« Sebelumnya | Utama | Berikut »

Dari kabel hinga karya seni

Liston P Siregar Liston P Siregar | 2011-12-22, 7:47

Sepasang patung perunggu berjudul Two Forms atau Dua Bentuk dicuri dari Taman Dulwich di London Tenggara. Patung itu karya seniman Inggris Barbara Hepworth, dirancang tahun 1969 dan sudah menjadi bagian dari Taman Dulwich sejak tahun 1970.


Patung Barbara Hepworth di Taman Dulwich, London

Bentuknya dua lonjong kembar dengan ukuran lubang yang berbeda di tengah jadi tidak terlalu simetris dan mungkin karena itulah disebut dua bentuk. Selasa pagi, 20 Desember, penjaga taman tinggal melihat dasar patung saja. Kedua keping patung sudah lenyap dibongkar maling pada malam, ketika udara musim dingin di Inggris mulai menusuk ke tulang. Pencurinya jelas bukan orang iseng.

Patung itu diasuransikan dengan nilai £500.000, jadi secara ekonomis mungkin Dewan Kota Southwark tidak rugi total walau jelas tetap lebih suka jika patung itu bisa dikembalikan. Dia sudah menjadi bagian dari karakter taman.

Tawaran hadiah £1.000 atau sekitar Rp14 juta bagi orang yang bisa memberi informasi yang mengarah kepada pencurinya dan keberadaan patung sudah diumumkan.

Tapi kecil kemungkinan patung itu bisa ditemukan kembali secara utuh.

Pencurian logam

Pencurian barang seni jelas bukan jenis kejahatan baru. Bahkan lukisan paling terkenal di dunia, Mona Lisa karya Leonardo da Vinci, pernah dicuri pada tahun 1911 dari Museum Louvre, Prancis, museum kelas dunia dengan prosedur keamanan yang ketat, masih bisa juga dibobol maling. Dua tahun kemudian Mona Lisa berhasil ditemukan ketika pencurinya sedang berupaya menjualnya, sebagai karya seni.


Kabel dari logam

Patung perunggu Two Forms karya Barbara Hepworth jelas dijual pencurinya ke pihak ketiga, tapi kemungkinan besar bukan lagi sebagai barang seni tapi sebagai materi semata.

Dalam bentuk dua onggok logam nilainya jelas jauh di bawah harga barang seni karya Barbara Hepworth. Tahun lalu, misalnya, sebuah karya Hepworth terjual hampir £450.000 di balai lelang Sotheby, London. Jelas tak akan ada yang membeli dua potong perunggu dengan nilai ratusan ribu pound sterling biarpun harga logam di dunia
sedang meroket naik.

Pencurian karya seni logam tersebut terjadi hanya sehari setelah Kepolisian London membentuk unit khusus untuk menangani pencurian logam di Inggris. Diperkirakan kerugian akibat jenis kejahatan tersebut mencapai £700 juta per tahun.

Penyebabnya adalah naiknya harga logam di pasar dunia. Dipadukan dengan kesulitan ekonomi yang memukul warga Inggris, maraklah peningkatan pencurian barang-barang logam -dalam bentuk apapun- untuk dilebur dan dijual sebagai bahan baku logam.

Disebut dalam bentuk apapun karena para pencuri logam tidak pandang bulu. Tugu peringatan yang terbuat dari logam juga disikat pencuri, apalagi tanda-tanda jalan. Bahkan rel kereta api maupun kabel listrik di jalur kereta api atau kabel telepon. Yang jelas ada unsur logamnya dan bisa dilebur.

Tukang loak

Laporan investigasi BBC yang diungkapkan pekan lalu menemukan betapa mudahnya menjual logam curian ke perusahaan pengumpul barang loak. Tak ada pencatatan, tak ada pertanyaan soal identitas si penjual -atau pencuri- dan pembayaran langsung dengan uang tunai.


logam

Sama seperti tukang loak yang sering jadi langganan keluarga kami di Medan dulu. Ada barang, timbang kilonya, dan langsung bayar. Penjual dan pembeli sama-sama untung. Tahun 1998, ketika terjadi kerusuhan di Jakarta menjelang jatuhnya mendiang Presiden Suharto, banyak orang yang memilih diam di rumah. Tapi ada laporan-laporan sekelompok orang dengan truk malah lalu lalang mengumpulkan besi-besi bekas kerusuhan.

Sebelas tahun kemudian, pertengahan tahun 2009, jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dan Madura diresmikan dan semingu kemudian beberapa mur di pagar besi jembatan sudah hilang dicuri.

Bahkan ketika sedang dalam proses pembangunan, sudah terjadi pencurian. Sebulan setelah dibuka untuk umum, polisi berhasil menangkap komplotan pencuri besi-besi yang tadinya akan digunakan untuk proyek Suramadu dan menyita tiga ton besi.

Tentu saya tidak bisa memastikan apakah para pencuri besi di Inggris pada tahun 2011 belajar dari Indonesia atau tidak. Cuma kelak jika ada teman orang Inggris yang membahas soal curi-mencuri besi, saya bisalah mengatakan 'di negara kami sudah duluan.'

Jelas tanpa rasa bangga, cuma sekedar kenyataan saja.

KomentarBeri komentar

  • 1. Pukul 09:58 tanggal 23 دسامبر 2011, nisa yusfiatun menulis:

    Hehehe...di Indonesia "Peraturan Ada untuk Dilarang" "menanam" tapi tidak "memelihara". Seingat saya waktu ada Konferensi Asia Afrika di Bandung benar-benar berbunga, tapi habis itu banyak tangan jail (yang pasti orang-orang di sekitarnya) yang hinggap di bunga-bunga nan indah. Akhirnya gundulll lagi. Apa yang salah di Indonesia? Jangan salahkan pemerintah saja tapi warganya harus bisa memeliharanya.

    Keluhan atas komentar ini

    Harus diisi

    (Tidak akan ditampilkan)

Beri komentar

Anda harus melengkapi nama dan alamat email (alamat email tidak akan ditampilkan)

Komentar dalam blog ini menggunakan moderator

Harus diisi

(Tidak akan ditampilkan)


bbc.co.uk navigation

BBC © 2012 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.