« Sebelumnya | Utama | Berikut »

Naturalisasi atlet dan nasionalisme

Mohamad Susilo | 2012-04-20, 13:55

Tiffany Porter dikenal sebagai atlet lari gawang AS sebelum pindah ke Inggris pada 2010.

Kota London terus berbenah untuk menerima atlet, delegasi, dan pengunjung yang akan meramaikan Olimpiade 2012, yang akan digelar sebentar lagi.

Kompleks Stadion Olimpiade di Stratford makin terlihat bentuknya, sementara di berbagai mal dan supermarket, pernik-pernik Olimpiade -mulai dari stiker, cangkir, topi, hingga gantungan kunci- sudah dipajang.

Di tengah persiapan yang makin gencar, terjadi perdebatan yang tidak kalah seru.

Bukan soal besarnya dana penyelenggaraan, bukan pula soal kekhawatiran serangan teroris, tapi soal atlet naturalisasi.

Debat panas berawal ketika Tiffany Porter, atlet lari gawang kelahiran Amerika Serikat diizinkan membela Inggris. Tidak hanya itu, belakangan Porter ditunjuk menjadi kapten tim atletik Inggris.

Mereka yang tidak setuju mengatakan otoritas olahraga Inggris tidak semestinya menerima Porter, apalagi mengangkatnya menjadi kapten.

Motivasi

Neil Wilson, seorang wartawan olahraga senior, mengatakan Porter bukan produk pembinaan Inggris. Wilson secara terbuka mempertanyakan motivasi Porter.

"Nona Porter memutuskan membela Inggris karena ia tahu tidak bisa berlomba untuk Amerika Serikat," tulis Wilson di harian Daily Mail.

Dengan kata lain, Wilson menyimpulkan bahwa Porter membela Inggris bukan karena faktor patriotisme atau nasionalisme.

Farah lahir di Somalia dan pindah ke Inggris pada usia 10 tahun.

"Jadi, jangan salahkan saya kalau saya tidak menaruh hormat kepadanya," kata Wilson.

Terkait soal nasionalisme ini, seorang wartawan bahkan sampai meminta Porter untuk menyanyikan baris-baris pertama lagu kebangsaan Inggris, God Saves the Queen, dalam satu jumpa pers.

Secara diplomatis Porter mengatakan ia hafal seluruh lirik God Saves the Queen. Namun menambahkan bahwa menyanyi bukan keahliannya. "Permintaan Anda tersebut kurang relevan," kata Porter kepada penanya.

Porter vs Farah

Sebenarnya Porter bukan satu-satunya atlet hasil naturalisasi.

Masih ada atlet kelahiran Kuba, Yamile Aldama, yang menikah dengan orang Inggris, dan Mo Farah yang lahir di Somalia.

Farah tidak bisa disamakan dengan Porter, kata Wilson, karena ia adalah hasil pembinaan sistem atletik Inggris.

"Farah berada di Inggris sejak usia 10 tahun sementara Porter menghabiskan seluruh hidupanya di Amerika Serikat. Porter pindah ke Inggris semata-mata karena tidak punya kesempatan terjun di Olimpiade bila tetap membela Amerika Serikat," tegas Wilson.

Dampak lain dari diterimanya Porter di tim Inggris, menurut Wilson, adalah hilangnya kesempatan atlet asli Inggris. Porter memang dikenal atlet handal. Ia adalah peraih medali perak lari gawang 60 meter kejuaraan atletik di Istanbul tahun ini.

Kenya dan Brasil

Tentu tidak semua orang sependapat dengan Wilson.

Banyak pula yang mendukungnya. Antara lain dari anggota tim atletik Inggris, Helen Clitheroe. Ia mengatakan, "Saya mendengar sambutan Porter di depan seluruh atlet Inggris. Pidatonya luar biasa dan menginspirasi kami. Ia atlet yang sangat bagus," katanya.

Memang akan selalu ada dua kubu untuk masalah naturalisasi atlet dan itu sesuatu yang tidak terelakkan, terlepas dari motivasi atlet yang pindah negara atau daerah.

Di Indonesia, masalah ini tidak menjadi masalah karena hadirnya pemain asing yang membela timnas sepak bola dipandang akan mendongkrak prestasi yang selama ini bisa dikatakan amburadul.

Atlet-atlet Kenya juga banyak yang berlomba untuk negara-negara kaya di Timur Tengah atau Asia Tengah.

Tidak sedikit pula pemain sepak bola Brasil yang bertanding untuk Portugal.

Kompetisi olahraga telah berubah dan keikutsertaan seseorang di satu kejuaraan tidak lagi semata-mata ditentukan di mana ia lahir...

BBC navigation

Copyright © 2015 BBC. BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.