« Sebelumnya | Utama | Berikut »

Heboh BBM di Inggris

Endang Nurdin | 2012-04-05, 13:22

SPBU banyak yang kehabisan bensin karena antrian panjang masyarakat

Ada kesamaan antara Inggris dan Indonesia sepanjang pekan lalu: heboh bahan bakar minyak (BBM).

Di Indonesia, yang membuat kehebohan adalah unjuk rasa di sejumlah kota termasuk Makassar, Medan dan Jakarta.

Para penentang rencana kebijakan pemerintah turun ke jalan-jalan, sementara di Inggris, yang terjadi adalah kepanikan masyarakat akan kelangkaan bensin, yang menyebabkan antrean panjang di banyak stasiun pengisian bahan bakar (SPBU).

Memang, cerita antrean panjang mobil di banyak SPBU terdengar tidak begitu heboh, namun masalah ini diwarnai dengan kejadian tragis dengan terbakarnya seorang wanita yang menyimpan bensin di jerigen dan menyebabkan sekitar 40% tubuhnya terbakar.

Polisi juga sempat turun tangan dengan memerintahkan sejumlah SPBU ditutup karena antrean warga yang ingin membeli bensin menyebabkan kemacetan dan kekacauan lalu lintas. Tidak hanya itu, orang-orang yang kehabisan bensin setelah menunggu lama, juga ada yang terlibat perang mulut.

Di Indonesia, aksi unjuk rasa mereda setelah rencana kenaikan harga BBM ditunda menyusul penolakan sejumlah fraksi di DPR.

Namun di Inggris bayang-bayang kepanikan dan membumbungnya harga BBM masih terasa, apalagi di tengah jutaan keluarga yang akan memulai libur Paskah dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Ancaman pemogokan
Kepanikan di kekhawatiran kelangkaan BBM di Inggris membuat harga bensin hingga £1,41 (sekitar Rp19.700) per liter, atau naik sekitar Rp1.500. Beberapa SPBU bahkan menjual bensin hingga sampai £1,74 (Rp24.300) per liter. Tindakan ini membuat kesal para pengamat, yang menilai pemilik SPBU menggunakan peluang kepanikan ini dengan menaikkan harga.

Kehebohan soal BBM di Inggris bermula dari ancaman pemogokan lebih dari 2.000 supir tangki minyak yang tergabung dalam serikat buruh Unite. Mereka menuntut tujuh perusahaan tempat mereka bekerja untuk memperbaiki standar keselamatan dan juga kondisi kerja.

Sengketa soal kondisi kerja ini telah berlangsung lebih dari satu tahun sebenarnya, namun belum ada kata sepakat, yang akhirnya berujung dengan ancaman mogok.

Ancaman mogok kerja diperparah dengan pernyataan pemerintah agar masyarakat mengisi penuh bahan bakar kendaraan mereka untuk mengantisipasi kelangkaan akibat pemogokan. Menteri kabinet Francis Maude semakin menyulut masalah dengan seruan agar masyarakat membeli dan menyimpan bensin di jerigen untuk berjaga-jaga.

Keuntungan besar

Di tengah kekisruhan ini, pemerintah seperti mendapatkan durian runtuh karena kepanikan masyarakat membeli BBM ini meningkatkan pendapatan dari pajak sebesar £32 juta.


Penjualan bensin meningkat sampai 81% sementara solar naik 43% setelah pemerintah menyerukan agar masyarakat mengisi tanki kendaraan mereka. Dan pembelian dengan jerigen mengalami lonjakan paling tinggi, sebesar 467%.

Asosiasi Ritel Bensin Inggris menyatakan kepanikan masyarakat inilah yang ingin mereka hindari.

Kekacauan BBM dengan cepat dikritik pemimpin partai oposisi, Partai Buruh, Ed Milliband yang menyebut Perdana Menteri David Cameron sebagai penyebab kekisruhan ini.

Di balik rencana pemogokan, pemerintah Inggris sudah menyiapkan sejumlah rencana darurat, termasuk menggunakan tangki plastik besar, yang digunakan tentara untuk depot di medan perang dan meningkatkan cadangan minyak. Pemerintah juga meminta perusahaan tangki untuk bekerja sama dengan melatih tentara mengemudikan truk.

Namun, gagasan membeli bensin di jerigen, juga diakui sebagai kesalahan oleh Menteri Transportasi Mike Penning karena menyimpan bensin dalam jumlah besar merupakan tindakan illegal.

Ancaman setelah Paskah

Serikat buruh pengemudi truk tangki, Unite, memutuskan tidak akan melakukan pemogokan pada masa liburan Paskah dan menambahkan bahwa pembicaraan untuk memenuhi tuntutan mereka akan terus berlanjut.

Berdasarkan peraturan, serikat buruh harus memberikan waktu dan tanggal bila ingin menggelar pemogokan. Sejauh ini, Unite harus memberikan waktu tujuh hari sebelum mogok.

Sementara itu ketua badan yang membawahi ribuan SPBU independen, Federasi Industri Ritel Motor (RMI), Brian Madderson menyerukan pembicaraan dengan para menteri terkait untuk menangani krisis bensin ini.

Dalam surat kepada Menteri Energi Ed Davey, Madderson memperkirakan kelangkaan bahan bakar akibat kepanikan pekan lalu, dapat terus berlanjut sampai setelah liburan Paskah karena masih banyak SPBU yang harus mengisi kembali stok, sebelum penjualan berjalan normal.

Dampak ancaman pemogokan ini tampaknya masih akan terasa karena masih ada sejumlah SPBU yang menggunakan peluang kekisruhan BBM ini untuk menaikkan harga.

Seperti halnya di negara-negara lain, kepanikan sangat mudah terpicu bila menyangkut bahan-bahan kebutuhan pokok.

KomentarBeri komentar

  • 1. Pukul 12:26 tanggal 8 آوریل 2012, s one media menulis:

    semoga krisis BBM ini bisa segera teratas.

BBC navigation

Copyright © 2015 BBC. BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.