« Sebelumnya | Utama | Berikut »

Dampak perang antar kelompok

Liston P Siregar Liston P Siregar | 2012-09-21, 13:16



polisi


david cregan


Dua polisi perempuan -dan sama seperti polisi Inggris lainnya- tidak membawa senjata ketika dikerahkan untuk menanggapi laporan pencurian di kawasan Mottram, Manchester pada Selasa 18 September.

Setibanya di tempat kejadian, Nicola Hughes dan Fiona Bone, ditembaki dan dilempar dengan satu granat. Keduanya tewas.

Seluruh warga Inggris terhentak. Jelas Manchester memang bukan kawasan yang bebas kriminal. Orang masih mengingat hentakan beberapa waktu lalu, seorang mahasiswa asal India yang mati ditembak oleh seorang pemuda dan tanpa alasan yang jelas.

Tewasnya Bone, 32 tahun, dan Hughes, 23 tahun, sebenarnya bisa disebut tanpa alasan yang jelas juga. Polisi tidak menduga seorang pria yang dicari-cari dengan imbalan hadiah £25.000 berada di tempat itu. Mungkin dia panik melihat dua polisi. Persisnya, kepolisian sedang melakukan penyelidikan atas kasus itu dan ada dugaan laporan pengaduan tentang pencurian adalah palsu.

Kisah nyata mafia

Pria yang buron itu, Dale Cregan, belakangan menyerahkan diri dan sudah didakwa dengan empat kasus pembunuhan. Selain dua polisi, Cregan juga menembak mati Mark Short dan ayahnya, David. Pembunuhan itu lah yang membuat Cregan sempat buron.

Kisah di balik pembunuhan ayah-anak itu seperti kisah-kisah mafia yang sering baca atau tonton. Cregan berasal dari kelompok kriminal yang bersaiing dengan kelompok Short. Persaingan membuat Cregan membunuh Mark Short pada Bulan Mei 2012 dan kematian itu membuat David Short merencanakan aksi balas dendam.

Kabar tentang rencana balas dendam ayah Mark itu menyebar dan Cregan kemudian melakukan serangan lebih awal. Dia melempar granat ke rumah David dan juga menembaknya.

Selepas serangan, Cregan buron dan polisi menyebar profilnya ke khalayak umum sambil menawarkan imbalan bagi informasi keberadaannya walau mengingatkan dengan keras agar orang tidak mendekatinya.

Tindakan tegas

Tewasnya dua polisi itu membuat Kepolisian Manchester menegaskan perang melawan kelompok penjahat. Asisten Kepala Kepolisian Manchester, Garry Shewan, mengatakan saatnya untuk menyatakan cukup adalah cukup. "Ini harus menjadi yang terakhir.'

Kepolisian juga memperingatkan dengan keras agar kelompok-kelompok penjahat mengakhiri perseteruan dengan menggunakan senjata. Dan seorang mantan pejabat polisi yang diwawancarai BBC mengatakan bahwa pertarungan antar kelompok di Manchester semakin sengit karena sudah menggunakan granat, yang pada masanya belum ditemukan selain senjata tajam dan senjata api.

Jelas warga Inggris berharap tindakan keras polisi kepada kelompok penjahat segera membuahkan hasil. Saya tidak bisa mengatakan kekerasan semakin sering terjadi di Inggris, tapi dua hari sebelum penembakan atas dua polisi itu, seorang remaja meninggal ditikam di London. Dan catatan polisi memperlihatkan sudah enam remaja mati di London sepanjang 2012 karena kekerasan, termasuk ditikam.

Jadi mestinya tidak usah harus menunggu dua polisi dibunuh dulu. Tapi, pada akhirnya apa pun, yang penting kekerasan harus segera dihentikan.

BBC navigation

Copyright © 2015 BBC. BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.