. Luar biasa alam sudah berubah.

BBC navigation

Copyright © 2015 BBC. BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.