Arsip untuk فوریه 2012

Mengeruk rezeki dari Olimpiade

Endang Nurdin | 2012-02-24, 13:22

Komentar (1)

Sewa apartemen £100.000 (Rp1,4 miliar) per minggu selama Olimpiade London 2012. Itulah judul salah satu berita di koran sore yang baru-baru ini saya baca. Mencengangkan memang.


Salah satu stadion yang akan digunakan dalam Olimpiade London 2012.

Tetapi letak apartemen itu sendiri memang di daerah mewah Mayfair London. Untuk kawasan ini sendiri, harga seperti itu memang terlalu tinggi, sekitar 150% lebih dari harga yang biasa ditawarkan.

Dengan harga yang super tinggi itu, penyewa apartemen -dengan tujuh kamar tidur, dua kamar ganti, tujuh kamar mandi dan tiga ruang tunggu- dapat menikmati berbagai fasilitas seperti bioskop, gym, kolam renang dan juga ruang sauna.

Dan kalau ada yang mau, sewa apartemen ini bisa menjadi sewa paling mahal dalam sejarah Inggris, lebih mahal dari sewa rumah mantan pemain Arsenal dan Tottenham Hotspur Sol Campbell yang ia tawarkan di kawasan Chelsea. Semua penawaran ini khusus selama Olimpiade berlangsung dari tanggal 27 Juli sampai 12 Agustus.

Siapa yang kira-kira akan menyewa? Perusahaan penyewa mengatakan harga apartemen seperti itu biasanya menarik minat dari orang-orang kaya dari bekas blok Soviet seperti Rusia, Kazakstan, Ukraina dan juga dari Timur Tengah.

Dan sudah ada yang tampaknya berminat karena sudah sempat melihat-lihat apartemen di Mayfair itu.

Mereka yang ingin tinggal di daerah seputar Mayfair atau daerah mewah lain di London selama Olimpiade namun dengan harga sewa apartemen yang lebih rendah juga tersedia, yaitu berkisar antara £25.000-£40.000 per minggu.

Bagi yang ingin menyewa rumah biasa, terutama di kawasan London timur, di dekat berbagai fasilitas Olimpiade, harga sewa juga meningkat antara lima sampai 15 kali lebih tinggi dari harga rata-rata £1.300 per bulan untuk rumah dua kamar.

Sejumlah laporan menyebutkan warga London sendiri yang selama ini sudah lama menyewa rumah atau flat di daerah seputar kawasan Olimpiade harus bersiap menyediakan dana tambahan karena ada pihak penyewa yang ingin mendapat rezeki tambahan dengan tambahan uang sewa. Karena itu, ada penyewa yang memilih untuk ke luar London selama pesta olahraga berlangsung.

Tambahan ribuan penumpang kereta

Perkampungan Olimpiade akan menampung sekitar 22.000 atlet dan 6.000 pelatih. Dan ribuan turis, keluarga atlet, wartawan dan para sponsor akan berlomba mencari hotel, rumah atau apartemen untuk disewa.

Sebagian warga yang tinggal di dekat perhelatan olahraga ini bahkan ada yang merencanakan untuk menyewakan pekarangan belakang mereka bagi yang bersedia camping karena tidak sanggup membayar sewa rumah ataupun hotel.

Investasi memiliki rumah di seputar tempat Olimpiade ini sudah jauh hari disiapkan. Saya tinggal selama empat tahun di London Timur dan pindah sekitar 9 tahun lalu. Pihak pembeli rumah kami saat itu, terus terang mengatakan memang rumah itu akan dijadikan investasi dan untuk disewakan.

Pada saat itu, tahun 2003, sejumlah persiapan Olimpiade memang sudah ada termasuk rencana membuka stasiun kereta internasional. Namun, London belum lagi ditetapkan sebagai tuan rumah Olimpiade. Baru pada bulan Juli 2005, ibukota Inggris ini diumumkan sebagai tuan rumah setelah upaya sebelumnya oleh Manchester dan Birmingham gagal.

Tetapi mereka yang punya uang lebih untuk ditanamkan tampaknya sudah siap jauh-jauh hari, termasuk membeli apartemen atau rumah untuk disewakan.

Penutupan spektakuler


Olimpiade 2012 direncanakan akan ditutup dengan acara musik spektakuler.


Saat ini kawasan London Timur itu sudah berdandan, selain stadion dan perkampungan atlet juga ada mall besar, yang dilengkapi dengan anjungan khusus untuk melihat kompleks olahraga dari jauh dan juga world food court yang menyediakan makanan dengan menu dari seluruh penjuru dunia.

Dari sisi transportasi, jaringan kereta, termasuk kereta bawah tanah, bus, penyewaan sepeda dan taksi, juga disiapkan untuk dapat menampung tambahan ribuan tamu pada akhir Juli ini.

Bicara soal rezeki, salah satu logistrik yang dianggap paling berat adalah kereta bawah tanah atau biasa disebut tube. Masinis kereta bawah tanah ini juga telah ditawarkan bonus £500 selama Olimpiade berlangsung. Ini untuk memastikan agar mereka dapat memastikan jaringan transportasi lancar karena pada saat jumlah penumpang meningkat pesat. Tetapi jumlah bonus ini dianggap terlalu kecil oleh para masinis dan perundingan masih berlangsung.

Di balik berbagai persiapan dan sejumlah orang yang ingin mengeruk rezeki dari pesta olahraga ini, London ingin memastikan, mereka yang hadir tidak akan melupakan Olimpiade 2012 yang akan ditutup dengan acara spektakuler.

Penutupan rencananya akan diisi dengan acara berjudul A Symphony of British Music, dengan nama-nama musisi besar dalam negeri termasuk peraih penghargaan Grammy, Adele, dan lebih 4.100 peserta lain dengan iringan London Symphony Orchestra.

Kebebasan tidak beragama?

Endang Nurdin | 2012-02-17, 14:05

Komentar (3)

Keputusan pengadilan tinggi di Inggris selatan minggu pertama Februari lalu yang menetapkan dewan kota Devon bertindak melawan hukum karena mengizinkan doa sebelum pertemuan, memicu silang pendapat.


Dewan Kota Bideford memiliki tradisi doa sebelum pertemuan para pengurus.

Tuntutan ini diajukan terhadap Dewan Kota Bideford oleh kelompok Masyarakat Sekuler Nasional atau NSS setelah seorang pengurus dewan kota yang mengaku ateis mengeluh atas tradisi doa ini.

Silang pendapat ini mengingatkan saya pada kasus ateis seorang calon pegawai negeri di Dharmasraya, Sumatra Barat.

Kasus ini bermula saat Alexander Aan menulis pada laman Facebooknya bahwa Tuhan tidak ada dan langsung memicu debat panas di situs jejaring sosial ini.

Alexander bahkan diamankan polisi karena sempat dipukul dan hampir dikeroyok massa karena perdebatan di Facebook ini.

Akun Facebook Alexander telah dicabut namun dukungan terhadapnya meningkat melalui grup Ateis Minang di situs jejaring sosial tersebut. Tetapi kecaman terhadapnya juga meningkat dan bahkan ada yang menekankan Alexander perlu dikenakan hukuman mati.

Kebebasan untuk tidak beragama?

Dan kembali ke perdebatan yang terjadi di Inggris, reaksi yang muncul beragam dari yang menyambut gembira dan juga mengecam.

Anthony Inch, yang saat ini, misalnya menjadi pengurus Dewan Kota Bideford berharap akan ada upaya banding dan menekankan bahwa kasus ini "bukan hanya menyangkut doa Kristiani namun juga semua doa."

Namun Imran Khan, seorang pengurus dari Dewan daerah Reigate dan Banstead menyambut keputusan itu.

Khan sendiri seorang Muslim dan berpendapat bahwa agama tidak ada tempat di politik. "Keputusan pengadilan tinggi kemenangan bagi setiap orang yang percaya akan demokrasi dan kebebasan beragama merupakan tonggak kebebasan masyarakat Barat," tuturnya.

Tuntutan hukum ini diajukan tahun 2010 setelah kelompok Masyarakat Sekuler Nasional, dikontak oleh Bone yang saat itu menjadi pengurus dewan kota Bideford dan merasa sangat terganggu atas tradisi doa yang dilakukan oleh pengurus dewan kota sebelum pertemuan.

NSS menyambut keputusan itu karena menurut direktur eksekutif Keith Porteous Wood pembacaan doa "dapat menimbukan ketegangan di sejumlah dewan kota."

Sementara Bone sendiri yang telah keluar sebagai pengurus dewan kota menekankan bahwa kebebasan untuk tidak beragama juga perlu dihargai.

"Kebebasan beragama adalah hak, dan begitu pula dengan kebebasan tidak beragama," kata Bone.

Saat ini diperkirakan setengah dari jumlah dewan daerah dan kota di Inggris menyelenggarakan doa sebelum melakukan pertemuan. Namun ada pula sejumlah pengurus yang sengaja menunjukkan penolakan dengan menggunakan headphones selama doa, dan ada pula yang sengaja keluar saat doa dilantunkan.

"Doa akan memberikan sinyal yang buruk seolah dewan daerah atau dewan kota hanya untuk orang tertentu dan bukan setiap orang. Saya tahu bahwa anak-anak muda dan mereka yang berusia 30-an dan 40-an pasti menolak bila mereka mengetahui diselenggarakan doa di setiap awal pertemuan," begitu kata Bone.


Clive Bone menyatakan kebebasan tidak beragama juga perlu dihargai.

Uskup Exeter Michael Langrish bahkan menyatakan khawatir langkah yang dilakukan kelompok Masyarakat Sekuler Nasional akan menyebabkan tradisi doa dalam peringatan besar bisa terganggu.

"Bila mereka berhasil, maka doa di parlemen pada hari peringatan nasional dan peringatan besar lain akan berdampak, termasuk menyanyikan lagu nasional," kata Uskup Exeter itu.

Komentar masyarakat

Berbagai komentar yang muncul di media Inggris terkait larangan doa ini juga beragam. Ada yang menyatakan larangan doa itu, menyerang kepercayaan. Ada juga yang mempertanyakan, apakah Clive Bone bisa datang ke acara perkawinan kepoonakannya atau pada upacara pemakaman rekan atau sanak saudaranya yang pasti akan didahului dengan doa-doa.

Namun ada pula yang berpendapat lebih netral dengan mengatakan, kedua belah pihak seharusnya melihat tujuan yang lebih besar, dengan membantu masyarakat secara umum, dan tidak terkungkung dengan agenda masing-masing.

Sementara untuk kasus Alexander Aan, yang sempat diangkat BBC untuk topik Forum, ada yang menekankan bahwa negara tidak perlu berususan dengan agama dan ada pula yang menyatakan bahwa siapapun yang tinggal di Indonesia harus menghargai Pancasila sebagai dasar negara, yang mencakup sila Ketuhanan yang Maha Esa.

Namun dari sisi hak asasi, anggota Komnas HAM, Johny Nelson Simanjuntak, mengatakan, "Menentang orang yang tidak percaya Tuhan tidak dibenarkan juga."

"Orang percaya dan tidak percaya kepada Tuhan itu tergantung individu dan tidak bisa dikriminalisasi asalkan tidak melakukan pemaksaan kepada orang lain untuk mengikutinya," kata Johny.

Johny mengatakan lembaganya akan mengkaji kasus ini dan berencana untuk bertemu polisi yang menangani kasus Alexander Aan.

Saat ini yang jelas, Dewan Kota Bideford tengah mengajukan banding atas larangan doa tersebut.

Sementara Alexander Aan telah dikenakan dakwaan oleh polisi dengan pelanggaran pasal 156A KUHP tentang penodaan agama.

Baik Clive Bone dan Alexander mendapatkan dukungan, kritikan dan bahkan kecaman namun satu hal yang mencolok adalah Alexander -selain ancaman kurungan penjara lima tahun- juga menghadapi ancaman kekerasan terhadap keselamatan dirinya sendiri.

Salju dan gotong royong

Liston P Siregar Liston P Siregar | 2012-02-05, 13:49

Komentar (4)

Akhirnya salju turun di Inggris, dan di London, dan -yang lebih penting lagi- di kampung tempat saya tinggal. Cukup tebal, cukup untuk membuat semua jalanan, halaman, dan atap-atap rumah memutih. Memandang dari jendela kamar pada pagi hari, hampir seluruh cakrawala memutih, indah.


Membersihkan salju di London

Namanya orang Indonesia, maka langkah berikut setelah menikmati pemandangan tadi adalah berkemas baju hangat, sarung tangan, sepatu bot, dan topi. Oh ya, tak lupa menyambar kamera karena saya tidak pernah bosan memfoto salju dan sekaligus berfoto di salju.

Tapi tak semua orang Inggris suka salju. Tentu saja tak sedikit pula orang Inggris yang suka salju, orang dewasa maupun anak-anak. Saya -orang Indonesia- termasuk yang menganggap salju sebagai kesenangan, paling tidak hingga saat ini.

Bukan salju ekstrim
Bisa jadi hubungan saya salju masih sekedar senang-senang karena belum pernah menghadapi badai salju seperti di negara-negara yang lebih ke utara, entah itu kawasan Skandinavia atau Amerika Serikat maupun Kanada.

Salju yang ekstrim jelas memiliki sisi yang amat buruk. Di Eropa daratan, pekan lalu tercatat ribuan orang terperangkap salju dan seratus orang lebih sampai meninggal. Belum lagi angkutan umum yang terhenti. Bagaimana pula dengan orang-orang yang kehabisan pasokan pangan di rumah sementara mobil tak mampu menerobos ketebalan salju

Jadi bisa juga saya pahami tetangga saya, orang Inggris yang lahir dan besar di London, yang bersikap antisalju. Ketika menjelang Natal tahun lalu kami ngobrol, saya berharap salju turun tapi dia malah "wah jangan, jadi repot." Impian saya untuk salju pada malam Natal dan hari Natal -seperti yang disenandungkan White Christmas - tak didukung..


Gotong royong membersikan salju di London, tahun 1947

Sebenarnya saya juga sudah mengalami kerepotan akibat salju. Dua atau tiga tahun lalu, London dilanda salju yang cukup tebal dan hampir semua angkutan umum lumpuh dan banyak yang tidak bisa kerja. Ada kemarahan karena London -salah satu pusat keuangan dunia- mestinya tidak sampai lumpuh hanya karena salju. Kalau badai salju masih mending, tapi lapisan salju belasan sentimeter doang masak sih tak bisa diatasi.

Sisa-sisa gotong royong
Salah satu kerepotan adalah ketika hujan salju sudah berhenti maka tumpukan salju pelan-pelan mengeras sehingga menjadi lapisan es yang amat licin. Banyak orang, termasuk saya, yang pernah terpeleset karena lapisan es. Sakit sudah pasti, dan juga ada malunya. Terpleset di depan banyak orang kan lebih tidak enak.

Nah untuk mencegah supaya lapisan es tidak terbentuk, maka tumpukan salju sebaiknya dibersihkan secepat mungkin. Cukup menggunakan semacam sapu besar maupun sekop dan tidak perlu tenaga banyak karena praktis hanya menggesernya berhubung dasar salju belum melekat di tanah, kaki lima, atau jalan raya.

Itu bedanya saya dan beberapa orang Inggris di kampung saya. Kalau saya langsung main salju, sedang mereka langsung menggeser tumpukan salju dari depan pintu rumahnya sampai ke kaki lima supaya tidak sampai terbentuk lapisan es. Satu jalur yang bersih total dari salju kelihatan mencolok.

Beberapa orang itu bukan cuma sekedar mengurus rumahnya saja. Mereka juga membersihkan jalur di kaki lima depan rumah. Jadi dari depan pintu rumah ada jalur selebar tak sampai satu meter sampai ke kaki lima depan rumah.


Walikota London, Boris Johnson

Hal yang sama dilakukan oleh tetangga lain, membersihkan jalur yang kira-kira sama lebarnya sampai ke batas ujung rumah. Begitulah sambung-menyambung sehingga orang bisa berjalan di jalur kaki lima yang bersih total dari salju -dan lapisan es- hingga ke jalan ima di jalan besar.

Sebagian orang malah sudah punya garam untuk disebar di kaki lima untuk lebih memastikan orang tidak terpleset.

Sayangnya semangat gotong royong itu tak dimiliki lagi oleh semua orang, tapi hanya sebagian. Jadi ada kaki lima yang memiliki jalur bersih dari salju namun begitu sampai satu di bagian rumah jalur itu terhenti dan setelah beberapa rumah, ada lagi jalur yang bersih.

Cilakanya di London tidak ada RT atau RW yang mengorganisir gotong royong tersebut sehingga sepanjang kaki lima ada jalur yang bersih dari salju. Jadi tergantung masing-masing orang.

Waktu dulu masih tinggal di Medan pertengahan 1970-an, saya ingat paling tidak satu kali warga kampung kami melakukan gotong royong: membersihkan parit. Sistemnya sama, masing-masing membersihkan parit di depan rumahnya, dan karena semua melakukannya maka aliran parit jadi lancar.

Maka seusai main salju, saya mengambil sekop untuk membersihkan salju di kaki lima depan rumah saya. Cuma karena sudah diinjak-injak maka salju mulai lengket sehingga kerja saya jadi lebih berat. Dan terasa lebih lelah setelah saya melihat ternyata tak semua orang melakukannya.

Mungkin di zaman modern, gotong royong memang sudah tidak relevan lagi, walau sisa-sisanya masih terlihat. Dan saya yakin itu bukan hanya di Inggris, juga di Indonesia dan di banyak tempat-tempat lain.

Ngebut dan lepasnya jabatan menteri

Mohamad Susilo | 2012-02-03, 11:56

Komentar (3)

Chris Huhne menjabat sebagai anggota Parlemen Eropa sebelum diangkat menjadi Menteri Energi.

Mungkin Anda bertanya-tanya ketika membaca berita bahwa seorang menteri di Inggris mundur gara-gara ngebut. "Kan hanya ngebut. Masak dia harus meninggalkan kursi menteri. Itu kan pelanggaran kecil," begitu mungkin Anda berkomentar.

Sepertinya kecil dan sepele. Tidak serius. Tapi ternyata kasus yang menimpa Menteri Energi Inggris, Chris Huhne, tidak sekedar mengebut.

Agar jelas duduk persoalannya, izinkan saya menjelaskan latar belakang kasus ini, yang terjadi pada suatu malam di tahun2003.

Huhne, yang ketika itu anggota Parlemen Eropa yang berkantor di Strasbourg, Prancis, tiba di Stansted -satu kota di pinggiran London- dengan pesawat terbang. Dari Stansted ia mengendarai mobil ke rumahnya. Dalam perjalanan ini mobil Huhne tertangkap kamera karena melaju dengan kecepatan di atas ambang yang diperbolehkan.

Sanksi pelanggaran ini adalah denda dan pemberian poin di Surat Izin Mengemudi (SIM). Poin ini menunjukkan bahwa pemegang SIM telah melakukan pelanggaran lalu lintas. Makin berat kadarnya, makin besar poin yang dijatuhkan.

Nah, Huhne diduga meminta orang lain -belakangan diyakini istrinya sendiri ketika itu- untuk mengambil poin ini.

Anda mungkin akan beralasan tidak masalah istri mengambil poin suami dan sebaiknya media tak perlu membesar-besarkan persoalan.

Tapi, belakangan terungkap bahwa kecil kemungkinan istri Huhne di mobil tersebut ketika pelanggaran terjadi. Penelusuran koran The Guardian dan Daily Telegraph menunjukkan istri Huhne sedang menghadiri seminar dan jamuan makan malam di pusat kota London ketika Huhne diduga melakukan pelanggaran lalu lintas.

Kejujuran

Ketika dilakukan penyelidikan oleh polisi, Huhne tetap memegang klaim bahwa ia tidak mengendarai mobil tersebut.


Wakil PM Nick Clegg mengatakan pemerintah sangat menjunjung tinggi kejujuran.

Kasus ini kemudian dilimpahkan ke kejaksaan yang menyimpulkan hari Jumat (3/2) terdapat cukup bukti untuk mendakwa Huhne telah menghalangi proses hukum.

Sebelum kejaksaan resmi mengeluarkan dakwaan, Wakil Perdana Menteri Nick Clegg mengatakan kasus Huhne bukan perkara biasa. Clegg dan Huhne berasal dari partai yang sama, Liberal Demokrat, mitra koalisi Partai Konservatif di pemerintah pimpinan Perdana Menteri David Cameron.

"Kasus Huhne adalah kasus serius kalau ia didakwa secara resmi," kata Clegg pada pekan terakhir Januari lalu.

"Kode etik menteri menyebutkan, seorang menteri tidak harus langsung mundur ketika menghadapi masalah. Namun yang perlu diketahui masyarakat adalah, kami ingin pemerintah dipandang menegakkan standar tertinggi untuk urusan kejujuran," kata Clegg.

Kata kuncinya adalah kejujuran dan dalam kasus ini Menteri Huhne diduga telah berbohong kepada aparat penegak hukum.

Di Inggris, sama halnya dengan banyak negara lain, integritas pribadi para pejabat publik adalah segala-galanya.

Untuk Pak Menteri Huhne, pengadilan nanti yang akan memutuskan apakah ia telah berbohong dan menghalangi proses hukum.

Untuk sementara ini, Huhne harus merelakan kursi Menteri Energi lepas dari genggamannya...

bbc.co.uk navigation

BBC © 2012 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.