« Sebelumnya | Utama | Berikut »

Memilih walikota London

Endang Nurdin | 2012-05-04, 14:30

Hari menjelang gelap, pada Kamis 3 Mei, sejumlah orang masih keluar masuk gedung satu sekolah dasar di London utara, yang saya lewati sepulang kerja.


Boris Johnson menjanjikan membuka 200.000 lapangan kerja.

Mereka memberi suara untuk memilih 25 anggota majelis daerah dan juga walikota London.

Gedung sekolah, gereja dan sejumlah fasilitas umum seperti ini memang digunakan sebagai tempat pemungutan suara yang berlangsung sampai pukul 10:00 malam untuk memberi kesempatan kepada pemilih.

Saya sekedar ingin tahu saja bagaimana antusiasme warga untuk pergi ke TPS karena pemilihan anggota majelis daerah dan walikota ini dilangsungkan di tengah tingginya pengangguran dan setelah pengumuman bahwa perekonomian Inggris kembali terperokok ke resesi.

Sejumlah surat kabar memperkirakan jumlah pemilih akan sedikit karena banyak yang pesimis suara mereka akan memberi perubahan.

Lapangan kerja dan ongkos transportasi

Dalam satu minggu terakhir, tujuh calon walikota gencar berkampanye untuk mengatur kebijakan kota metropolitan dengan anggaran sebesar £14 miliar untuk berbagai sektor termasuk perumahan, transportasi, lingkungan dan juga Olimpiade.

Dan lebih dua lusin anggota majelis daerah London yang akan dipilih akan bertugas mengawasi kerja walikota ini.

Dari ketujuh calon yang ada, dua yang dianggap calon terdepan adalah walikota saat ini, Boris Johnson, dan juga mantan Walikota Ken Livingstone.

Janji-janji yang dilontarkan Boris Johnson misalnya termasuk upaya menciptakan 200.000 lapangan kerja, serta investasi dalam bidang transportasi dan membantu bisnis dengan suku bunga pinjaman rendah dalam empat tahun ke depan.

Sementara Ken Livingstone menjanjikan mengurangi pemotongan ongkos transportasi umum rata-rata £1.000, dengan pengurangan 7% pada bulan Oktober ini.

Saya sendiri, bila boleh ikut memilih, cenderung untuk mencoblos walikota yang bisa mengurangi ongkos bus dan kereta, yang selalu naik tiap tahun.

Sekedar gambaran, biaya naik kereta sekali jalan, ke tengah kota London dari daerah pinggiran, saat ini sekitar £3,6 (Rp50.000), setelah hampir tiap tahun naik.

Di tengah sulitnya perekonomian, tawaran untuk mengurangi ongkos transportasi ini, menurut saya, lumayan menggiurkan.

Namun jajak pendapat terakhir menjelang pemilihan walikota menunjukkan walikota saat ini Boris Johnson akan kembali menduduki jabatannya selama empat tahun ke depan, unggul 6% dibandingkan Ken Livingstone.

Hasil itu menunjukkan angka yang kurang lebih sama dibandingkan pemilihan empat tahun lalu, saat Johnson menggeser kursi Livingstone.

Fondasi kuat London

Tawaran Johnson untuk investasi tampaknya lebih menarik perhatian. Dan ini terlihat dari dukungan lebih dari 100 pengusaha Inggris.


Boris Johnson merebut posisi Ken Livingstone empat tahun lalu

Dalam surat bersama, para pengusaha menyatakan perekonomian London adalah fondasi ekonomi Inggris dan menurut mereka, yang diperlukan adalah walikota yang dapat mempertahankan perekonomian, walikota yang memiliki rencana agar perekonomian tetap berjalan.

Namun redaktur surat kabar sore London, Evening Standard, James Ashton mengatakan dalam kolomnya siapapun yang menang, Boris Johnson ataupun Ken Livingstone, perekonomian London akan tetap lebih maju dibandingkan kota-kota lain di Inggris.

Perkiraan ini didasarkan pada penelitian Oxford Economics yang menyebutkan London akan tetap menjadi kawasan yang paling berkembang, baik dari sisi lapangan pekerjaan maupun pertumbuhan ekonomi, karena dukungan angkatan kerja trampil dalam segala sektor termasuk akutansi, perbankan dan pariwisata.

Jadi, dalam hal ini, yang diperlukan, kata James Ashton adalah walikota yang dapat memegang fungsi duta besar dengan menarik perusahaan-perusahaan besar untuk meningkatkan investasi di ibukota Inggris ini.

Sampai blog ini diturunkan, hasil resmi pemilihan walikota London, masih belum keluar.

Namun tampaknya, harapan saya agar ongkos bus dan kereta diturunkan, belum bisa tercapai dalam waktu dekat mengingat jajak pendapat terakhir menunjukkan Boris Johnson masih akan menjabat lagi selama empat tahun ke depan.

KomentarBeri komentar

  • 1. Pukul 02:07 tanggal 6 مه 2012, syofiaan menulis:

    Apakah Pak Johnson tidak pernah menyinggung kebijakan tentang publik seperti Pak Livingstone sama sekali? Saya rasa Pak Johnson sedikit menganakemaskan pengusaha, adakah kebijakannya yang berpihak pada publik umum? atau kebijakan meggenjot investasi agar pelayanan umum disediakan swasta?

    Keluhan atas komentar ini

    Harus diisi

    (Tidak akan ditampilkan)

Beri komentar

Anda harus melengkapi nama dan alamat email (alamat email tidak akan ditampilkan)

Komentar dalam blog ini menggunakan moderator

Harus diisi

(Tidak akan ditampilkan)


bbc.co.uk navigation

BBC © 2013 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.