Arsip untuk اوت 2012

Susahnya bermain di luar rumah

Mohamad Susilo | 2012-08-31, 14:56

Komentar (1)

Makin banyak orang tua yang ingin anak mereka bisa bermain bebas di luar.

Salah satu hal yang membedakan jalan-jalan di Inggris, setidaknya di London, dan di Indonesia adalah soal keramainnya. Maksud saya, bukan keramaian yang disebabkan oleh mobil atau sepeda motor.

Di jalan-jalan di London dan kota-kota lain, tidak banyak anak-anak yang bermain, meski di musim panas ketika suhu udara hangat dan hari lebih panjang.

Tidak sering dijumpai anak-anak yang main sepeda atau petak umpet di luar rumah.

Situasi ini mungkin berubah karena di Inggris sedang ada 'gerakan sosial' untuk meramaikan jalan dengan anak-anak.

"Ketika kecil saya sering bermain dengan anak-anak lain di luar rumah. Saya ingin anak saya juga mendapatkan pengalaman yang sama," kata Cate Ciffers, ibu tiga anak di London, kepada koran the Independent.

"Dengan bermain di luar, anak-anak menghirup udara segar dan mendapatkan kebebasan. Bermain di luar juga cara yang efektif untuk mengenal tetangga lebih dekat," imbuhnya.

Mobil dan kriminalitas

Bermain di luar mendatangkan banyak manfaat.

Bukan sesuatu yang mengejutkan bila para orang tua di Inggris lebih senang melihat anak-anak mereka berada di dalam rumah.

Terlalu banyak mobil dan kemungkinan diganggu orang asing menjadi dua alasan terbesar mengapa orang tua enggan melepas anak ke luar rumah.

Apalagi media biasanya meliput secara besar-besaran kasus penculikan anak. Sedikit banyak pemberitaan semacam ini membuat orang tua menjadi kian khawatir.

Tapi kekhawatiran ini sebenarnya kurang berdasar, kata Chris Gittins, pengurus Street Alive, organisasi yang mendorong warga lebih banyak bersosial.

"Jumlah anak yang tewas di tangan orang asing atau orang tak dikenal sebenarnya sangat kecil. Tapi kita semua terobsesi dengan kekhawatiran bahwa anak kita mungkin akan menjadi korban penculikan atau penganiayaan. Kekhawatiran inilah yang membuat orang tua enggan mengizinkan anak bermain di luar," papar Gittins.

Gittins menjelaskan anak jelas perlu main di luar. Mereka perlu kenal satu sama lain dan bermain fisik. "Mereka harus diberi kesempatan untuk menikmati masa kanak-kanak," tegasnya.

Penelitian ilmiah menyimpulkan bermain di luar bisa menambah kebugaran dan bahkan mengurangi kemungkinan anak mengalami gangguan penglihatan.

Saya tentu mendukung gerakan sosial karena saya tahu persis enaknya main petak umpet, berkejaran, bermain bola, atau mandi di sungai selepas pulang sekolah.

Tentu yang terakhir ini tidak bisa diwujudkan di London...

Susahnya bermain di luar rumah

Mohamad Susilo | 2012-08-31, 14:56

Komentar (0)

Makin banyak orang tua yang ingin anak mereka bisa bermain bebas di luar.

Salah satu hal yang membedakan jalan-jalan di Inggris, setidaknya di London, dan di Indonesia adalah soal keramainnya. Maksud saya, bukan keramaian yang disebabkan oleh mobil atau sepeda motor.

Di jalan-jalan di London dan kota-kota lain, tidak banyak anak-anak yang bermain, meski di musim panas ketika suhu udara hangat dan hari lebih panjang.

Tidak sering dijumpai anak-anak yang main sepeda atau petak umpet di luar rumah.

Situasi ini mungkin berubah karena di Inggris sedang ada 'gerakan sosial' untuk meramaikan jalan dengan anak-anak.

"Ketika kecil saya sering bermain dengan anak-anak lain di luar rumah. Saya ingin anak saya juga mendapatkan pengalaman yang sama," kata Cate Ciffers, ibu tiga anak di London, kepada koran the Independent.

"Dengan bermain di luar, anak-anak menghirup udara segar dan mendapatkan kebebasan. Bermain di luar juga cara yang efektif untuk mengenal tetangga lebih dekat," imbuhnya.

Mobil dan kriminalitas

Bermain di luar mendatangkan banyak manfaat.

Bukan sesuatu yang mengejutkan bila para orang tua di Inggris lebih senang melihat anak-anak mereka berada di dalam rumah.

Terlalu banyak mobil dan kemungkinan diganggu orang asing menjadi dua alasan terbesar mengapa orang tua enggan melepas anak ke luar rumah.

Apalagi media biasanya meliput secara besar-besaran kasus penculikan anak. Sedikit banyak pemberitaan semacam ini membuat orang tua menjadi kian khawatir.

Tapi kekhawatiran ini sebenarnya kurang berdasar, kata Chris Gittins, pengurus Street Alive, organisasi yang mendorong warga lebih banyak bersosial.

"Jumlah anak yang tewas di tangan orang asing atau orang tak dikenal sebenarnya sangat kecil. Tapi kita semua terobsesi dengan kekhawatiran bahwa anak kita mungkin akan menjadi korban penculikan atau penganiayaan. Kekhawatiran inilah yang membuat orang tua enggan mengizinkan anak bermain di luar," papar Gittins.

Gittins menjelaskan anak jelas perlu main di luar. Mereka perlu kenal satu sama lain dan bermain fisik. "Mereka harus diberi kesempatan untuk menikmati masa kanak-kanak," tegasnya.

Penelitian ilmiah menyimpulkan bermain di luar bisa menambah kebugaran dan bahkan mengurangi kemungkinan anak mengalami gangguan penglihatan.

Saya tentu mendukung gerakan sosial karena saya tahu persis enaknya main petak umpet, berkejaran, bermain bola, atau mandi di sungai selepas pulang sekolah.

Tentu yang terakhir ini tidak bisa diwujudkan di London...

Susahnya bermain di luar rumah

Mohamad Susilo | 2012-08-31, 14:56

Komentar (0)

Makin banyak orang tua yang ingin anak mereka bisa bermain bebas di luar.

Salah satu hal yang membedakan jalan-jalan di Inggris, setidaknya di London, dan di Indonesia adalah soal keramainnya. Maksud saya, bukan keramaian yang disebabkan oleh mobil atau sepeda motor.

Di jalan-jalan di London dan kota-kota lain, tidak banyak anak-anak yang bermain, meski di musim panas ketika suhu udara hangat dan hari lebih panjang.

Tidak sering dijumpai anak-anak yang main sepeda atau petak umpet di luar rumah.

Situasi ini mungkin berubah karena di Inggris sedang ada 'gerakan sosial' untuk meramaikan jalan dengan anak-anak.

"Ketika kecil saya sering bermain dengan anak-anak lain di luar rumah. Saya ingin anak saya juga mendapatkan pengalaman yang sama," kata Cate Ciffers, ibu tiga anak di London, kepada koran the Independent.

"Dengan bermain di luar, anak-anak menghirup udara segar dan mendapatkan kebebasan. Bermain di luar juga cara yang efektif untuk mengenal tetangga lebih dekat," imbuhnya.

Mobil dan kriminalitas

Bermain di luar mendatangkan banyak manfaat.

Bukan sesuatu yang mengejutkan bila para orang tua di Inggris lebih senang melihat anak-anak mereka berada di dalam rumah.

Terlalu banyak mobil dan kemungkinan diganggu orang asing menjadi dua alasan terbesar mengapa orang tua enggan melepas anak ke luar rumah.

Apalagi media biasanya meliput secara besar-besaran kasus penculikan anak. Sedikit banyak pemberitaan semacam ini membuat orang tua menjadi kian khawatir.

Tapi kekhawatiran ini sebenarnya kurang berdasar, kata Chris Gittins, pengurus Street Alive, organisasi yang mendorong warga lebih banyak bersosial.

"Jumlah anak yang tewas di tangan orang asing atau orang tak dikenal sebenarnya sangat kecil. Tapi kita semua terobsesi dengan kekhawatiran bahwa anak kita mungkin akan menjadi korban penculikan atau penganiayaan. Kekhawatiran inilah yang membuat orang tua enggan mengizinkan anak bermain di luar," papar Gittins.

Gittins menjelaskan anak jelas perlu main di luar. Mereka perlu kenal satu sama lain dan bermain fisik. "Mereka harus diberi kesempatan untuk menikmati masa kanak-kanak," tegasnya.

Penelitian ilmiah menyimpulkan bermain di luar bisa menambah kebugaran dan bahkan mengurangi kemungkinan anak mengalami gangguan penglihatan.

Saya tentu mendukung gerakan sosial karena saya tahu persis enaknya main petak umpet, berkejaran, bermain bola, atau mandi di sungai selepas pulang sekolah.

Tentu yang terakhir ini tidak bisa diwujudkan di London...

Ketika Sang Pangeran difoto telanjang

Mohamad Susilo | 2012-08-24, 13:07

Komentar (4)

Pangeran Harry mewakili Ratu Elizabeth di upacara penutupan Olimpiade London 2012.

Berawal dari pesta anak-anak muda di Las Vegas, Amerika Serikat.

Selain menikmati suasana, dalam acara 'main biliar tanpa busana', seorang pemuda memeluk seorang wanita.

Tidak berselang lama, foto-foto pesta dimuat oleh situs berita hiburan AS dan dengan cepat menyebar. Dunia pun heboh.

Bisa dimengerti karena pemuda yang telanjang tersebut adalah Harry, pangeran yang menempati urutan ketiga ahli waris tahta kerajaan Inggris.

Debat panas langsung terjadi di Inggris begitu berita dan foto Harry muncul.

Sebagian mendukung Harry, sebagian yang lain mengecam habis-habisan.

Mereka yang mendukung, seperti dimuat di surat-surat pembaca koran pagi Metro, mengatakan bahwa Pangeran Harry juga manusia biasa, yang tak berbeda dengan warga Inggris kebanyakan, yang perlu juga waktu untuk bersantai dan bersenang-senang.

"Ia pria lajang. Ia bebas untuk bersantai dan berpesta," kata seorang warga London.

Sementara mereka yang mengecam mengatakan sebagai seorang pangeran, apalagi memiliki hak untuk mewarisi tahta kerajaan, tidak semestinya melakukan tindakan yang bisa mencemarkan atau menodai kerajaan.

Pangeran Harry adalah wakil Ratu Elizabeth, peran yang ia lakukan ketika hadir di penutupan Olimpiade London dan di rangkaian acara perayaan 60 tahun tahta Ratu Elizabeth di Karibia.

Sebenarnya bukan sekali ini Harry memicu kontroversi.

Pada 2005 ia difoto mengenakan seragam tentara lengkap dengan logo NAZI di lengan, lagi-lagi ketika menghadiri satu pesta.

Adik Pangeran William ini juga mengaku pernah mengisap ganja.

Magnet Harry

Foto-foto Pangeran Harry dimuat tabloid The Sun.

Sebagai seorang pangeran yang masih muda dan lajang, bisa dipahami magnet yang melekat pada dirinya.

Seorang pemilik klub malam di pusat kota London mengungkapkan setiap kali Pangeran Harry muncul, ada ribuan wanita yang antre di pintu klub malam.

Keributan yang ditimbulkan 'para pengejar Harry' membuat pemerintah kota akhirnya menutup klub malam tersebut.

Seorang kolumnis di koran The Guardian meminta agar status Harry sebagai anggota keluarga kerajaan dicabut saja.

Dengan begitu, kalau pun Harry melakukan hal-hal yang dianggap memalukan, kerajaan bisa cuci tangan.

Yang juga ramai dibahas adalah apakah media di Inggris sebaiknya menurunkan foto Harry yang telanjang atau tidak.

Pada hari Kamis (23/08) semua media Inggris memutuskan untuk tidak memuat foto Harry setelah istana mengatakan bahwa pemuatan foto Harry yang telanjang melanggar privasi.

Permintaan ini diindahkan media meski pada hari Jumat tabloid harian The Sun memutuskan mencetak foto-foto tersebut.

The Sun beralasan foto-foto Harry dengan mudah bisa dilihat di internet dan bagi 30% penduduk Inggris yang sulit mengakses internet, adalah tidak adil bila mereka tidak bisa melihat foto yang sangat ramai dibahas masyarakat dalam beberapa hari terakhir.

Robert Jobson, penulis buku kerajaan mengatakan inti persoalan dari semua ini adalah pribadi Harry sendiri.

Ia mengatakan, selama ini Harry sering mengejek kakaknya, Pangeran William, yang ia sebut terlalu serius dan terlalu berhati-hati.

Namun sekarang terbukti apa yang dilakukan kakaknya lebih membantu meningkatkan citra kerajaan.

"Ada baiknya mulai sekarang Harry lebih bijak dan meneladani sang kakak," kata Jobson.

Pusat penitipan barang tetangga

Mohamad Susilo | 2012-08-17, 14:18

Komentar (3)

Tak kurang dari 90% warga yang disurvei Royal Mail mengatakan bersedia dititipi paket untuk tetangga.

Rasanya tak terhitung berapa kali tukang pos menitipkan paket tetangga ke rumah saya.

"Bisa kan saya titipkan barang ini ke Anda. Pemilik paket ini tidak ada di rumah ketika saya ketok pintunya," begitu biasanya ia berkata begitu saya membukakan pintu.

Tempat kerja tetangga saya memang agak jauh sehingga ia harus meninggalkan rumah pagi-pagi sekali dan baru tiba kembali selepas petang. Situasi ini membuatnya tidak ada di rumah di siang hari. Kesibukan juga memaksanya harus berbelanja secara online dan kemudian barang diantar melalui jasa pos atau perusahaan ekspedisi.

Di satu sisi, pak pos membuat saya dan tetangga samping rumah menjadi lebih akrab karena tetangga menjadi lebih sering ke rumah saya untuk mengambil titipan paket atau barang. Mungkin sebagai bentuk terima kasih, ia sering pula memberi kami coklat.

Ternyata, skema menitipkan barang ke tetangga ini akan menjadi kebijakan resmi Royal Mail, perusahaan pos di Inggris, mulai bulan depan, menurut harian The Independent, terbitan Jumat (18/08).

Kebijakan itu diputuskan setelah Royal Mail menguji coba skema di Edinburgh, Hull, Norwich, Swansea Timur, Wigan, Bolton, dan Gatwick Utara, yang melibatkan 750.000 rumah tangga.

Royal Mail kemudian melalui survei yang hasilnya menunjukkan 90% orang yang mengikuti skema ini mengatakan puas.

Bagi penyedia layanan pos seperti Royal Mail, skema menitipkan barang ke tetangga seperti ini ada banyak manfaatnya. Perusahaan pos misalnya tidak perlu membawa pulang paket dan menempatnya ke gudang, yang berarti juga mengurangi beban kerja.

Disambut baik

Pemilik paket juga mendapatkan manfaat. Ia tinggal mengetok rumah tetangga dan meminta barang yang dimaksud. Ia tidak harus pergi ke gudang pos, yang kadang letaknya jauh dari pemukiman, untuk mengambil barang.

Dan praktek inilah yang terjadi selama ini.

Layanan pos masih berperan penting dalam kehidupan sehari-hari di Inggris.

Pemilik yang tidak di ada rumah ketika pak pos datang akan menerima kartu yang menyatakan paket mereka ada di kantor pos dan mereka bisa mengambil keesokan harinya atau pada hari ketika ia bisa memiliki waktu pergi ke gudang pos.

Langkah Royal Mail melibatkan tetangga untuk menjadi 'tukang pos bayangan' ini disambut baik lembaga konsumen, Consumer Focus.

Robert Hammond dari Consumer Focus mengatakan, "Warga makin sering berbelanja secara online dan tidak menerima barang yang kita beli, karena tukang pos datang ketika kita tidak ada di rumah, jelas bukan pengalaman yang mengenakkan."

"Meninggalkan barang atau paket ke tetangga adalah alternatif yang bagus,"tambah Hammond.

Royal Mail mengatakan kebijakan ini tidak bersifat wajib.

Artinya, warga boleh memilih untuk tidak diikutkan dalam skema ini.

Mereka yang tidak mau menjadi 'pusat penitipan barang tetangga' bisa meminta stiker khusus yang akan ditempel di pintu.

Sukses Inggris dan roda ajaib

Mohamad Susilo | 2012-08-10, 17:01

Komentar (3)

Laura Trott, generasi baru pebalap sepeda Inggris, meraih dua emas di Olimpiade London.

Tim bersepeda Prancis menemukan hal yang tidak biasa di tim Inggris.

Mereka mencermati, sebelum dan sesudah berlomba ofisial Inggris selalu membungkus rapi roda-roda sepeda yang dipakai di Velodrom Olimpiade London.

Bos tim Prancis, Isabelle Gautheron, curiga jangan-jangan Inggris menyembunyikan sesuatu.

Kecurigaan bisa dimengerti setelah atlet-atlet bersepeda Inggris mendominasi hampir semua nomor yang diperlombakan. Dari 10 medali emas yang disediakan, atlet-atlet Inggris menyabet tujuh emas, satu perak, dan satu perunggu.

"Kami tertarik untuk mengamati peralatan yang mereka pakai. Kami bertanya-tanya, bagaimana mereka bisa memacu sepeda secepat itu?" kata Gautheron kepada harian olahraga L'Equippe.

Prancis secara terbuka mengatakan mereka tidak menuduh atlet-atlet Inggris memakai doping karena tes doping di Olimpiade kali ini sangat ketat. Jadi, siapapun yang memakai obat perangsang pasti akan terungkap.

"Yang kami tahu adalah mereka selalu membungkus roda-roda sepeda sebelum dan sesudah lomba," katanya. Tim Prancis mengatakan jangan-jangan Inggris memakai roda ajaib.

Menanggapi pertanyaan tim Prancis, bos tim Inggris, Dave Brailsford, mengatakan tim Inggris memang memakai roda khusus. Istilah yang dipakai Brailsford adalah roda tim Inggris dibuat sedemikian rupa hingga mencapai derajat kebundaran yang sempurna.

Belakangan Brailsford mengaku bahwa ia sesungguhnya setengah bercanda karena roda yang dipakai tim Inggris sejatinya tidak berbeda dengan roda-roda tim lain. Bahkan roda tim Inggris dibuat oleh perusahaan Prancis.

Kalau memang peralatan Inggris sama dengan tim lain, mengapa atlet-atlet Inggris begitu dominan?

Pemanfaatan teknologi

Teknologi berperan penting mendorong prestasi atlet Inggris.

Setidaknya ada empat faktor yang membuat Inggris jauh lebih unggul.

Yang pertama litbang yang kuat.

Sejak beberapa tahun terakhir tim Inggris bekerja sama dengan tim Formula 1 McLaren dan perusahaan peralatan udara BAE Systems untuk mencari keuntungan aerodinamika yang bisa diterapkan di cabang bersepeda. Dalam riset ini para pebalap sepeda secara aktif dilibatkan.

Litbang ini menghasilkan baju dan model sepeda yang tidak hanya nyaman bagi atlet tetapi juga bisa membuat mereka memacu secara maksimal. Pegangan sepeda misalnya dicetak khusus untuk setiap atlet, sehingga jari-jari mereka bisa mencengkeram dengan sempurna.

Celana yang dipakai juga bukan sembarang celana.

Celana ini ditenagai baterai yang membuat celana hangat sebelum dan sepanjang lomba. Mengapa celana perlu hangat?

Penelitian menunjukkan celana yang hangat bisa membuat otot lebih cepat panas dan itu berarti atlet-atlet Inggris bisa lebih cepat siap dibanding atlet-atlet lain. Ide cerdas, bukan?

Yang kedua adalah faktor Brailsford.

Sejak mengasuh tim bersepeda Inggris, Brailsford melakukan pembenahan, memperkenalkan teknologi baru, memilih atlet, dan dikelilingi oleh orang-orang terbaik di bidangnya. Mulai dari pelatih fisik, psikolog, hingga ahli gizi. Brailsford adalah tokoh kunci di balik kesuksesan Inggris.

Keberhasilan Inggris merajai Velodrom, baik di Olimpiade Beijing maupun London, menjadi bukti bahwa Brailsford memang bertangan dingin.

Yang ketiga faktor atlet.

Inggris beruntung memiliki atlet-atlet hebat seperti Sir Chris Hoy dan Victoria Pendleton dan ketika keduanya mulai uzur telah muncul atlet-atlet muda yang telah menunjukkan geliat yang tidak kalah hebat.

Titisan Hoy dan Pendleton ada di dalam diri Jason Kenny dan Laura Trott. Di Olimpiade kali ini baik Kenny maupun Trott masing-masing merebut dua emas.

Energi ekstra


Sir Chris Hoy telah menyabet enam medali emas Olimpiade.


Faktor terakhir adalah dukungan penonton.

Keuntungan menjadi tuan rumah salah satunya adalah jaminan bahwa sebagian besar penonton pasti akan mendukung atlet-atlet Inggris. Dan ketika persaingan begitu ketat, sorak-sorai penonton bisa menjadi energi ekstra bagi atlet Inggris seperti diakui Hoy dan Trott.

Jadi sebenarnya tidak ada roda ajaib di sini.

Semuanya telah diatur dan direncanakan secara rapi sejak awal.

Para pengurus olahraga Inggris sadar bahwa Olimpiade adalah ajang paling besar dan bergengsi, jadi harus ada persiapan yang panjang.

Membina atlet bukan pekerjaan mudah. Pelajaran yang bisa ditiru negara-negara lain di sini adalah target emas tidak hanya ditentukan oleh dana besar saja atau atlet yang berbakat.

Yang tidak kalah penting adalah bagaimana memanfaatkan dana besar itu seefisien mungkin sehingga pembinaan yang dilakukan menghasilkan atlet yang bisa tampil sebaik mungkin pada saat yang memang diperlukan, yaitu di Olimpiade ini.

Dana ini bisa untuk litbang dan merekrut orang-orang terbaik di bidangnya.

Yang juga perlu dicermati di sini adalah perhatian yang begitu besar pada detil, sampai urusan celana pun menjadi pembahasan serius.

Karena ternyata, celana bisa menentukan seseorang untuk menjadi juara.

Nasib bulutangkis Indonesia

Liston P Siregar Liston P Siregar | 2012-08-03, 16:25

Komentar (4)

Anda mungkin sudah bosan mendengar skandal pebulutangkis di Olimpiade London yang berlomba untuk kalah. Delapan pemain itu sudah didiskualifikasi dan Komite Olimpiade Indonesia, IOC, meminta para pelatih juga mestinya diselidiki. Komentar-komentar soal itu juga sudah cukup banyak beredar karena ada pasangan ganda putri Indonesia yang terhukum juga, selain pasangan Cina dan Korea Selatan. Jadi banyaklah Anda dengar atau baca tentang itu di tanah air sana.

Nah sedangkan saya 'menghadapinya'. Di kantor BBC tidak ada lagi ruangan-ruangan untuk masing-masing unit bahasa. Jadi tidak ada tempat untuk bersembunyi, dan ketika masa puncak skandal itu, kami para staf warga Indonesia cukup repot juga.

Ketemu dengan kawan dari Seksi Burma di koridor lift maka komentar pertamanya, "Ah Indonesia, badminton." Pas di kamar mandi, sambil cuci tangan, kawan dari Banglasdesh juga membahasnya -dengan agak bersimpati- "itu kan sudah biasa sebenarnya...'

Begitu juga dengan kawan orang Inggris asli, "Para penonton kan sudah bayar tiket." Dalam banyak kesempatan, saya senyum-senyum -jelas sedikit kecut- dan menanggapi basa-basi.



Sindiran medali
Bahkan kawan dari Cina -yang pemainnya justru yang dianggap memulai permainan 'mengalah'- terdengar masih menyindir. "Apa ada pasangan ganda putri Indonesia lainnya?" tanya kawan itu. Cina masih punya satu pasangan ganda putri walau satu sudah didiskualifikasi.

Waktu itu saya masih tenang karena memang secara perolehan medali, Indonesia mengincar perunggu di ganda putri dan bukan emas. Jadi, kata saya, ganda putri bukan unggulan dan memang dari dulu kan itu punyanya Cina, begitulah kira-kira jawaban saya.

"Tapi kalau ganda campuran Indonesia didiskualifikasi, baru serius," tambah saya sok tahu. Sudah lama beredar luas bahwa Indonesia mengharapkan medali emas dari ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Memang mereka bukan unggulan pertama di Olimpiade London tapi baik unggulan pertama dan kedua dari Cina sudah pernah mereka kalahkah di beberapa kejuaraan lain.



Anda juga tahu cerita selanjutnya. Tontowi/Liliyana kalah di semifinal dari pasangan Cina, maka tradisi medali emas Olimpiade dari cabang bulutangkis terhenti sudah. Belakangan, Tontowi/Liliyana juga kalah dari pasangan Denmark sehingga medali perunggu pun lepas. Jadi tak ada medali sama sekali dari bulutangkis.

Selesailah sudah. Tadinya saya sempat merencanakan untuk mendatangani teman dari Cina tadi, seandainya Tontowi/Liliyana Natsir meraih medali emas. Tapi itu cuma rencana karena kenyataannya saya jadi pura-pura tidak peduli lagi soal badminton.

Dan dia, bersama kawan-kawan lain, juga tidak perduli.

Indonesia sepertinya kembali masuk ke balik permadani, tidak terlihat apalagi tidak terperhatikan. Mengesalkan, tapi mau apa lagi.

BBC navigation

Copyright © 2015 BBC. BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.