Arsip untuk آوریل 2012

Hujan oh hujan

Mohamad Susilo | 2012-04-27, 14:31

Komentar (1)

Curah hujan di Inggris pada April ini 175% lebih banyak dari biasanya.

Sudah sepekan terakhir London, dan kota-kota lain di Inggris, diguyur hujan lebat.

Di waktu-waktu tertentu, air seperti ditumpahkan dari langit, membuat musim semi kali ini tidak terasa hangat sama sekali.

Harapan warga mengenakan pakain yang relatif tipis dan menikmati hangatnya sinar matahari, untuk sementara harus dipendam. Sebagai gantinya, warga harus siap dengan pakaian hangat, jas hujan, dan payung.

Ketika blog ini saya tulis, hujan masih turun, meski tidak selebat beberapa jam lalu.

Dari jendela di lantai lima Gedung New Broadcasting House di kawasan Oxford Circus, di tengah kota London, terlihat atap-atap kantor, gedung, dan apartemen, yang basah. Matahari sementara itu sepertinya masih malu-malu menampakkan diri dan memilih berada di balik awan gelap.

Di beberapa ruas jalan yang saya lalui saat berangkat ke kantor tadi pagi, terlihat genangan-genangan air.

Bisa dipahami bila MeteoGroup, salah satu lembaga cuaca, mengatakan curah hujan April tahun 175% lebih banyak dari angka normal.

Anda mungkin berkata, apa sih istimewanya hujan sehingga harus menjadi tema tulisan blog.

Di Indonesia, dan negara-negara lain juga sering hujan. Biasa saja, begitu mungkin kata Anda.

Betul, hujan adalah hal yang biasa.

Yang membedakan kali ini adalah hujan lebat turun selama beberapa hari, dan masih akan diperkirakan turun selama beberapa ke depan, ketika sebagian besar kawasan di Inggris menyatakan dilanda kekeringan serius.

Soal kekeringan ini pernah ditulis di blog ini oleh rekan kerja saya.

Berhemat air

Hujan lebat menyebabkan banjir di York, Inggris utara.

Dampak dari kekeringan antara lain adalah waduk-waduk yang selama ini menjadi sumber andalan kebutuhan air untuk warga tidak terisi penuh. Bahkan ada beberapa yang kering sama sekali.

Dampak lanjutannya adalah warga diminta berhemat air. Di berbagai tempat umum sekarang dijumpai baliho yang meminta warga tidak berlebihan memakai air. Misalnya mandi dengan air secukupnya atau mematikan kran ketika menggosok gigi.

Mencuci mobil dan menyiram tanaman atau bunga dengan pipa air tidak diperbolehkan di beberapa tempat karena pasok air sudah mencapai tahap mengkhawatirkan.

Dengan hujan lebat dalam sepekan terakhir -yang membuat Kementerian Lingkungan mengeluarkan peringatan kemungkinan timbulnya banjir lokal- apa status kekeringan masih layak dipertahankan?

Pertanyaan ini mengemuka ketika digelar rapat dengan pendapat parlemen dengan Kementerian Lingkungan, hari Kamis (26/4).

Caroline Spelman dari Kementerian Lingkungan menjawab hujan dalam beberapa hari terakhir tidak mengakhiri status kekeringan di Inggris.

Ia menjelaskan kekeringan disebabkan oleh musim dingin yang kering dalam dua tahun terakhir. Artinya, hujan yang hanya beberapa hari jelas tidak cukup untuk mengembalikan pasok air ke tingkat aman.

Pemerintah, kata Menteri Spelman, mendukung kebijakan perusahaan-perusahaan air yang menerapkan larangan mencuci mobil atau menyiram tanaman dengan pipa air.

Yang juga menjadi kekhawatiran adalah kalau persediaan air tidak kunjung cukup, bagaimana dengan kondisi beberapa bulan mendatang ketika Inggris memasuki musim panas, bulan-bulan di mana hujan tidak sering turun?

Menanggapi kekhawatiran ini Menteri Spelman mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengatasi kekeringan yang parah karena tanda-tandanya sudah lama bisa dirasakan.

Oya, Menteri Spelman di gedung parlemen juga mengatakan, "Tolong, pastikan Anda membawa payung ketika meninggalkan rumah. Musim hujan lebat belum akan berakhir dalam waktu singkat."

Saran yang saya kira pasti diindahkan oleh warga...

Naturalisasi atlet dan nasionalisme

Mohamad Susilo | 2012-04-20, 13:55

Komentar (0)

Tiffany Porter dikenal sebagai atlet lari gawang AS sebelum pindah ke Inggris pada 2010.

Kota London terus berbenah untuk menerima atlet, delegasi, dan pengunjung yang akan meramaikan Olimpiade 2012, yang akan digelar sebentar lagi.

Kompleks Stadion Olimpiade di Stratford makin terlihat bentuknya, sementara di berbagai mal dan supermarket, pernik-pernik Olimpiade -mulai dari stiker, cangkir, topi, hingga gantungan kunci- sudah dipajang.

Di tengah persiapan yang makin gencar, terjadi perdebatan yang tidak kalah seru.

Bukan soal besarnya dana penyelenggaraan, bukan pula soal kekhawatiran serangan teroris, tapi soal atlet naturalisasi.

Debat panas berawal ketika Tiffany Porter, atlet lari gawang kelahiran Amerika Serikat diizinkan membela Inggris. Tidak hanya itu, belakangan Porter ditunjuk menjadi kapten tim atletik Inggris.

Mereka yang tidak setuju mengatakan otoritas olahraga Inggris tidak semestinya menerima Porter, apalagi mengangkatnya menjadi kapten.

Motivasi

Neil Wilson, seorang wartawan olahraga senior, mengatakan Porter bukan produk pembinaan Inggris. Wilson secara terbuka mempertanyakan motivasi Porter.

"Nona Porter memutuskan membela Inggris karena ia tahu tidak bisa berlomba untuk Amerika Serikat," tulis Wilson di harian Daily Mail.

Dengan kata lain, Wilson menyimpulkan bahwa Porter membela Inggris bukan karena faktor patriotisme atau nasionalisme.

Farah lahir di Somalia dan pindah ke Inggris pada usia 10 tahun.

"Jadi, jangan salahkan saya kalau saya tidak menaruh hormat kepadanya," kata Wilson.

Terkait soal nasionalisme ini, seorang wartawan bahkan sampai meminta Porter untuk menyanyikan baris-baris pertama lagu kebangsaan Inggris, God Saves the Queen, dalam satu jumpa pers.

Secara diplomatis Porter mengatakan ia hafal seluruh lirik God Saves the Queen. Namun menambahkan bahwa menyanyi bukan keahliannya. "Permintaan Anda tersebut kurang relevan," kata Porter kepada penanya.

Porter vs Farah

Sebenarnya Porter bukan satu-satunya atlet hasil naturalisasi.

Masih ada atlet kelahiran Kuba, Yamile Aldama, yang menikah dengan orang Inggris, dan Mo Farah yang lahir di Somalia.

Farah tidak bisa disamakan dengan Porter, kata Wilson, karena ia adalah hasil pembinaan sistem atletik Inggris.

"Farah berada di Inggris sejak usia 10 tahun sementara Porter menghabiskan seluruh hidupanya di Amerika Serikat. Porter pindah ke Inggris semata-mata karena tidak punya kesempatan terjun di Olimpiade bila tetap membela Amerika Serikat," tegas Wilson.

Dampak lain dari diterimanya Porter di tim Inggris, menurut Wilson, adalah hilangnya kesempatan atlet asli Inggris. Porter memang dikenal atlet handal. Ia adalah peraih medali perak lari gawang 60 meter kejuaraan atletik di Istanbul tahun ini.

Kenya dan Brasil

Tentu tidak semua orang sependapat dengan Wilson.

Banyak pula yang mendukungnya. Antara lain dari anggota tim atletik Inggris, Helen Clitheroe. Ia mengatakan, "Saya mendengar sambutan Porter di depan seluruh atlet Inggris. Pidatonya luar biasa dan menginspirasi kami. Ia atlet yang sangat bagus," katanya.

Memang akan selalu ada dua kubu untuk masalah naturalisasi atlet dan itu sesuatu yang tidak terelakkan, terlepas dari motivasi atlet yang pindah negara atau daerah.

Di Indonesia, masalah ini tidak menjadi masalah karena hadirnya pemain asing yang membela timnas sepak bola dipandang akan mendongkrak prestasi yang selama ini bisa dikatakan amburadul.

Atlet-atlet Kenya juga banyak yang berlomba untuk negara-negara kaya di Timur Tengah atau Asia Tengah.

Tidak sedikit pula pemain sepak bola Brasil yang bertanding untuk Portugal.

Kompetisi olahraga telah berubah dan keikutsertaan seseorang di satu kejuaraan tidak lagi semata-mata ditentukan di mana ia lahir...

Kisah dari tetangga sebelah

Mohamad Susilo | 2012-04-13, 14:26

Komentar (3)

Sekitar 3,5 juta warga Inggris mengaku tidak bertemu dengan tetangga.

Pada liburan Paskah ini saya kedatangan pasangan yang tinggal di sebelah rumah kami. Kami kenal sudah sejak beberapa lama, namun baru kali ini mereka datang dan ngobrol di rumah kami sambil minum teh.

Bagi Anda di Indonesia, mungkin akan mengatakan tidak ada yang istimewa dari kunjungan tetangga ini. Bukankah tetangga harus saling kenal?

Saya tidak tahu situasi persisnya di negara-negara lain, tetapi di Inggris, survei menunjukkan 3,5 juta warga mengaku tidak pernah melihat tetangga, apalagi menemui mereka.

Terungkap juga dalam survei itu, bahwa 1,1 juta warga di Inggris lebih memilih memanggil polisi, ketika mereka merasa tidak nyaman dengan tetangga, mungkin karena suara musik yang terlalu keras, atau karena sebab-sebab lain.

Sepertinya mereka lebih suka polisi yang mengatasi masalah, daripada menemui dan meminta tetangga untuk mengecilkan suara musik.

Hasil survei ini menjadi salah satu pendukung kesimpulan bahwa warga di Inggris makin terisolasi.

Para pengamat sosial mengatakan, beberapa dekade lalu pemandangan tetangga saling bersapa dan mengobrol di pagar kebun belakang sambil menjemur pakaian adalah sesuatu yang lumrah.

Pertemuan warga

Kini, pemandangan di atas makin sulit ditemui.


Bersosial dengan tetangga dinilai makin jarang dilakukan.

Anggota komunitas yang menggelar perayaan di jalan, biasa disebut street party, untuk menandai peristiwa tertentu seperti perkawinan kerajaan, mungkin makin kikuk ketika untuk pertama kalinya saling bertemu dan bersapa.

Di luar acara street party ini, sebenarnya masih ada semacam rapat RT di Inggris.

Di tempat saya tinggal misalnya ada acara temu warga yang digelar beberapa bulan sekali, yang digagas oleh polisi London. Dalam pertemuan ini antara lain dibahas masalah kebersihan dan keamanan lingkungan.

Kembali ke kegiatan bersosial dengan tetangga. Para pengamat mengatakan perkembangan ekonomi dan teknologi juga ikut berperan membuat warga tidak kenal dengan tetangga.

Saat ini misalnya sangat sulit ditemukan kantor pos, apalagi pompa air bersama di tengah pemukiman warga, yang berarti kesempatan untuk bertemu dan ngobrol antar warga menjadi sangat kecil.

Ikatan geografis luntur?

Supermarket besar dan kantor pos kini cenderung jauh dari pemukiman.

Aneka hiburan, baik berupa acara televisi maupun game, kini tersedia di semua rumah tangga, yang membuat orang lebih suka tinggal di dalam rumah.

Apakah ini perkembangan yang mengkhawatirkan? Mungkin. Namun ada juga yang menganggapnya sebagai perkembangan sosial yang tidak bisa dihindari.

Ada tipe orang yang senang bersosial, ada juga yang tidak, kata Martin, warga di London utara seperti dikutip koran Independent.

Juga, di era Facebook dan Twitter, warga mungkin tidak kenal betul tetangga mereka namun terkoneksi dengan ratusan bahkan ribuan orang melalui internet.

Komunitas tidak hanya diikat oleh faktor geografis, tetapi juga oleh kerja, dan media sosial di internet.

Tentunya memiliki tetangga yang baik dan ramah patut disyukuri. Kalau tidak, tentu bukan akhir dari segala-galanya.

Heboh BBM di Inggris

Endang Nurdin | 2012-04-05, 13:22

Komentar (1)

SPBU banyak yang kehabisan bensin karena antrian panjang masyarakat

Ada kesamaan antara Inggris dan Indonesia sepanjang pekan lalu: heboh bahan bakar minyak (BBM).

Di Indonesia, yang membuat kehebohan adalah unjuk rasa di sejumlah kota termasuk Makassar, Medan dan Jakarta.

Para penentang rencana kebijakan pemerintah turun ke jalan-jalan, sementara di Inggris, yang terjadi adalah kepanikan masyarakat akan kelangkaan bensin, yang menyebabkan antrean panjang di banyak stasiun pengisian bahan bakar (SPBU).

Memang, cerita antrean panjang mobil di banyak SPBU terdengar tidak begitu heboh, namun masalah ini diwarnai dengan kejadian tragis dengan terbakarnya seorang wanita yang menyimpan bensin di jerigen dan menyebabkan sekitar 40% tubuhnya terbakar.

Polisi juga sempat turun tangan dengan memerintahkan sejumlah SPBU ditutup karena antrean warga yang ingin membeli bensin menyebabkan kemacetan dan kekacauan lalu lintas. Tidak hanya itu, orang-orang yang kehabisan bensin setelah menunggu lama, juga ada yang terlibat perang mulut.

Di Indonesia, aksi unjuk rasa mereda setelah rencana kenaikan harga BBM ditunda menyusul penolakan sejumlah fraksi di DPR.

Namun di Inggris bayang-bayang kepanikan dan membumbungnya harga BBM masih terasa, apalagi di tengah jutaan keluarga yang akan memulai libur Paskah dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Ancaman pemogokan
Kepanikan di kekhawatiran kelangkaan BBM di Inggris membuat harga bensin hingga £1,41 (sekitar Rp19.700) per liter, atau naik sekitar Rp1.500. Beberapa SPBU bahkan menjual bensin hingga sampai £1,74 (Rp24.300) per liter. Tindakan ini membuat kesal para pengamat, yang menilai pemilik SPBU menggunakan peluang kepanikan ini dengan menaikkan harga.

Kehebohan soal BBM di Inggris bermula dari ancaman pemogokan lebih dari 2.000 supir tangki minyak yang tergabung dalam serikat buruh Unite. Mereka menuntut tujuh perusahaan tempat mereka bekerja untuk memperbaiki standar keselamatan dan juga kondisi kerja.

Sengketa soal kondisi kerja ini telah berlangsung lebih dari satu tahun sebenarnya, namun belum ada kata sepakat, yang akhirnya berujung dengan ancaman mogok.

Ancaman mogok kerja diperparah dengan pernyataan pemerintah agar masyarakat mengisi penuh bahan bakar kendaraan mereka untuk mengantisipasi kelangkaan akibat pemogokan. Menteri kabinet Francis Maude semakin menyulut masalah dengan seruan agar masyarakat membeli dan menyimpan bensin di jerigen untuk berjaga-jaga.

Keuntungan besar

Di tengah kekisruhan ini, pemerintah seperti mendapatkan durian runtuh karena kepanikan masyarakat membeli BBM ini meningkatkan pendapatan dari pajak sebesar £32 juta.


Penjualan bensin meningkat sampai 81% sementara solar naik 43% setelah pemerintah menyerukan agar masyarakat mengisi tanki kendaraan mereka. Dan pembelian dengan jerigen mengalami lonjakan paling tinggi, sebesar 467%.

Asosiasi Ritel Bensin Inggris menyatakan kepanikan masyarakat inilah yang ingin mereka hindari.

Kekacauan BBM dengan cepat dikritik pemimpin partai oposisi, Partai Buruh, Ed Milliband yang menyebut Perdana Menteri David Cameron sebagai penyebab kekisruhan ini.

Di balik rencana pemogokan, pemerintah Inggris sudah menyiapkan sejumlah rencana darurat, termasuk menggunakan tangki plastik besar, yang digunakan tentara untuk depot di medan perang dan meningkatkan cadangan minyak. Pemerintah juga meminta perusahaan tangki untuk bekerja sama dengan melatih tentara mengemudikan truk.

Namun, gagasan membeli bensin di jerigen, juga diakui sebagai kesalahan oleh Menteri Transportasi Mike Penning karena menyimpan bensin dalam jumlah besar merupakan tindakan illegal.

Ancaman setelah Paskah

Serikat buruh pengemudi truk tangki, Unite, memutuskan tidak akan melakukan pemogokan pada masa liburan Paskah dan menambahkan bahwa pembicaraan untuk memenuhi tuntutan mereka akan terus berlanjut.

Berdasarkan peraturan, serikat buruh harus memberikan waktu dan tanggal bila ingin menggelar pemogokan. Sejauh ini, Unite harus memberikan waktu tujuh hari sebelum mogok.

Sementara itu ketua badan yang membawahi ribuan SPBU independen, Federasi Industri Ritel Motor (RMI), Brian Madderson menyerukan pembicaraan dengan para menteri terkait untuk menangani krisis bensin ini.

Dalam surat kepada Menteri Energi Ed Davey, Madderson memperkirakan kelangkaan bahan bakar akibat kepanikan pekan lalu, dapat terus berlanjut sampai setelah liburan Paskah karena masih banyak SPBU yang harus mengisi kembali stok, sebelum penjualan berjalan normal.

Dampak ancaman pemogokan ini tampaknya masih akan terasa karena masih ada sejumlah SPBU yang menggunakan peluang kekisruhan BBM ini untuk menaikkan harga.

Seperti halnya di negara-negara lain, kepanikan sangat mudah terpicu bila menyangkut bahan-bahan kebutuhan pokok.

BBC navigation

Copyright © 2015 BBC. BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.